
Mereka terus berlahir. Bahkan Samuel dan Daniel kepeselet dan masuk kesawa sawa milik warga.
"Bunda el mau balik"
Daniel menyumpal mulut Samuel menggunakan daun yang berada disana.
"Diam taik"
Mereka melihat orang gila itu berhenti tepat di depan nya, rasa deg degan dan was was mereka jika orang gila itu melihat mereka berdua, dan bisa saja menghampiri nya.
Samuel dan Daniel saling membengkap mulut masing masing. Berusaha tak bersuara.
Orang gila itu kembali berlari, membuat Samuel dan Daniel bernapas lega. Mereka naik keatas ke permukaan jalan.
"Anjir sial memang," Ujar Daniel.
"Woi muka lo pada udah mirip pulu pulu," Ujar salah satu orang tak sengaja melihat wajah Daniel dan Samuel sudah di guyur lumpur, dan dibagian kepala, hidung, hingga telinga terdapat daun.
"Ck diam lo sialan." Bentak Samuel ingin melempari orang itu dengan batu. Namun cepat cepat dia kabur dari sana.
**********
Mereka semua udah tak di kejar lagi oleh orang gila itu, mereka semua ke sungai buat mengantar Samuel dan Daniel membersih kan diri, karena hanya Samuel dan Daniel yang mirip pulu pulu yang lain masih aman. Sekalian mereka ikut berenang dan bermain air di sungai itu.
Mumpung pekerjaan mereka di hari ini sudah pada selesai, bahkan Renza dan Mira ikut kesana.
"Eh kok bisa kalian bisa di kejar orang gila?" Tanya Mira pada ke lima teman nya.
Mereka berlima saling menatap.
"Ga sengaja kita berpapasan dengan manusia manusia kampret itu, mungkin orang gila itu tau kalau dia teman sama mereka maka nya ngejar. Mana kita pada ikutan lari lagi." Jelas Meisya berbohong padahal nyata nya mereka sedang ngintipin Dia dan Renza.
Mira memicing kan mata nya pada satu persatu teman nya. Penjelasaan nya tidak masuk akal sekali bagi Mira.
"Masa?"
Seketika lima orang itu menciut gimana cara bisa membuat Mira percaya kepada mereka.
"Kamu kok ga percaya? kamu tau kan kita berlima lagi angkat keranjang tomat ke posko!" Ujar Kayla
Apa yang di kata Kayla ada benar nya sedikit. " Owh,"
Mira tidak berpikiran ga ga lagi. Dia tau sahabat nya ini tak akan pernah berbohong kepada nya.
"Iya." Jawab lima orang itu spontan.
"Ga ah, takut" Salsa mundur agar teman nya tak menarik kaki nya.
"Ck ada kita." Meisya dan kesabaran nya setipis tisu di bagi dua lalu di basahi. Berdiri, menghampiri Salsa.
Meisya dengan sekali tarikan bisa membuat Salsa berada didekapan nya.
Meisya memberi kode kepada keempat teman nya agar bersiap siap.
Mereka pun hanya mengangguk.
"Mei jangan Mei," Mohon Salsa
1
2
3
"ANJING" Salsa berteriak disaat Meisya mendorong nya turun. Suara teriakan Salsa membuat yang ada disana menutup telinga nya.
"Anjir itu pitah suara ga putus kan?" Teriak Felix yang berada agak jauh. Mira melarang mereka semua berdeketan cewek dan cowok, ga baik kata nya
"Nyaring beng, mungkin kalau cewek memang gitu," Jawab Daniel.
"Eh kok air nya cuman sepinggang?" Tanya Salsa disaat merasa tubuh nya tidak tenggelam.
Meisya menoyer kepala Salsa. " Lo yang terlalu lebay taik, udah di bilang ga akan tenggelam." Cibir Meisya.
Salsa hanya tersenyum, memperlihat kan gigi rapi nya kearah Meisya dan yang lain.
"Enak anjir"
"Enek njiel," Meisya dengan kesabaran nya mengulangi perkataan Salsa.
"Sabar Kak, sabar." Alana dan Kayla mengelus bahu Meisya.
"Lo kalau pacaran, di antara mereka berempat. kayak nya lo bakal emosi setiap hari Mei," Irana menunjuk Felix, Samuel, Daniel dan Alex.
"Dih ogah, gue cuman pengen punya pacar kayak cowok fiski gue."
Meisya mengerik ngerih membayang kan saja kalau beneran terjadi udah horor. Gimana kalau benar, gimana jadi nya?.