
Pagi hari telah tiba, Semua siswa berlomba lomba ke toiler warga untuk Mandi, Ada pun yang pergi ke sungai. Iya kebanyakan siswa cowok mandi di sungai.
Sama seperti delapan Anggota kelompok ini.
"Taik lo semua, " ujar Alex, Karena kedua teman nya Ia itu Samuel dan Daniel mendorong Alex kesungai.
"Lo sih udah sejam ngelamun mulu di perbatuan, Keburu orang disuru kumpul lo masih disana, Baik nih gue jadi sahabat" Ujar Daniel.
"Tapi ga gitu juga anj, kaget gue, kalau nyawa gue melayang gimana?" Tanya Alex di sela perkataan nya.
"Iya gapapa lo juga cuman beban" Jawab Marvin yang melayang kan tubuh nya di pemukaan air.
"Teman teman lo dari dari bus sampe sekarang terus rebut, Padahal cuman masalah sepele" Ujar Arkana pada Galvin yang sedang memakai sabun.
"Ck udah makanan sehari hari itu mah" Jawab Galvin.
"Tapi punya teman kayak mereka tu langka Vin" Arkana melihat teman teman Galvin yang kelakuan nya memang beda dari yang lain.
Galvin melirik Arkana lalu tersenyum. " Iya gue beruntung dapat teman teman kayak mereka, Mereka yang buat gue bahagia, ke absurd mereka tiap hari selalu bisa buat gue tertawa."
"Eh Za lo mau kemana?" Tanya Galvin disaat Renza beranjak dari sana.
"Mau balik ketenda" Jawab nya.
"Tapi lo belum basa anjir, Ga Mandi lo?"
"Ga! gue mau mandi di toilet warga nanti"
Renza pun pergi dari sana meninggal kan teman teman nya yang sedang mandi, Mandi nya pake atasan seperti celana iya, Entar pikiran kalian pada kemana mana lagi.
"Dia kenapa sih dari kemarin murung mulu tuh muka, Kayak lagi ketukar sama sicimol" Ujar Felix yang berada di samping Galvin.
"Nah gue juga merasa aneh sama sikap Renza"Jawab Galvin yang menatap kepergian Renza.
Renza yang sedang berjalan menaiki pereputan yang ada didekat sungai tersebut untuk kembali ketendaa.
Tiba tiba disaat Ia sudah berada di jalan, dia melihat gadis yang membuat nya sedang cemburu dari kemarin.
"Cla" Teriak Renza.
Mira pun yang tak asing dengan panggilan itu membalikan badan nya.
Mira menaikan satu alis nya lalu ingin berjalan mendekati Renza, Agar Kayla dan yang lain tak berfikir aneh aneh.
"Eh Mir mau kemana?" Tanya Meisya yang melihat adek kelas nya berputar balik.
"Mau kembali ke toilet, soal nya ada barang ku yang ketinggalan" Jawab Mira berbohong.
Meisya pun manggut manggut mengerti.
Mira pun mendekati Renza.
"Kenapa Kak?" Tanya Mira disaat dia sudah berada tepat didepan Renza.
Renza tak menjawab pertanyaan Mira, dia menarik tangan Mira pergi dari pertengahan jalan.
"Eh kak mau kemana?"Tanya Mira disaat Renza menarik tangan nya.
Renza berhenti disebuah tempat dimana banyak sawa di sekitar nya dan, Ada pun tempat duduk disana.
Renza mendudukan Mira di tempat duduk tersebut.
Sedangkan Mira hanya diam.
"Kak Renza kena-," Belum sempat melanjut kan ucapan nya Renza tiba tiba memeluk Mira.
"Gue cemburu" Sahut Renza.
Mira membeku dan tak berkedip disaat Renza mengeluar kan perkataan tersebut dalam mulut nya sendiri.
"Ha?"
Mira ingin melepas pelukan Renza dari diri nya. Namun kekuatan Renza lebih kuat dari pada diri nya sendiri.
"Kakak cemburu lihat kamu dekat sama cowok lain!"
"Tapi kenapa?" Tanya Mira yang sedikit tak menyangka dan Ia disaat ini jantung nya sedang berdetak kencang.
"Iya gue cemburu Cla!"
"Tapi Kak,"
Mira tak tau ingin merespon gimana kepada cowok yang ada didepan nya.
"Gue tau gue ga pantas cemburu kayak gini tapi gue memang kagak suka lihat lo sama cowok kemarin yang bernama Arkana, Gue ga suka lo tersenyum ke dia sedang kan ke gue ga sama sekali!"
"Hem, Jadi karena gue cuman tersenyum ke Arkana kakak jadi cemburu gitu?"
Renza mengangguk.
"Kaka suka sama Mira?" Tanya Mira.
hug
Renza menelan salvina nya mendengar pertanyaan Mira, Entah dia juga tak tau tentang perasaan nya saat ini.