
Galvin melepas kan helm yang di pakai Kayla di saat mereka telah sampai di Rumah sakit dimana Mira dirawat.
"Ok deh." gumam Galvin tersenyum.
"Ayo masuk" Ajak Galvin yang ingin menggegam Tangan milik Kayla namun tak jadi.
Mereka pun masuk kedalam Rumah Sakit tersebut dengan berdampingan tidak ada Kata dari mereka.
"Eh Kak kata nya Kakak mau ngomong sesuatu pada aku? ngomong apa Kak?" Tanya Kayla buka suara.
"Gue sampai lupa untung aja lo ingetin gue" Galvin mengaruk bagian belakang kepala nya yang tak gatal. " gue mau ngomong di hari itu lo kan yang ada di cl-." ucapan Galvin terpotong disaat seseorang menepuk bahu nya dari belakang.
"woi bro" sapa Seseorang itu pada Galvin.
"woi Arkana lama ga jumpa bro" Galvin memukul lengan yang bernama Arkana itu.
"Ngapain lo disini? terus cewek ini siapa? pacar lo? jangan bilang lo kesini karena udah kebalsan sama cewek lo ini, parah lo Vin" Skak Arkana.
"Gilaak lo sialan dia teman adek gue, adek gue di Rawat di Rumah Sakit ini" ujar Galvin.
"Own Mira?" Tanya Arkana.
"menurut lo adek gue ada berapa?"
"iya juga juga sih" Arkana mengaruk belakang kepala nya.
"Eh Mira kenapa bisa diRawat disini?. "Tanya nya lagi.
"Iyya Karena dia sakit lah" Jawab Galvin.
"Sih Anjir maksud gue kok bisa dia Sakit apa"
"Musibah, gue tanya deh lo ngapain disini?" Tanya Galvin balik.
"jengukin Teman" Jawab nya.
Kayla hanya mengekor di belakang kedua Pria itu yang asik mengebrol. tanpa berani menganggu.
sesampai nya di depan Ruangan Rawat Mira Galvin berhenti membuat Kayla menabrak badan nya.
"Aduh" Ringis Kayla.
Galvin membalikan badan nya kebelakang.
"eh Sakit ga?" Tanya nya yang tunduk sedikit Karena Kayla hanya sebatas bahu nya, dia mengusap kening Mira yang terkena badan belakang nya.
Galvin bernafas lengah karena Ucapan Kayla.
"lo masuk duluan ini Ruangan Mira, gue mau lanjut ngobrol dulu sama teman gue" pinta Galvin pada Kayla. Kayla pun hanya mengangguk lalu memasuki Ruangan yang berada didepan nya.
Kayla memutar kenop pintu Ruangan Rawat Mira tersebut.
"Astaghfirullah apa ini." teriak Kayla syok melihat pemandangan didepan nya.
Kenapa tidak? Pemanangan yang Ia lihat adalah dimana Wajah Renza berada di atas Wajah Mira siapa pun yang melihat nya akan salah pahaman dan mengira mereka saling berciuman.
kenapa yang Ada didalam Ruangan tersebut hanya ada Mira dan Renza? dimana Marvin yang Kata nya ikut? iya! Marvin keluar sedang keluar sebentar untuk menerima telfon.
Renza dan Mira yang baru sadar pun memperbaiki posisi nya dan Renza yang beranjak dari depan wajah Mira disaat mendengar teriakan seseorang.
Renza beserta Mira melirik kearah depan pintu melihat siapa yang ada.
"Kayla?." Tanya Mira disaat sudah melihat jelas orang itu.
Renza pun sedikit mundur dari sana disaat Kayla berjalan kearah Mereka.
Kayla menghambur kan badan nya memeluk teman nya itu disaat telah sampai didepan Brankar. Mira pun sanatiasa membalas pelukan nya
"Maafin aku ya ra baru bisa jengukin kamu sekarang." Ucap Kayla yang masih memeluk Mira.
Mira mengelus badan belakang Kayla lalu sedikit Demi sedikit dia melepas kan pelukan mereka.
"Gapapa asal kan lo udah datang jengukin gue" Mira tersenyum kearah Kayla.
"Tadi kalian ngapain ha?." Tanya Kayla hanya kepada Mira mana berani dia bertanya seperti itu pada Renza.
"Apa nya? lo cuman salah paham tadi itu." Jawab Mira jujur entah apa yang harus dia jawab pada teman nya yang masih menatap nya dengan penasaraan.
Kayla memicing kan mata nya kearah Mira. Ia menatap bibir Mira.
Lalu bernapas lengah karena bibir Mira tak basa bertanda teman nya ga habis ciuman dengan Renza.
"owh" ujar Kayla singkat.
"Iya, lo bareng siapa kesini?"tanya Mira.
"bare-" belum sempat Kayla mengucap kan sudah di potong oleh seseorang.
"Bareng kakak"