VIRGOS

VIRGOS
Mengingkari janji?



Mira terus terusan kepikiran tentang pesan dari Arkana. Padahal dia udah berusaha tidak memikir nya. Namun pesan itu terus terbayang bayang di benak nya.


"Ck. Mana mungkin? kak Renza aja pas ngajak jadian aja, kaku?,"ujar nya berbaring di atas ranjang milik nya. "Ga, ga . Ga boleh kepikiran. Kak Renza ga mungkin kaya gitu!" Mira berusaha mengyakin kan diri nya.


"Gue harus bertanya ke Kak Galvin. Tentang kepribadian kak Renza." Mira beranjak bangun. Dia keluar dari kamar, berniat menemui Galvin.


Mira mengintip di balik pintu kakak nya. Melihat Galvin yang berbaring di ranjang, sambil memain kan ponsel nya. Dan tidak lupa, dia terus saja tersenyum.


"Kak Galvin udah odgj kaya nya. Lihat tuh senyum senyum ga jelas,"umpat Mira. " Astaghfirullah, dosa ga sih? umpatin kakak sendiri?" gumam nya. Dia beranjak masuk kedalam kamar sang kakak.


"Kak Galvin!" Panggil Mira.


Suara Mira. Membuat Galvin tersentak kaget. Dia buru buru mematikan layar ponsel nya.


"Bisa ga sih dek. Kalau masuk ketuk pintu dulu? kalau aku tadi serang jantung gimana?" Ketus Galvin.


Mira menyengir kuda kearah Galvin. " Lupa kak. Kakak sih kenapa senyum senyum? atau jangan jangan kakak tadi habis lihat cewek se*? iya?" tuduh Mira.


"Apasih. Fitnah tau ga!" protes Galvin.


"Iya aelah, santai aja napa?"


Galvin memutar bola mata nya malas. " Ada urusan apa kesini?" Tanya Galvin.


"Nah kan! Mira sampai lupa tujuan Mira kesini!" ujar Mira. Dia duduk di tepi ranjang milik sang kakak.


"Jadi kedatangan Mira kesini. Mau nanya ke kakak. Kepribadian kak Renza itu gimana?Mira pengen tau! sifat nya, atau orang nya tuh gimana?" Tanya Mira dengan serius. "Mira sebagai pacar kak Renza. Mau tau! sebelum Mira belum terlalu mencintai kak Renza. Mira ingin tau dia orang nya gimana. Menurut kakak?"


Galvin beranjak bangun. Yang tadi yang sedang tidur. sekarang bangun, dan menghadap keadik nya.


"Kalau menurut kaka iya?" Tanya Galvin.


Mira mengangguk.


"Menurut kakak. Renza itu orang nya baik. Selama kakak temenan sama Renza. Renza tidak pernah berbuat kesalahan yang fatal. Dia juga orang nya perhatian, dan selalu berfikir dengan dewasa. Kamu pasti tau? kenapa anak anak Virgos memilih dia menjadi ketua? karena kami tau, kalau Renza adalah orang yang tepat untuk menjadi pemimpin, dia seorang petanggung jawab. Itu lah juga Alasan kakak. Ngerestuin hubungan kalian!"


Mira hanya mengangguk. " Sebelum Mira. Apa kak Renza pernah punya hubungan sama yang lain?" Tanya Mira.


"Setau kakak. Ga ada deh! jangan kan punya hubungan dengan cewek. Dekat aja gak pernah. Cuman kamu yang bisa dek," jelas Galvin.


"Sudah ku duga. Tapi kenapa yang dipesan Arkana. bertolak belakang dengan apa yang dijelaskan sama kak Galvin ?gue harus nyari tau sendiri!!! dari pada kepikiran terus!" batin nya.


"Makasih kak! kalau gitu Mira mau balik kemar Mira." Mira berdiri dari sana.


Galvin hanya mengangguk. Mira pun pergi dari sana.


Galvin yang selalu peka dengan keadaan. Merasa ada yang terjanggal di hati sang adik.


"Mungkin Mira. Memang cuman ingin tau tentang Renza," gumam nya. Dia tidak ingin berfikir yang ga ga.


Sampai nya di kamar. Mira menghubungi seseorang.


"Setelah ini. Semua nya akan jelas. Yang mana yang benar. Arkana atau kak Renza," gumam nya.


Ting


Ponsel Mira bunyi. Menandang kan ada pesan masuk. Ternyata pesan dari suruhan nya. Semua nya terlalu cepat untuk nya. Untuk membukti kan semua nya.


Mira tersenyum. "Kan apa yang gue bilang?"


"Kamu kira mantan mu ini bodoh?" ujar nya.


"Kamu baik. Tapi karena pata hati. Kamu menjadi licik seperti ini. Kana. Gue berharap kamu ga buat lebih dari ini."


"Kamu kan pernah bilang ke aku? aku ga akan menggangu dan tidak akan egois untuk mendapat kan mu kembali lagi, aku janji ra. Tapi kenapa. Kamu mengingkari janji?"