VIRGOS

VIRGOS
Masa depan yang rusak.



Pagi menyinari sepasang kekasih yang masih terlelap disatu selimut yang sama, dengan tubuh sama sama polos.


Renza membuka mata nya. Disaat cahaya matahari menganggu tidur nyenyak nya. Tubuh nya terasa rileks.


Dug.


Tiba tiba dia menyadari. Tentang apa yang dia lakukan semalam. Dia mereguk mahkota, orang yang dia sayangi.


Ia langsung beranjak bangun. Dia beraba raba tubuh nya. Yang tidak memakai apapun. Renza melirik ke sebelah nya. Dimana ada Mira yang tertidur pulas, wajah yang cantik, indah, dan begitu tenang dan damai.


Renza mengusap rambut nya dengan kasar. "Ck, lo baj4ngan banget sialan. Bisa bisa nya, gue nyentuh gadis yang belum halal gue sentuh. ANJING!" Renza memukul mukul kepala nya.


Renza melirik Mira. Dia mendekat kan wajah nya dengan wajah gadis itu.


"Maaf!" Renza memenyam kan mata nya. bibir nya mengucup kening Mira.


"Akuu bodoh! aku merusak mu, aku merusak masa depan mu."


Nikmat yang dia rasakan semalam. Kini membuat nya menyesal seumur hidup.


"Aku....., aku. Bakal tanggung jawab!" ujar Renza.


Renza melihat darah. Yang berada di kasur tersebut.Rasa bersalah, penyesalan, yang ia rasa kan saat ini. Dia tidak pernah membayang kan. Dia akan menyentuh gadis yang begitu di mutiara kan oleh kakak nya.


Bagaimana Renza akan menghadapi Galvin? Renza tidak takut kalau Galvin marah, karena itu hak nya. Tapi ia takut Galvin menjauhkan nya dengan Mira. Gimana dengan Mira? Apakah gadis itu akan membenci nya? Mungkin iya!


Pikiran nya mergelut dengan berbagai pikiran yang negatif. Lagi dan lagi, dia memukul kepala nya. Menyesali apa yang dia perbuat.


Beberapa saat kemudian. Mira terbangun dari tidur nya. Nyawa nya belum sepenuh nya terkumpul. Namun disaat dia menoleh ke bawah. Dimana dia tidak menggunakan atasan apapun.


Mira refleks bangun. Dan berteriak.


"In...., ini apa?" jantung Mira seakan berhenti. Dengan apa yang dia lihat. Dia juga menyadari apa yang dia perbuat semalam dengan Renza, berdua.


Mira menangis. Tangan bergetar.


Renza yang baru keluar dari kamar mandi, karena sudah membersih kan tubuh nya. Ia refleks berlari, disaat ia melihat Mira menangis di pojok ujung ranjang.


"Ini kakak sayang!" ujar Renza.


Mira menggeleng. "Kamu jahat! Kamu merusak ku! Aku-aku, gadis kotor. " Mira menangis sesengukan.


Renza dengan cepat memeluk tubuh Mira. "Aku Minta maaf! kakak ke khilaf sayang!" ujar nya. Berusaha memeluk Mira, walaupun Mira terus merontak.


"Kamu jahat!" Mira berusaha merontak, untuk melepaskan pelukan nya dari Renza. Namun hasil nya nihil, kekuatan Renza lebih kuat dari nya.


Dan Mira pun mulai pasrah. Dia berhenti memerontak. Dia terus menangis di pelukan Renza.


Renza sangat amat amat bersalah.


"Kaka bakal tanggung jawab, kaka bakal nikahin kamu!" ujar Renza menghapus air mata Mira.


"Terus gimana masa depan ku? Aku tidak ingin menikah muda!" balas nya.


"Tapi ini jalan yang terbaik, aku bakal nanggung jawab. kaka bakal nikahin kamu!"


Mira menggeleng. Ia menepis kasar Renza untuk menjauh dari nya.


"PERGI DARI SINI! GUE GA MAU LIHAT WAJAH LO SIALAN!" teriak Mira. "GUE BILANG PERGI!" sambung nya. Disaat ia melihat Renza tidak pergi dari sana.


"Aku-,"


"GUE BILANG PERGI, LO TULI?" teriak Mira. Membuat Renza terdiam. Sesak di dada nya, disaat Mira meninggi kan nada bicara nya.


Rasa takut menghantui nya. Namun Renza tepis jauh jauh. Mungkin Mira perlu waktu untuk menenang kan diri nya. Ia pun keluar dari kamar itu, tak lupa memakai pakaian nya sebelum benar benar keluar.


Renza duduk di sebua ayunan yang berada di depan pengidapan. Disana sangat sepi. Mungkin yang lain pergi untuk melihat pemandangan yang amat sangat indah di perbukitan itu. Dan hanya tertinggal diri nya dan Mira.


Mira terus menangis. Dia menunduk dengan kepala dia letakan di kedua lutut nya.


...----------------...


...Adegan gitu gituan nya, ga thor ambil. Soal nya thor masih di bawa umur mehehehe😅....