VIRGOS

VIRGOS
Stody tour keperdesaan ( 2 )



Mau tidak mau Mira dan Kayla di persihlahkan ganti bus ke bus Ketiga. dan dua orang juga di pindah kan ke bus kedua untuk mengganti kan posisi Mira dan Kayla.


"Kakak kenapa ngancam panitia kayak gitu?" Tanya Mira pada kedua orang yang ada disisi nya.


"Biar lo pindah kesini!" Jawab Renza.


"Kan gue sama Kayla bisa di bus kedua, Gue bisa jaga diri sendiri!"


"Kalau ada yang macem macem sama kalian berdua gimana?" Ketus Renza balik.


Semua yang ada di bus itu menatap mereka berdua.


Bisa bisa nya Mira membalas perkataan Renza?, Dan bisa bisa nya dia menolak di perhatiin oleh Renza yang merupakan manusia terpopuler di sekolah Sma pelita bangsa?.


Begitu lah pikir orang orang yang ada dibus itu, Ada juga yang merasa iri pada Mira karena dapat di perhatiin sama Anggota anak geng motor yang terkenal.


"Udah udah dek masalah bus aja di permasalahin, Kakak cuman ga mau kamu kembali mendapat masalah, apa kamu tau di sana ada anak buah Galileo yang masih mengincar kamu!"


Iya Renza dan ke enam teman nya tau tentang rencanan kembali Galileo untuk mencelakai Mira.


Kemarin teman Galvin yang memberi tau nya tentang pembicaraan Galileo dan Anggota geng motor nya disaat dia berada di rumah Sakit.


(percakapan Galileo dengan anggota geng motor nya).


"Besok di sekolah akan mengadakan Stody tour keperdesaan, Gue mau kalian Culik gadis yang bernama Almira Quentin Clarissa, Gimana pun cara nya yang penting kalian bisa menangkap kembali gadis sialan itu"


"Siap bos, kita berdua akan mengerjakan perintah mu bos, dengan sebaik mungkin" Ujar kedua Anggota geng motor Galileo.


Arkana juga ada disana karena Ia salah satu anak geng motor yang di diri kan oleh Galileo namun dia tak tau gadis yang di maksud oleh Galileo adalah gadis yang dulu dia jadi kan sebagai kekasih nya.


Saat di mana Arkana bertemu dengan Galvin, Disaat itu Galvin mencerita kan kejadian menimpah Mira. Disitulah Arkana mengatahui bahwa Mira yang di maksud Galileo adalah adik dari teman lama nya Ia itu Galvin.


Arkana bukan bermaksud untuk menghianati geng nya. Terutama pada ketua nya namun Arkana juga tidak ingin gadis yang merupakan mantan kekasih nya di lukai oleh sang ketua.


Entah apa masalah nya Galileo dengan Mira sampe dia terus mengincar Mira, Bahkan dia sudah mendapat kan pelajaraan dari Renza namun masih aja berbuat.


Mira mengangguk paham, Tentang apa yang di cerita kan oleh Galvin ke pada nya, Kini dia tak membantah dan berdebat lagi dengan Renza.


Mereka pun kembali berbahagia bersamaa disaat bus yang mereka tumpangi sudah melaju.


"Pak pak pinjam gitar nya dong pak, Suara bapak jelek tau, jadi ga usah nyanyi mending beri ke saya Pak" Rayu Alex pada Pak Amir yang merupakan guru mereka.


"Eh kamu ngehina suara bapak?" Tanya pak Amir meninggi kan nada bicara nya.


"Ga Pak bercanda, Sini pak biar saya yang nyanyi. saya pastikan semua yang ada dibus ini senang santosa" Lagi dan lagi Alex merayu.


Pak Amir menaikan satu alis nya menatap tak enak pada anak murid nya yang satu ini.


"Ini milik Raka, Coba minta izin dulu pada nya" Pinta Pak Amir.


"Ga Pak jangan di pinjamin sama Alex!" Teriak orang yang bernama Raka dari belakang.


"Noh dengar apa yang di katakan Raka, ga bisa kan" Ujar Pak Amir serasa menang tantangan.


"Ck pelit ah" Carca Alex.


Kini geliran Felix yang mengasut Raka agar gitar nya dipinjam kan kepada nya.


Raka yang terhasut pun mengiykan.


"Noh Pak, Raka udah ngizinin, Sini Pak gitar nya" Ucap Felix meminta gitar itu pada Pak Amir.


mau tak mau Pak Amir pun memberi kan gitar itu pada Alex.