
Mira tersenyum ke arah Kayla lalu berjongkok di depan Mama kayla Ia memegang tangan orang tua paru baya tersebut." aku jadi kangen sama Mama" lirih Mira yang menggegam tangan Mama Kayla.
Kayla menatap bertanya kearah Mira, Mira yang peka pun mencerita kan bahwa Mama nya berada didalam Rumah sakit sudah bertahun tahun koma.
"sabar iya Mira"
Mira tersenyum lalu mengangguk."iya udah gue pulang iya besok jangan lupa dandang yang cantik ke sekolah lepas kecamata bulat lo itu, agar orang tau lo juga bisa seperti mereka ok?" tutur Mira lalu di angguki oleh Kayla.
setelah kepulangan ke rumah Kayla Mira pulang ke rumah mengambil motor nya lalu pergi ke markas.
"malam evebedy" sahut Mira saat sudah berada di markas.
"siang buk bos" uja Aldo
Mira menyulur kan jari tengah nya ke arah Aldo membuat Aldo membulat sempurna.
"anjir tengil juga buk bos"gumam Aldo.
Mira berjalan ke arah Galvin yang sedang bermain game lalu Ia melirik ke arah Daniel yang Sedang bermain tiktok mungkin dia sudah kepelet tiktokan ucup.
"Kak niel bikin apa Itu" tanya Mira.
"praktekin ikan berenang malah nanya lagi ya jelas tiktokan lah biar jadi seleb tau"
"dih orang juga basa basi gitu aja sinis bangat dah Kata kak Alex seperti burung kencur"
hening pun tercipta di antara mereka semua yang sibuk dengan urusan masing masing membuat Mira bosan.
tiba tiba ponsel milik Renza berbunyi menandangkan ada telfon masuk dari ponsel nya.Renza mendengus kesal karena ponsel nya berbunyi membuat nya harus menghenti kan bermain game nya.
mau tak mau Renza harus menghentikan permainan nya lalu menjawab telfon tersenyum.
Renza[iya kenapa bik?]
[................]
Renza [apa??? ok sekarang Renza kesana bik]
Renza memutus kan panggilan tersebut lalu tergesa gesa memakai Jaket milik nya.
"Mau kemana lo za?" tanya Galvin melihat Renza begitu terburu buru.
Renza melirik Galvin sekilas "Mama gue Vin pingsan saat ini sudah dibawa ke rumah Sakit"
"gue ikut" ujar Galvin
"kita juga bos" susul mereka ber empat
Renza langsung menaiki motor sport nya lalu melaju kan nya dengan kecepatan tinggi. saat ini dia sangat khawatir dengan sang Mama.
setelah sampai di rumah sakit dia langsung masuk dengan buru buru.
"gimana bik Kenapa Mama sampai pingsan? apa yang terjadi di rumah?apa Mama kecapean?"tanya nya berturut turut ke arah sang art disaat Ia sampai didepan ruang UGD.
tanpa pikir panjang Renza mengambil surat surat itu dan barang barang di baluki plastik.Renza pertama tama membaca Surat surat yang di berikan bik Linda.
deg.
sesak didada, getaran di tangan Renza disaat Ia membaca seluruh isi surat tersebut. "ini apa apaan ini ini semua bukan milik papa, Papa tidal akan ninggalin Renza sama Mama, Papa kan masih di luar negri,Semalam Renza telfonan sama Papa mana mungkin ini milik Papa, Papa juga tak bilang bahwa iya ke Indonesia" ujar Renza belum mepercayai isi surat tersebut bahwa Papa nya di nyatakan meninggal karena kecelakaan pesawat disaat Papa nya pulang ke Indonesia.
mendengar itu bik linda ikutan kaget dan bergetar hebat, gimana tidak? orang yang sudah dia Anggap seperti anak nya sendiri sedari Remaja hingga Renza ada didunia ini bik lindah lah yang merawat Papa Renza maka dari itu dia juga merasa kan kehilangan seperti Renza dan Mama nya.bik lindah sudah Lama bekerja di keluarga Renza bahkan keluarga Renza sudah menganggap bik lindah sebagai keluarga bukan sebagai art dan majikan.
"bik jangan bercanda ini bukan hari ulang tahun Renza" Renza terduduk didepan Ruang UGD.
tiba tiba seseorang memeluk Renza yang tak lain adalah Mira yang sudah sampai di rumah Sakit bersama Galvin dan Ke empat teman nya.bahkan mereka sudah mendengar bahwa Papa Renza meninggal dunia karena kecelakaan pesawat.
"Papa tidak akan ninggalin Renza dan Mama"ujar Renza yang terisak didalam pelukan Mira, Mira pun mengelus rambut Renza dan berusaha menenang kan nya.
"iya kak kakak tenang dulu okk?"
"ini bukan milik Papa kan Mira? mungkin saja cuman nama nya mirip sama Papa , dan barang barang itu juga mungkin hanya mirip"
"kalau Kakak kagak percaya dengan ini semua coba Kaka telfon Papa Kakak" ujar Mira yang masih memeluk Renza.
Renza pun beranjak dari pelukan Mira lalu mengusap air mata lalu mengambil ponsel nya dan menelfon Papa Nya namun nomor Papa nya tidak aktif membuat Renza melempar hp nya.
"arrrrr sialan kagak mungkin Papa ninggalin Renza"teriak Renza memukul kepala nya
Mira melirik ke Galvin dan ke empat teman nya memberi kode.mereka yang mengertii pun mendekati Renza.
"Za tenangin diri lo, kuatin diri lo ini kalau memang om Wijaya benar benar tewas dikecelakan itu lo harus ikhlas kematian tidak ada yang tau lo jangan seperti" Galvin memeluk sahabat nya dan berusaha manesehati nya.
"Iya za yang di katakan Galvin benar tenangin diri lo, Mama lo perlu lo, lihat tante Rina juga butuh seseorang di keadaan seperti ini"sambung Felix.
"tante Rina sudah sadar" sahut Samuel disaat di beri tau suster yang berada didalam ruangan tersebut.
Renza melepas pelukan Galvin lalu masuk ke ruangan dimana Mama nya di rawat.
"Kak biar Mira yang masuk temanin kak Renza"Mira mencegah Galvin disaat Ia hendak mengikuti Renza" Kakak urus mayat Papa Kak Renza aja" pinta Mira lalu masuk ke ruang UGD.
"Renza Papa kamu" ujar Mama Rina disaat dia melihat anak nya menggegam tangan nya.
Renza berusaha menahan air mata nya lalu mencium puncuk kepala sang Mama " iya Papa udah tenang disana Ma"
"tidak Papa kamu masih hidup mereka ngeprank kita Papa pasti mau buat kejutan buat kita" Mama Rina tertawa tak menerima kenyataan.
"gk ada yang prank atau buat kejutaan MA Papa emang udah ninggalin kita dia lebih memilih Tuhan dari pada kita"
Mira berada di samping Renza juga ikut terpukul dan merasa kan sakit, padahal Mira bukan siapa siapa bagi Renza mau pun keluarga nya namun disaat seperti ini dia melihat seorang ibu atau istri terluka dia akan mengingat bagaimana terluka nya Mama nya dulu.
Mama Rina berhenti tertawa dan melirik anak nya "kalau Papa memang sudah pergi Mama juga akan ikut Papa pergi "Mama Rina melepas kan tangan nya yang di genggam oleh Renza lalu mengambil pisau yang berada di atas tumpukan buah buah ingin menusuk perut nya sendiri namun......
"MIRA" Renza berteriak melihat Mira menahan pisau menggunakan tangan nya yang sudah ujung Pisau yang tajam untuk melindungi perut Mama Rina yang ingin Ia tusuk ke arah perut nya sendiri.