
Semua inti anggota virgos. Mira pun ada, sekarang berada di rumahnya sang ketua. Atas suruan mama Marisa. Mereka semua disuruh berkumpul. Untuk meraya kan hari jadian Renza dan Mira. Sungguh mama Marisa sangat bahagia disaat mendengar berita itu. Bahkan mama Marisa berniat mengundang seluruh anggota geng motor Renza. Tapi untung lah Renza melarang mama nya.
"Lo gaada kerjaan, selain buat gue emosi ha sialan?" tanya Samuel pada Alex yang berjoget joget didepan nya. Padahal saat ini Samuel sedang disuruh untuk membakar ayam.
Alex seakan tidak mendengar. Dia masih aja berjoget didepan Samuel.
Samuel hendak menghampiri Alex. Namun Galvin cepat cepat menarik dari belakang kerah hoodie Alex.
"Lo selain beban. Mirip debm juga njing," ujar Galvin menendang bokong Alex. Membuat Alex terjatuh ke kolam renang yang ada disana.
"please. Kak Alex tuh kayak the real bocil kematian." Mira bergumam, sambil menggelengkan kan kepalanya.
"Anjing, tolong gue. Gue tuh ga tau berenang anjing." Alex menaikan tangan nya keatas permukaan.
"Alasan aja. Orang itu kolam tidak terlalu dalam juga. Ck drama lo ngalahin indosiar lex." Felix berdecak.
Alex pun menyengir kuda. Tiba tiba sesuatu terlintas di otak nya. Dia tersenyum nakal melihat Daniel yang berdiri tak jauh dari kolam.
"1, 2,3." Gumam Alex. Dia menarik kaki Daniel dari belakang. Membuat Daniel tersentak kaget.
Daniel mengendalikan diri nya. Setelah diri nya sudah merasa membaik. Dia menatap tajam kearah Alex. Yang hanya tersenyum tanpa dosa kepada nya.
"Bangsad lo Lelex." Daniel mengejar Alex , yang berlari naik keatas permukaan.
Terjadi lah. Permainan kejar kejaraan.
"Bukan teman gue anjing," ujar Felix.
"Tapi lo berdusta gimana pun. Mereka memang teman lo," sahut Renza yang duduk diatas ayunan bersama Mira.
"Maaf menganggu, teman kalian ada didepan, mereka semuaa nya cewek. Lima orang. Bibik ga izinin masuk, soal nya bibik minta izin dulu kekalian," ujar bik Linda yang tiba tiba datang
"Astaghfirullah bik lindah, hampiri copot jantung Samuel," carca Samuel.
"Heheh maafin bibik"
Mira berdiri dari duduk nya. "Itu teman Mira bik." Mira berjalan kearah bik Linda.
Bik Linda hanya mengangguk. Dia pun kembali ke dapur. Dimana ada mama Marisa.
"Siapa bik?" Tanya mama Marisa. Di saat bik Linda kembali kedapur.
"Teman nak Mira. nyonya, " Jawab bik Linda.
Mama Marisa pun hanya manggut manggut paham, pada bik Linda.
"Ya udah tolong cucu ini bik," pinta mama Marisa.
Bik Linda pun hanya mengangguk. Dia mengambil buah yang diberikan majikan nya pada nya.
"Ciee. Udah nikah aja kalian! udah dapat jalur ijo kok,"sahut Salsa.
"Masih muda kali." protes Mira.
"Iya gapapa. Cepat lebih bagus. Biar bisa enak enakan." Meisya menaik turun kan alis nya.
"Pikiran lo kotar banget mei, " sahut Irana.
Meisya hanya nyengir kuda. "Eh itu mama Renza kan iya? ayo bantu lah! jiwa chef gue keluar." Meisya berlari kedapur. Diikuti ke lima teman nya.
"Assalamu'alaikum. Tante! ada yang bisa kami bantu ga?" Tanya Meisya.
Mama Marisa membalikan badan nya ke sumber suara. Dia tersenyum. "Ga perlu cantik. Mending kalian kebelakang gabung sama teman kalian yang lain. Yang ini biar tante semua yang urus. Mira sayang, suruh teman teman kamu kebelakang gih," ujar mama Marisa.
Mira mengangguk. Lalu dia menatap teman nya persatu agar pergi dari sana. Mereka pun mau tak mau pergi dari sana. Padahal Meisya sangat ingin membantu. Cita cita nya menjadi chef, makanya dia sangat hobi memasak.
Mira tadi sudah memaksa untuk membantu mama Marisa. Namun di tolak bentah bentah. Alhasil Mira mengalah.
Mereka pun menuju ke halaman belakang rumah.
"Astaghfirullah ku ternodai. Innalillahi," ucap mereka menutup mata secara bersamaa, disaat melihat Alex dan Daniel membuka baju.
Renza Refleks berlari menutupi mata Mira. Menggunakan sweater milik nya.