
"Barang barang kamu udah semua?." Tanya Galvin pada sang adik yang lagi mengunya roti.
Mira mengangguk.
"Itu makan nya dikit dikit, lihat dalam mulut mu banyak banget roti, pelan pelan aja dek ga ada yang ambil kok," Ucap Galvin menaro segelas susu kedekat Mira, dia pun membersih kan bibir Mira yang terdapat slay.
Mira hanya tersenyum dengan pipi yang ngembul karena roti nya belum habis didalam mulut nya.
Setelah selesai Sarapan, Mira mengambil semua perlengkapan yang dia akan bawa.
"Sini tas kamu biar kakak yang bawain," Pinta Galvin pada sang adik.
"Awas iya Kak hati hati didalam tas Mira ada tablet," Ujar Mira memperingati kakak nya.
Galvin hanya mangangguk jauh.
Mira berjalan menuju mobil dimana sang kakak yang menyimpan semua barang yang mereka bawa di bagasi belakang.
Setelah selesai Galvin menutup pintu bagasi lalu melirik Mira yang berada disamping nya." Iya udah ayo Masuk keburu ketinggalan bus kita," Sahut nya pada sang adik.
Mereka memang di larang menggunakan kendaraan tersendiri, Mereka di wajib kan naik bus agar mereka bisa diawasi oleh para guru yang ikut. Takut disaat mereka membawa kendaraan nanti nya terjadi kecelakaan yang tak di ingin.
Sedang kan disisi lain kini Keenam manusia yang juga menuju kesekokah dengan menggunakan Mobil milik Samuel.
Yang menyetir adalah Alex karena kalah bermain game. Mereka ber enam memang sepakat memberi hukuman menyetir bagi yang kalah bermain.
Semalam mereka ber enam nginap di apartment Marvin, Bermain game sampai larut malam. Andai saja bukan Galvin yang membangun kan cara menelfon mereka maka di pasti kan mereka akan ketinggalan bus.
"Aduh gue masih ngantuk lagi,kepala gue pusing banget nyet," Ujar Daniel berusaha menahan kantuk nya.
Begitu pun yang lain nyut nyut tan, karena masing mengantuk.
Alex yang melihat teman nya yang molor, dengan enak jidat membiar kan nya tersiksa. "Taik lo pada enak enak tepar, Sedangkan gue harus nahan,"
Mereka berpapasan dengan Mobil Galvin disaat sudah berada di gerbang sekolah.
"Woi woi bangun anjir lo pada ketinggalan bus," Galvin memukul kaca mobil dan berbohong bahwa bus yang mereka akan naiki sudah pergi agar teman teman nya bangun.
Mereka pun membuka pintu mobil dan keluar dengan secara bergantian.
Terlihat kantong mata mereka yang sedikit hitam apa lagi Renza yang paling lama tidur semalam.
"Anjir kalian ber enam kayak habis ngepet semalaman aja," Ujar Galvin melihat teman teman nya persatu.
"Eh tuyul" Kaget Mira melihat mereka ber enam. " kalian kenapa? kalian habis di bonyok preman pas perjalanan kesini iya?."Tanya Mira.
"Cl-,"
Perkataan Renza berhenti disaat bunyi pengumaman.
"HALO HALO DIHARAP BERBARIS ANAK ANAK. IBU AKAN MEMBAGI BUS SATU KELAS DENGAN SATU BUS.
"BUS PERTAMA AKAN DI TUMPANGI OLEH KELAS 10 IPA,SILAH KAN KALIAN BERBARIS,"
"HARAP PANITIA MENGHITUNG JUMLAH MURID SATU PERSATU DISAAT MEREKA NAIK KE BUS. BEGITU PUN DENGAN KELAS 11 NAIK KE BUS KEDUA, DAN KELAS 12 NAIK KE BUS KETIGA," Jelas bu jelita.
Mereka pun mengikut arahan Panitia dan naik keatas bus dengan cara berurutan dan tertip.
"Saya mau ngomong," Ujar Galvin angkat tangan.
Salah satu panitia pun menatap Galvin. " Ngomong apa Kak?." Tanya panitia tersebut yang merupakan Adek kelas nya.
"Gue mohom dua murid perempuan yang berada di bus kedua bisa di pindah kan ke bus ketiga,"pinta Galvin.
"Ga bisa kak semua nya sudah diatur," Jawab Panitia tersebut.
"dua orang yang ada dibus kedua sangat berharga bagi kami, "Ucap Renza."Kalau Mereka berdua terluka gue pastikan kalian para panitia mendapat kan sasaran nya,"ancam nya Renza membuat panitia yang Ada disana meneguk salvina nya dalam dalam.
"jadi kalau ingin hidup kalian masih pengen aman, cepat pindah kan mereka berdua ke bus ketiga," pinta Renza dengan menekan Ucapan nya.