VIRGOS

VIRGOS
part 12



setelah kepulangan sekolah Mira dan Galvin langsung menuju Rumah sakit Dimana Mama mereka di rawat.


"MA Mama kapan sih Sadar nya Mira dan kak Galvin kangen Mama"Mira menangis di kursi yang berada di dekat brankar Sang Mama. "ayo bangun, Mama lama banget tidur nya Mama ga sayang kami berdua? Mama jahat"


Galvin menatap tubuh Mama nya yang sudah bertahun tahun terbaring di brankar itu dengan alat alat di tubuh nya.


sakit di hati Galvin dan rasa benci nya ke papa nya makin menjadi jadi disaat melihat Mama nya.


Galvin tiba tiba menetes kan air mata namun buru buru dia menghapus nya lalu mengambil Ahli memeluk Mira yang terus menangis dia didekat Brankar sang Mama Ia tak mau melihat adik nya menangis.


"udah ya kita pulang Mama akan terganggu dialam mimpi nya, nanti juga mata kamu bengkak kalau nangis"


Mira mengangguk lalu menghapus Air mata nya yang mengalir di pipi nya.


mereka pun pergi dari Rumah Sakit itu.


sesuai janji Mira, dia dan Galvin akan mampir ke rumah Mama Rina sekalian Galvin ingin bicara oleh Renza.


Mira membunyii kan bell Rumah milik Renza dan Mama ny.


tak butuh waktu lama seseorang membuka pintu Rumah.


"eh Nak Galvin dan adik nya masuk Nak nyonya dan den Renza ada didalam"ujar bik Linda sopan.


mereka pun tersenyum kearah bik Linda lalu masuk kedalam.


"Mama"teriak Mira berlari menuju ke ruang tamu dengan meneteng dua paperbang, di belakang nya ada Galvin geleng geleng kepala melihat kelakuan adik nya.


Mama Rina menatap Mira dengan tersenyum bahagia dugaan nya salah besar dia Kira Mira tak akan datang dan tak akan menepati janji nya.


"jangan lari lari Sayang nanti jatuh"


Mira Refleks memberhenti kan lari nya dan berjalan normal.


"tadaa ini buat Mama" Mira memberi kan paperbang itu ke Mama Rina disaat telah sampai.


Mama Rina menaikan satu Alis nya lalu mengambil paperbang itu "ini apa sayang?"tanya Mama Rina ingin membuka paperbang itu dan ingin melihat isi nya.


ternyata dalam paperbang itu terdapat pakaian.


"Mira beli in baju buat Mama supaya kita kopel, nih punya Mira"Mira mengeluar kan pakaian di paperbang yang satu nya. "Mama kan masih cantik jadi Mama harus jadi ibu ibu jaman now.


Mama Rina tersenyum kearah Mira "Mama suka,makasih iya sayang"


Mira hanya mengangguk.


"tante Renza mana?"tanya Gavin buka suara.


Mama Rina menoleh kearah Galvin "ada di kamar nya"


"ya udah Galvin naik kekamar Renza dulu ya tan"


Galvin beranjak dari sana dan menuju kekamar milik Renza.


"Mama ayo ajarin Mira buat kue,kata Kak Galvin dan Kak Alex kue buatan Mama enak jadi Mira mau belajar bikin kue enak dari Mama"


"ya udah ayo ke dapur Mama ajarin bikin kue agar nanti kalau udah nikah sama Renza, kamu udah jago buat kue nya soal nya Renza suka kue apa lagi kue balutan coklat di atas nya" ujar Mama Rina tertawa kecil membuat Mira mengerucuk bibir nya sebal karena terus terusan di goda seperti itu sama Mama Rina.


kata Mira mah ogah nikah bareng Renza, orang nya seram ngalahin Mama Readers yang marah kalau Barang kesayang nya di pecahin sama anak sendiri, iya kan?.


"Mama ii"


tok tok


Galvin mengetok dari liar pintu kamar Renza. "Za gue Galvin, gue bisa masuk?"


"iya masuk lah Vin" Teriak Renza.


Galvin membuka pintu kamar Renza terlihat dia lagi memainkan lepton milik nya.


"lo sibuk iya?"tanya Galvin duduk di sofa.


Renza menoleh kearah Galvin "sedikit sih ini buatin cetakan jaket untuk Mira"


"gue mau ngomong sama lo"


Renza beranjak dari meja belajar nya lalu duduk disamping Gavin.


"ngomong apa?" tanya Renza.


Galvin memperbaiki posisi duduk nya lalu berkata " jadi gini gue berniat bahwa baik gk sih kita mengumpul kan duit bersama dengan Anggota lain untuk sedekah sama anak anak panti atau anak jalanan gitu kan dan gue mau minta persetujuan lo" jelas Galvin.


Renza diam mencerda apa yang di ucap kan Galvin lalu mengangguk "gue setuju banget ini kan kenapa gue kagak setujuh? ini kan perbuatan baik" jawab Renza.


"lo ikut ga?"


"ya gue ikut"Renza manggut manggut semangat.


"ya udah kita harus kemarkas ngasih tau yang lain"


"bentar gue ganti baju dulu lo keluar dari kamar gue"


Galvin memutar bola Mata nya keatas "ya gue juga mau keluar ogah gue liat lo ganti baju, najiss"


setelah mengucap kan itu Galvin buru buru keluar dari kamar Renza.


saat dia menurungi anak tangga bau harum berasal dari dapur memicut hidung Galvin.


dia pastikan Mama Rina lagi buat kue.


"tante Rin memang koki kue hebat"


Gavin menuju dapur terlihat wanita paru baya itu bersama adik nya lagi asik berbincang sambil menunggu kue nya selesai di kukus.


Galvin tersenyum melihat mereka begitu ceria ketika bersama melupakan kesedihan masing masing.


Galvin udah menganggap Mama Rina itu seperti Ibu nya juga. Mama Rina tipekel orang penyayang betama beruntung nya Renza dan Papa nya memiliki nya.


"wah harum banget perut Galvin langsung kerocongat" Galvin memegang perut nya.


mereka berdua pun menoleh ke arah Galvin" di mohon bersabar ya"kompak mereka lalu tertawa membuat Galvin geleng geleng kepala.


tak tunggu beberapa menit Renza datang mengampiri mereka bertiga.


Mama Rina yang melihat anak nya rapi bangat menaikan satu Alis nya "kamu mau kemana Re?.


"ini Ma Renza izin pergi kemarkas ya soal nya Renza dan Galvin berniat sedekah kepada anak anak panti dan anak jalanan di luar sana yang butuh makan"


Mama Rina tersenyum mendengar penjelasaan putra nya "anak Mama emang the best"


"kak Mira ikut?"tanya Mira.


Galvin menatap Mira" kamu disini aja temenin tante Rin biar kakak dan Renza yang pergi"


Mira terdiam sesaat lalu mengangguk" tapi pas udah jemput Mira ya"


"ya, ga usah sungkam ya dek ini kan Rumah calon suami kamu" ledek Galvin lalu berkedip mata ke arah Mama Rina.


"dih amit amit dia jadi suami gue"mira mengelitik ngeri kalau benar terjadi membayangkan aja serem apa lagi nyata.


"dih emang siapa juga mau sama lo?gue juga ogah kali"


"awas makan omangan sendiri" ujar Mama Rina lalu tertawa melihat mereka.


"terserah Mama deh Renza pamit" Renza menyium punggung tangan Mama nya lalu menyium puncuk kepala sang Mama.


lalu dia menatap Mira.


"apa kenapa natap gue? minta di colok tu mata?"


Mira menoleh kebelakang berniat mengambil sejata andalan nya Ia itu Garpu.


tapi tiba tiba........