
"Ha?" Mira bingung, siapa yang di maksud kakak nya?
"yayang teman baru kakak?" Tanya Mira memastikan.
"Ck. Renza ada didepan!" ujar Galvin.
"Owh. Maka nya yang jelas tuh ngomong nya." Mira mematikan kompor nya lalu pergi dari sana.
"Ciee bucin akut," teriak Galvin.
"Bicit," balas Mira.
Renza melihat Mira yang keluar. Baru saja ingin berucap, namun sudah di duluan ngi oleh Alex.
"Halo pacar ku," sahut Alex. Sehingga mendapat kan tatapan tajam dari Renza, dan toyoran keras dari Felix dan Daniel.
"Siapa pacar kak Alex?" Tanya Mira menaikan satu alis nya.
Baru ingin berucap kembali. Felix cepat cepat membungkap mulut Alex.
"Masuk. Magrib nih!" ujar Mira.
Mereka pun masuk kedalam rumah.
"Kalian kaya nya, ga bisa pisah sehari aja iya?perasaan kemana mana sama mulu!" ujar Mira heran.
"Nama nya juga Bestpray poreper!" sahut Alex.
"best friend forever. Monyet." Protes Galvin.
"Ck. Iya iya. Serah inti nya sama aja,"ketus Alex.
"niel, lex! temenin gue ke wc yok!" Kode Felix.
"Ayok," ujar mereka bersamaa. Karena sudah tau arti dari kode Felix.
"Ck. ke wc aja bawa pengawal," cibir Mira.
"bisik amat si dedek. Mau ikut emang?" ujar Alex.
"iyakkkkk!!!" Bentak Renza. Membuat mereka bertiga lari terpirit pirit.
"Gue ke kamar dulu bentar ya! mau sholat." Pamit Galvin pergi dari sana, tanpa menunggu jawaban mereka berdua.
Hening tercipta di antara mereka. Entah sangat canggung bagi mereka untuk memulai mengobrol.
Renza menggaruk kening nya. Mencari topik.
"Yang di whatsApp itu benar?" Tanya Renza.
Mira yang tadi memain kan jari nya, seketika menoleh kan kepala nya ke arah Renza. Dengan pipi merona dia mengangguk.
Renza melompat lalu meninju angin. " Yang benar dong jangan bercanda!" ujar Renza sekali lagi.
"Beneran Kak!"
Renza ingin berlari memeluk Mira. Namun tiba tiba bik Inah datang.
"non sholat?" Tanya bik Inah.
Mira menggeleng. " Lagi datang bik," ujar Mira.
"Ok kalau gitu bibik duluan iya!non, den Renza." bik Inah menunduk pergi dari sana.
"Ekhem." Renza berdehem. " Setuasi tidak mendukung! Gue mau sholat. Mushola nya diarah mana?" Tanya Renza.
"Nah itu Kak Galvin. Ikut sama dia."Mira menunjuk Galvin yang menurungi anak tangga.
Renza pun mengangguk. Tak lupa sebelum pergi dia berucap ke arah Mira. "Nanti jadi imam kamu iya?" ujar nya berbisik tepat ditelinga Mira. Renza tersenyum lalu buru buru pergi dari sana.
Dag dug. Jantung Mira mendadak berdetang kencang. Di perbuat Renza terhadap nya.
"Besok gue harus periksa kedokter! jantung gue uda ga aman!"
**********
Setelah sholat magrib, dan makan bersama. Renza izin kepada Galvin untuk membawa Mira keluar. Dan terjadi lah Renza di ejek kembali oleh teman teman nya.
"Kuy. Jangan di warung lalapan lagi bos. Kasian ibu negara kita, makan di warung lalapan," teriak Alex.
"Cieee, cieee. " Mereka meneriaki di saat Renza memasang kan helm untuk Mira.
"Berisik lo para jomblo karetan!" Teriak Renza.
"Ca aelah baru jadian sehari aja. Udah sombong," Cibir mereka.
"Suka suka gue. Iri saingan dong!" Renza menjulur kan lidah nya kearah keempat sahabat nya, sebelum memakai helm nya.
Renza naik keatas motor. Baru lah dia mengulur kan tangan nya untuk membantu Mira naik keatas motor nya. Padahal Mira bisa sendiri. Maklum nama nya juga orang bucin.
"Babay para jomblo." Renza meneriaki keempat sahabat nya. Sebelum dia melaju kan motor sport nya, pergi dari sana.
"Dih. Dulu yang menolak mentang mentang di cocok kin sama Mira siapa?Ckck. Memakan ludah sendiri, si Renza. "Felix geleng geleng kepala.
"Tau tuh. Sekarang malah bucin tidak ketolong," sambung Daniel.
"Ayo kita para jomblo main game aja," teriak Alex masuk lebih dulu kedalam rumah.
"siap siap aja lo makan cabai satu kilo, kalau kalah!" ujar Galvin. Lalu tertawa jahat di ikuti ke dua teman nya.