VIRGOS

VIRGOS
part 18



pagi Hari semua orang yang berada di ruang rawat Mira sudah pergi untuk bersekolah kini Mama Rina yang berada di sana untuk menemani nya.


"cepat sembuh iya sayang"Mama Rina mengelus puncuk kepala Mira dengan lembut.


Mira mengangguk "Mira mau banget cepat cepat sembuh biar ga nyusahin kalian"


"Maka nya suap obat ini Dulu ya biar cepat sembuh" Mama Rina memgambil sebuah butiran obat yang tadi suster berikan pada Mira.


Mira pun hanya mengangguk lalu mengambil obat itu dan memasukan nya ke dalam mulut nya.


"ini minum cepat" Mama Rina menyodor kan segelas Air ke arah Mira, Mira pun senatiasa langsung menegok Air itu sampai habis.


"pintar sayang"


Mama Rina tersenyum lalu memberi kan jempol kearah Mira.


********


satu sisi Dimana Renza dan lain Sedang berada dikelas mereka akan mengikuti Jam pelajaran karena sebentar lagi mereka akan Lulus jadi mau tak mau mereka mengikuti Jam pelajaran.


dulu cuman Marvin yang selalu mengikut semua Jam pelajaran yang di tentukan disekolah nya Marvin bisa disebut sebagai Anak terpintar disekolah tersebut.


dia pernah ditawar kan untuk menjadi ketua osis namun dia menolak nya.Kata nya dia udah kesusahan mana mau nambah beban lagi.


ok kita kembali.sebenar nya mereka kesekolah niat mengasih pelajaran kembali untuk Galileo namun ini hari kata nya tak masuk karena tangan kaki nya cederah karena ulah Renza kemarin.


sekarang Jam istirahat sudah bunyi semua murid sma pelita berlomba lomba menunju kekantin untuk mengisi perut mereka masing masing sama seperti ke tujuh orang ini yang paling pertama sudah berada di kantin.


"ck sialan sok sok an jadi ketua geng motor segitu aja udah kritis kasian sih gue sama anggota nya mempunyai ketua banci seperti Galileo" cibir Alex.


"nah iya dia lebih baik jadi pelayan om om belok di luar sana lebih cocok serius"tambah Daniel.


"gue penasaraan gimana sih lo mukul Dia nya Re? parah banget kalau didengar dengar kondisi nya"


Renza hanya menaikan bahu nya lalu kembali memakan bakso nya.


"woi cimol lo kelaparan ya? porsi lo banyak banget hari ini ba Njr" ketus Samuel yang melihat Marvin sudah dua mangko baksa habis dia makan.


"sirik ae lo duit duit gue kenapa lo yang ngaur" umbuh Marvin melanjut kan makan bakso nya.


"eh bos Balapan ga bentar malam? gue dapat kabar dari ucup bentar malam bakal ada balapan di tempat biasa"


"ga gue mau kerumah sakit"ujar Renza menolak.


"ciee cieee makin kesana aja nih bos kita" ledek Felix.


"langsung ae lah bos jangan kasih kendor awas ditikung sama Marvin" tambah Samuel menaik turun kan alis nya menggoda sang ketua.


"diam atau gue colok mata lo satu satu pake sodot ini ga lupa gue kasih ketek Alex dulu" ancam Renza.


"garing" Respon Marvin singkat lalu pergi dari sana membawa tiga mangkok bakso yang sudah dia habiskan tadi.


"ca aelah ga jelas si cimol"skak Felix.


"eh dek dek sini"panggil Alex pada salah satu murid yang bawa gitar.


"iya Kak kenapa?"ujar murid laki laki itu dengan sopan.


"pinjam gitar lo sini" pinta Alex.


Murid laki laki itu sebenar nya tak rela memberi kan gitar nya pada mereka bertujuh tapi karena takut dia terpaksa memberi kan nya.


"sebentar kembaliin iya Kak itu Mahal soal nya"ujar murid itu lalu cengir kuda mengaruk belakang kepala Ny yang tak gatal.


"Alex tuh perusak barang Awas gitar lo di patah dua Sama dia" Felix situkang kompor.


plak


Alex memukul kepala Felix menggunakan bekas botol Air mineral nya.


"sembarang lo kalau bilang ga iya gue bukan perusak"cibir Alex tak terimah.


"ngapain lo masih tinggal? entar kita kembaliin kali gitar buntut lo ini ca aela" ujar Daniel pada adek kelas nya tersebut.


murid laki itu pun pergi dari sana meninggal kan gitar kesayangan nya pada mereka.sungguh tak Rela hati nya.


"turungin bekas makanan lo semua aa Galvin ingin bernyanyi"pinta Galvin.


"ga ah bisa bisa telinga kita pada Rusak dengar suara lo yang buntut itu"


"berani lo ya anjir gue lempar pake pulpen bekas gosokan ketek Alex lo baru tau rasa lo sialan"cibir Galvin tak terimah.


"Sampai saat ini tak terpikir olehku Aku pernah beri rasa pada orang sepertimu"


Galvin mulai mempetik gitar tersebut lalu mulai bernyanyi.


"Seandainya sejak awal tak kuyakinkan diriku


Tutur kata yang sempurna, tak sebaik yang kukira"


"Andai ku tahu semua akan sia-sia


Takkan kut'rima cinta sesaatmu"


"Bagaimana dengan aku terlanjur mencintaimu?"


teriak mereka secara bersama dengan tangan di lambai kan keatas.


"Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang


Tak terpikirkan olehmu"


"hatiku hancur kar'namu Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan Takkan kut'rima cinta sesaatmu" Marvin mengeluar kan suara nya yang merdu dengan wajah yang tetap datar.


"Seandainya sejak awal tak kuyakinkan diriku Tutur kata yang sempurna, tak sebaik yang kukira" Sambung nya.


membuat murid perempuan yang Ada di kantin atau lebih tepat fans Marvin berteriak hesteris mendengar suara Marvin.


"Andai ku tahu semua akan sia-sia Takkan kut'rima cinta sesaatmu"


kini Renza yang bernyanyi membuat lagi dan lagi mereka berteriak.


"Bagaimana dengan aku terlanjur mencintaimu? Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan Tak akan kut'rima cinta sesaatmu" teriak Alex.


orang yang ada di kantin melambai kan Tangan nya keatas walaupun suara nya ga jelas tapi mereka trap menghayati.


"Sial-sialnya ku bertemu dengan cinta semu"


"Tertipu tutur dan caramu"


"Seolah cintaiku (cintaiku) Puas kaucurangi aku?"


teriak Mereka yang berada di kantin secara bersamaan.


"Bagaimana dengan aku terlanjur mencintaimu? (Cintaimu)"


"Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang"


"Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu"


"Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan Takkan kut'rima cinta sesaatmu"


Galvin turun dari meja lalu duduk kembali dikursi nya dia mengambil Air mineral milik Marvin Tanpa izin Marvin dia mengambil nya dan meminum nya.


Daniel menyenggol badan Galvin membuat Galvin emosi karena dia sedang minum Dan Air itu hampir membasahi Seragam nya.


"apasih anjir ha?"skak Galvin.


"itu kampret itu si Kayla bukan?"tanya Daniel menunjuk kearah gadis yang di ganggu beberapa cowok di kantin.