VIRGOS

VIRGOS
Bullsing di perbuat Renza



"Lo apa apa sih anj?" Bentak Meisya disaat dari kelompok lain menumpah kan hasil petikan mereka di keranjang.


"Ups sorry ga sengaja," Ujar siswa itu dengan santai memain kan anak rambut nya. Tak ada rasa bersalah sedikit pun di raut wajah nya.


Meisya berdiri lalu menjambak rambut siswa tersebut. "Sialan lo, Gue minta lo kumpulin tomat tomat itu kembali!" Pinta Meisya menarik sedikit keras rambut siswa perempuan tersebut.


Siswa perempuan yang bernama kasya itu meringis kesakitan. Bukan maen jambakan Meisya sangat brutal.


"Mei lepasin Mei," Salsa dan Irana mencoba membuat Meisya berhenti.


Meisya pun melepas kan jambakan nya di rambut Kasya. "Bersih kan cepat anjing!"


"Bersihin aja sendiri." Kasya pergi dari sana. Membuat Meisya gerah dan ingin melempari nya sendal, Namun cepat cepat Salsa dan yang lain menahan nya.


"Istigpar kak," Pinta Alana.


"Astaghfirullah"


Meisya mengusap dada nya, Berusaha untuk sabar. Kasya memamg sering mencari masalah dengan nya, Kasya merupakan teman sekelas nya yana pikme, dan jangan lupa sering caper ke Renza dan keenam teman nya Walaupun sering kali mereka memghina Kasya sebagai cewek murahan, namun si Kasya masih saja caper ke mereka.


Udah tau Renza dan teman- teman nya mempunyai mulut pedas, Asal cepla ceplos.


"Dia tuh kenapa sih?" Mira sangat heran pada si Kasya.


Kasya orang yang waktu itu menghina penampilan Kayla, Yang sempat Mira nampar saat itu.


"Ga jelas memang dia, Maklum kembaran demit,"Jawab Salsa.


"Kita pungut ini tomat tomat." Pinta Kayla.


Mereka pun dengan sabar nya mengambil tomat asil petikan mereka dan menaro nya kedalam keranjang, yang sempat si Kesya tumpah kan.


Mereka pun membersih kan tomat yang terkena lumpur basa.


Mereka pun beristirahat dan mengipasi wajah mereka yang berkeringat.


"Nih minum," Seseorang menyodor kan sebotol air ke Arah Mira.


Membuat Mira dan yang lain menatap orang itu, Orang itu adalah Arkana.


Mira dengan datar mengambil dengan ragu air meneral itu. " Makasih." Ujar nya lalu menyodor kan air meneral itu kearah Alana yang terlihat paling lelah.


"Alana ini buat lo, Kayak nya lo lelah banget. Lo lebih butuh minum," Carca Mira yang masih menyodor kan sebotol air itu kearah Alana.


"Ambil atau gue bakal marah sama lo"


Alana menatap Arkana. " Gapapa?" Tanya Alana pada Arkana.


Arkana yang diam itu pun mengangguk." Iya benar kata Mira lo lebih butuh air itu, Kalau begitu gue pergi iya."


Tiba tiba orang berjalan ke arah mereka. Kecuali Mira Mereka yang ada disana seketika saling tatap dan saling berkode agar pergi dari sana.


"Mira lo tunggu disini dulu iya, Kita mau angkat ini ke posko, Lo udah banyak bekerja jadi sekarang biar kita berlima yang kerjain." Tutur Salsa.


"Ta-"


Belum sempat melanjut kan perkataan nya, Mereka mengangkat masing masing keranjang tomat dan pergi dari sana.


"Capek iya?" Tanya seseorang itu tiba tiba memakai kan topi milik nya keatas kepala Mira, Agar cahaya matahari sedikit tak mengenai wajah cantik Mira.


"Kak Renza ngapain disini?" Tanya Mira.


"Ga tadi ga sengaja lewat"


Mira memicing kan mata nya kearah Renza. " Masa?"


Renza memutar bolo mata nya malas, Lalu duduk di samping Mira. " Iya udah ga usah percaya," Renza menoleh kan kepala nya ke wajah Mira.


Membuat wajah mereka dekat banget, Bahkan hambusan nafas kedua nya bisa dirasa kan.


"Apasih kak"


Mira membuang muka, Sekarang diri nya serasa bullsing di perbuat Renza.


Kenapa tidak? wajah Renza terpapang jelas di depan mata nya.


"Kak jangan kayak gini ah," Pinta nya.


Renza terkekeh dan kembali dengan tubuh yang normal. " Kenapa tuh muka?" Tanya Renza basa basi, Padahal dia sangat tau kalau saat ini gadis yang berada didepan nya sedang salting.


"Ga." Jawab Mira singkat.


Renza membuka air botol yang dia bawa lalu memberi kan nya kepada Mira. " Nah minum, pasti haus kan?" Tanya Renza.


Mira mengambil botol air itu tanpa menoleh kearah Renza.