VIRGOS

VIRGOS
Mira sakit.



Setelah selesai beristrirahat di fila beberapa jam. Mereka pun melanjut kan perjalanan ke kota bandung. Yang akan di tempu selama dua jam lebih.


"Kak. Mira dingin!" aduh Mira pada Renza. Renza memang memilih di mobil bersama dengan Mira. Motor yang dia pakai ia tinggal kan di fila. Nanti biar suruan nya, yang akan ambil. Alasan Renza memilih berada di mobil, karena kondisi Mira sedang demam tinggi.


Irana dan Kayla berganti posisi. Kayla di bonceng oleh Galvin, dan Irana di bonceng Samuel. Alex yang mengendarai mobil tersebut. Motor nya ia berikan pada Ucup, yang kebetulan tidak menggunakan motor namun di bonceng oleh anggota lain.


Renza membuka jaket nya. Dia membalut kan di badan Mira. Tangan nya yang mengusap usap, bahu Mira.


"Lex. Matiin AC nya," pinta Renza.


Alex pun refleks mematikan AC mobil tersebut.


"Ck. Andai aku tau bakal gini. Mending kakak ga nyuruh Arnav. Buat acara gini ginian!" seru Renza.


"Kan Mira yang Minta kak! bukan Arnav," balas Mira dengan suara yang sedikit serak.


"Sabar ya sayang! Bentar lagi sampai kok!" Renza memeluk tubuh Mira yang bergetar karena kedinginan.


"Ren, gue bawa selimut, nah lo pakaiin buat Mira." Salsa Memberi kan selimut itu ke arah depan. Dimana Renza duduk bersama Mira.


"Thx,"ujar Renza, yang hanya di angguki oleh Salsa.


Renza membalut kan selimut itu ditubuh Mira. Wajah Mira sudah sedikit pucat.


"Panas nya makin tinggi lagi!" Renza memegang kening Mira. "Lex, di dekat sini ada rumah sakit?" Tanya Renza.


Alex menggeleng, Renza bisa melihat nya dari kaca. "Ga ada, di daerah sini jarang ada rumah sakit atau puskesma. Ada tapi mungkin sudah tertutup," jelas Alex.


Balik ke kota jakarta akan semakin jauh. Jadi nya mereka tetap melanjut kan perjalanan menuju kota bandung, walaupun kondisi Mira tidak mendukung.


Renza hanya menghela nafas kasar. Alex melihat dari kaca. Dia sedikit tersenyum, bukan tersenyum Karena Mira sakit, namun melihat teman nya yang begitu khawatir terhadap Mira.


"Semoga ga ada orang ketiga di antara kalian. Atauapun musibah," gumam Alex.


**************


Renza menggendong tubuh Mira. Menaiki bukit yang agak jauh dan tinggi.


"Za. Sini kita gantian," ujar Galvin, yang melihat Renza sudah ngos ngos san.


Renza tak menolak, benar jika iya sangat lelah untung mendaki bukit yang tinggi sambil mengendong seseorang. Ia berhenti lalu memberi kan Mira kepada Galvin. Galvin pun mengambil ahli sang adik dan menggendong nya didepan.


"Badan kamu panas banget dek," ujar Galvin. Disaat Mira mengulung kan tangan nya, di leher Galvin.


"Kasian banget Mira," ujar Irana.


"Tapi gue iri sama dia. Lihat lah dia di ratukan banget sama abang nya, sedang kan gue....,"balas Meisya. "di ratu kan? Ck dia hanya abang yang hampir mereguk mahkota adik nya sendiri, mana bisa buat gue jadi ratu?" batin Meisya


"Mau ku gendong?" Tanya seseorang yang tiba tiba berhenti di depan Alana.


Alana menaikan pandangan nya. Dia melihat, cowok dengan tubuh aga tinggi, setinggi Renza atau Mahen. Di perjelas, rambut nya terbela dua kesamping, mempunyai tai lalat di idung nya.


"Ga usah kak." Alana menggeleng.


"Naik aja, lo kaya nya kecapekan?" ujar nya. " Nama gue Gatha, salah satu inti anggota geng zitherblack. And juga sahabat Arnav, lo ga perlu takut di culik sama gue!" Cowok itu mengulur kan tangan nya ke arah Alana.


Alana dengan ragu membalas uluran tangan Gatha. " Alana," ujar nya.


"Mau atau gak? Lihat lo tertinggal jauh dengan teman teman lo. Yakin ga mau? Ga takut di culik kunti?"


Alana menegok ke atas dan melihat keempat teman nya sudah sangat jauh. "ga masalah kak?" tanya Alana. meringis.


Cowok itu menggeleng. Ia tanpa aba aba menggendong tubuh Alana. Dan mendaki bukit tersebut.


Mereka sampai di kota bandung, di jam 6:03 dini pagi. Jadi mereka bisa dengan leluasa berjalan mendaki bukit, menggunakan cahaya matahari yang hampir terbit tersebut.


...----------------...


...Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Bagi yang sudah merayakan hari ini, dan besok😆...