VIRGOS

VIRGOS
part 60



"Kan apa yang aku kira. Kamu itu Arvin," ujar Salsa, yang menyandar kan diri nya di bahu Marvin.


Marvin tak merespon ucapan Salsa. Namun tangan nya mengelus rambut yang dimiliki gadis itu.


"Ayo balik, udah mau magrib," seru Marvin.


Salsa hanya mengangguk.


"Lo naik apa kesini?" Tanya Marvin.


"Tadi naik taxi," jawab nya.


Marvin hanya berdehem. Dia menarik tangan Salsa untuk berdiri. Mereka pun jalan kerparkiran motor.


"Lah mas? tadi ga bawa cewek. Pulang pulang udah dapat cewek aja. Tutorial dong mas,"ujar tukang parkir tersebut.


Marvin tidak merespon ucapan nya. Dia naik keatas motor nya. Dan memakai kan helm di kepala Salsa.


Salsa pun naik keatas motor Marvin. Dia bisa naik, soal nya dia juga aga tinggi.


Setelah Salsa sudah diatas motor nya. Marvin memberikan uang dua puluh ribu pada tukang parkir tersebut. Mereka pun pergi dari sana.


*******


"Kenapa tuh senyum senyum mulu," sindir Felix pada Galvin, yang senyum senyum menatap layar ponsel nya.


"Sirik!" Ketus Galvin tanpa beralih menatap ponsel nyam


"Bosan nih anjay." Alex duduk di dekat Galvin, yang sedang berbaring di sofa yang ada di markas.


"Ucup ayo tiktok kan, ada yang lagi viral ga?" Tanya Daniel.


Ucup yang tadi nya main ludo dengan anggota lain pun, menatap Daniel.


"Ada! ayo lah gass!" ujar nya semangat.


"Gue ikut ikut," sahut Alex dan satu anggota lain.


Ucup hanya mengangguk. "Kita lihat dulu gerekan nya gimana!" pinta Ucup.


Mereka hanya manggut manggut. Ucup pun memutar satu video yang trend saat ini. Mereka berempat mengikuti gerakan yang ada didalam video tersebut.


Beberapa saat. Mereka sudah menghafal gerakan nya. Mereka pun memulai merekam diri.


"Ikut dong!" sahut Mira yang baru datang bersama Renza.


Mereka berempat menoleh kearah suara. "Beneran? ibu negara mau ikut?" Tanya Ucup.


Mira hanya mengangguk. Dia merebut ponsel Ucup.


Mereka yang ada disana membelalak. Yang benar saja mereka akan goyang goyang, seperti banci? pikir nya mereka.


"Ga deh bu bos!" ujar mereka menolak.


Mira menarik beberapa anggota yang ada disana. Bahkan Mira pun menarik tangan Galvin dan Renza untuk ikut.


"Apasih dedek? nanti kita kita bakal turun harga diri? buat joget joget kaya gitu?" ketus Felix.


"Ya udah kalian duduk aja. Tapi kak Galvin, kak Alex, dan kak Ucup, kak Jaya, serta kak Renza ga boleh duduk!" carca Mira.


"Ga mau ah!" sahut Galvin. Tapi disaat mendapat kan tatapan tajam dari Renza. Dia jadi menunduk, seakan mematuhi perintah majikan.


Padahal Renza juga sebenar nya tak ingin, tapi mau gimana lagi? yang memerintah adalah pawang nya.


"Mau kan?" Tanya Mira.


Mereka hanya mengangguk patah patah. Mati lah, harga diri sebagai ketua geng motor. Akan jatuh karena pawang nya sendiri.


"Sayang gerakan nya ga ada yang lain?" Tanya Renza dengan ragu.


Mira menoleh kan kepala nya ke arah Renza. Membuat Renza berbicara didalam hati.


"Aduh mampus," batin nya.


Tapi Mira tersenyum ke arah nya. " Ada kok! bentar ya!" ujar Mira.


Renza bernafas lega.


"Nah ayok!" seru Mira. "Kalian ikutin yang ini iya!" pinta nya menunjuk satu ponsel lain nya.


Mereka terbelalak melihat video itu. Renza menelan salvin nya dalam dalam.


"Sayang, aku ga usah ikut iya?" rayu Renza.


"Ga! harus ikut," ujar nya ga ada penolakan.


Renza pun pasrah. Biar kan lah, malu urusan belakang. Yang penting dia harus menjadi pacar yang siaga.


"Susah tau dek gerakan nya!" pekik Galvin.


"Gampang ko! kalau di coba" jawab Mira santai. Dia duduk disofa,tangan nya, iya silang di depan dada.


Mereka udah ga bisa mencari alasan lagi. Mereka pun membuat yang disuruh kan Mira.


Felix, Daniel dan yang anggota lain, menahan tawa melihat itu. Meloy dan terlihat sangat slay. Apa lagi gerakan Alex dan Ucup, yang mendalami bagete.