
Malam ini dimana anak geng virgos telah ditantang, geng sebelah untuk balapan. Renza tak ingin menerima nya. Takut dapat omelan kembali oleh Mira. Namun Mira malah membiar kan nya.
Mereka semua sudah berkumpul di arena balap. Bahkan Mira dan kelima teman nya ikut untuk melihat Renza dan keenam inti Virgos. Melawan geng zitherblack. Yang di ketua, Arnav. sebenar nya geng mereka tidak saling bermusuh atau pun rival sekali pun. Hanya saja mereka menggadakan balapan untuk hiburan semata.
"Woi bro, lama ga ketemu kita." Arnav memeluk tubuh Renza.
"Lo baru pulang dari Amerika. Langsung ngajak balapan aja!" sahut Felix.
"ahay, nama nya juga baru kembali menempati sisi menjadi ketua geng motor. Jadi biasa lah, gatal pengen balapan," jawab Arnav. "sama nih orang. " Tunjuk Arnav pada Renza.
"Siap siap kalah aja, gue pasti kan. Gue yang bakal menang," balas Renza pede.
Arnav hanya memutar bola mata nya malas. Tapi emang benar sih. Ia tak pernah menang balapan, kalau lawan main nya Renza.
"Kak." Panggil Mira.
Mereka semua menoleh kan kepala nya kearah suara.
"Kenapa sayang?" Tanya Renza menangkup tangan Mira.
Mira hanya menggeleng. "Kapan mulai nya sih?udah ga sabar!" jawab nya.
Renza hanya terkekeh. Renza mengunyel kiri kanan pipi Mira.
Arnav menaikan satu alis nya. " Siapa bro?"Tanya Arnav.
"Ini adek Galvin, sekalian pacar gue,"jawab Renza.
"Ooh." Arnav hanya beroh ria saja.
"Lo gimana masih betah jomblo?" Tanya Alex.
"Dih,apa apaan. Gue di jodohin sama gadis polos, pless menyebal kan. Alasan orang tua gue, takut gue belok, sialan." pekik Arnav.
"Bahahan.Tapi gue sepikiran, sama orang tua lo sih. Lo kan memang ga pernah tertarik sama cewek." Galvin tertawa sambil memukul lengan Marvin.
"Terus lo terima perjodohan itu?" Tanya Marvin.
Arnav hanya mengangguk. "Kalau gue ga terima. Aset gue semua nya ditarik ma bokap." Aduh Arnav.
"Tapi cewek nya cantkk kan?" Tanya Alex.
"Dih Mandang fisik lo?"ujar Renza.
"Ga. Takut aja yang di jodoh kan untuk Arnav. gadis yang mirip ondel ondel, sama persis si Kasya," balas Alex
"Benjir janda pirang." Selain Marvin. Mereka tertawa, padahal kata Kata Daniel garing menurut Marvin.
Arnav hanya mendengus kesal. Melihat mereka tertawa diatas penderitaan nya.
"Udah udah. Kapan balapan nya?" Mira buka suara.
***************
Wanita dengan pakaian aga terbuka. Maju kedepan mereka. Sambil memegang sebua bendera dan pistol.
Setelah hitungan mundur. Wanita itu melepas kan peluru kearah atas langit.
Brum brum brum. Mereka pun melaju kan motor masing masing, dengan kecepatan tinggi.
Arnav berada diurutan ketiga. Dari Renza dan Galvin, ia berusaha menyalip mereka berdua. Dan hasil nya. Arnav dan Renza saling bersampingan.
"Biarin Kali ini, gue yang menang bro!" Teriak Arnav. Melaju kan motor nya, meninggal Renza jauh belakang nya.
Namun. Bukan Renza nama nya kalau, ingin kalah sia sia. Dia berusaha melewati Arnav disaat garis final, sudah dekat.
Dan Akhirnya mereka berdua sama sama mencapai final, dengan bersamaan. Hasil nya seri.
"Arkkkjk. Akhir nya gue bisa seri, dengan Renza." Teriak Arnav melepas kan baju nya. Membuat wanita wanita yang ada disana membulat sempurna + berteriak hesteris.
perut roti dengan empat baris kebawa. Membuat Wanita mana saja akan terpesona. Dan ingin memegang perut Arnav.
Renza tak mempedulikan motor nya yang jatuh. Dia berlari ke arah Mira. Untuk menutup kedua mata gadis itu, agar tak ternodai. Padahal Mira sudah sering lihat hbs oppa oppa korea.
"Ck. Lo stresss?"Teriak Renza.
Arnav menoleh ke arah Renza, yang terlihat begitu marah. Ia hanya menyengir, memperlihat kan jejeran gigi rapi nya.
"Kesenangan gue. Walaupun belum bisa ngalahin sih. Tapi udah seimbang wkwkwk. "
"Party kita gaes." Teriak Arnav pada anggota motor nya.
"Alah sekalian ajak kami kami lah!" sahut salah satu anggota Virgos, dengan cara berteriak.
Arnav hanya menaikan kedua jempol nya.
...----------------...
...Maaf thor up bab ini nya kemalaman. 😪...