
"Kenapa?" Tanya Salsa bingung.
Marvin membuang muka kearah lain. " Ga. Dan gue juga tidak butuh, yang lo berikan itu!" pekik Marvin.
Salsa memegang kedua pipi Marvin. Dia membalikan nya kehadapan nya. Agar Marvin menatap nya. Salsa membuka plester luka tersebut. Terus dia menempel dengan hati hati di kening Marvin yang terdapat luka.
Marvin tidak bisa berbuat apa apa. Menolak saja, kaya nya ga bisa bagi nya.
"Makasih! dan mending lo pergi dari sini!!! gue ga suka!" pinta Marvin.
Salsa menggeleng. " Ga mau!"
Marvin mendengus kesal. Dia berdiri berniat pergi dari sana. Namun lengan tangan nya dirai oleh Salsa.
"Arvin duduk dulu!" ujar Salsa.
Arvin? Marvin membelalak kan mata nya. Panggilan itu hanya panggilan untuk teman nya dan diri nya sendiri.
"Arvin!" Salsa berdiri dari sana. " Gue tau lo Arvin teman masa kecil gue! Gue Bila lo!" sahut Salsa.
"Lo pasti ga lupa kan, dengan gue?" Tanya Salsa.
Marvin tak menjawab. Dia berusaha mencerna kata kata yang di keluar kan dari mulut nya Salsa. " Ga usah ngaku ngaku! jelas jelas nama lo Salsa!!! bukan Bila!" ketus Marvin, menepis kasar tangan Salsa.
Marvin pergi dari sana. Mereka sudah berjarak. Sejarak 3 meter.
"Nama gue Febriani Salsabilla! kalau lo lupa!" Teriak Salsa.
Mendengar itu. Langka kaki Marvin terhenti. Dia membalikan badan nya kearah Salsa.
"Lo ngasih nama Bila! karena lo ga mau nama panggilan lo di ikuti orang lain!" ujar Salsa.
Salsa berlari menghampiri Marvin. Dan tanpa izin, dia ambruk memeluk badan Marvin.
"Lo Bila?" Tanya Marvin, yang tak membelas pelukan Salsa.
Salsa hanya mengangguk. " Kamu tau, aku nyari kamu di rumah kamu diwaktu itu. Dan yang keluar mama kamu. Dia bilang, kamu di masukin diasrama. Disaat itu aku dan papa berusaha mencari keberadaan kamu. Bahkan aku pernah sakit karena cuman nyari kamu!" Jelas Salsa.Yang menangis terisak di dalam pelukan Marvin. Bahkan Marvin bisa merasakan baju nya basa
Marvin dengan ragu membelas pelukan Salsa. Detik itu juga dia menempukan air mata nya. Dia tidak peduli apa yang akan orang yang berlalu lalang disana Kata kan pada nya.
"Gue kangen sama lo Bil."
Salsa melepas kan pelukan nya. Dia sedikit berjinjit. Ia menghapus air mata Marvin. Salsa menarik tangan Marvin untuk duduk kembali.
"Kamu jangan nangis!!! kalau kamu nangis. Nanti kamu ga bisa jadi Spiderman aku!" ujar Salsa. mengikuti kata Kata yang dulu dia sering ucap kan, kalau Marvin menangis. Dulu Marvin akan rapuh disaat dia bersama dengan Bila alias Salsa.
Marvin menghapus air mata nya. Dia menarik Salsa. Untuk berada didekapan nya.
"Jangan pergi lagi iya!" ujar Salsa menatap keatas. Melihat wajah Marvin.
Marvin hanya mengangguk. " Ga akan! gue janji!" Marvin tersenyum pada Salsa.
Salsa menjadi penompang bagi Marvin. Disaat Marvin di kirim di asramaa. Dia berfikir dunia nya akan hancur. Kalau dia tidak bersama dengan gadis itu. Dia juga berfikir, dia tidak akan mempunyai teman, tapi nyata nya salah. Marvin bertemu dengan keenam teman nya di asramaa itu. Mereka ber enam selalu mampir di asrama itu karena. asrama itu milik keluarga Samuel.
Disana lah mereka ber enam mengajak Marvin berteman. Marvin selalu menceritakan teman gadis nya, pada mereka ber enam. Dimana ada satu peristiwa yang menimpa Marvin. Dia mendengar kabar bahwa papa nya meninggal dunia karena kecelakaan. Disitulah Marvin yang ceria, periang menjadi Marvin yang pendiam seribu bahasa. Keenam teman nya menerima perubahan Marvin.
Mereka hanya tau tentang gadis yang dicerita kan Marvin, dan juga cuman tau perubahan Marvin karena meninggal nya papa nya. Tentang hidup nya yang lain mereka ber enam sama sekali tidak tau. Hanya Marvin yang tau.
Menurut mereka ber enam. Kehidupan Marvin itu berteka teki. Mereka berharap, Marvin bisa terbuka pada mereka disuatu saat nanti.