
"Alhamudillah. Ini semua kehendak sang pencipta. Pasien bisa melewati masa kritis nya. Sekarang pasien mulai membaik. Dan bisa saja, bisa kembali seperti orang orang pada umum nya." Jelas dokter. Tersenyum.
Galvin tidak bisa berkata kata lagi dengan ucapan sang dokter. Air mata nya lolos jatuh, bukan menangis karena sedih, namun menangis karena terlalu bahagia.
Mama nya koma sudah empat tahun lebih. Dan sekarang dengan Pemberian dari Tuhan. Mama nya kembali sadar.
Doa yang sering ia panjatkan di persetiga malam, akhir nya terbalas.
"Dokter tidak bohong kan dok? jangan bercanda," sahut Galvin memastikan kembali.
Dokter menggeleng kan kepala nya. " saya benar" benar," balas dokter tersebut. "Anda boleh ikut bersama saya sebentar?" Tanya Dokter tersebut.
"Alhamudillah." Renza dan ketiga teman nya berucap. Mereka memang terbangun, karena terdengar suara berisik.Dan mengganggu tidur mereka.
Galvin pun mengikuti dokter perempuan yang sudah lumayan tua itu. Hati nya sangat bahagia. Dia merasa bersyukur banget.
Saat kepergian Galvin. Mira terbangun dari tidur nya. Dia merasa ada yang ribut. Namun disaat bangun dia hanya melihat Renza dan ketiga teman nya. Yang terbangun.
"Kak ada apa? apa mama sudah ada kabar?" Tanya Mira antusias.
Renza memeluk tubuh Mira. Dia juga sedikit terharu, dan bahagia. Mama Anita begitu baik sebanding dengan mama Marisa.
"Kak?" Mira bingung.
Tiba tiba pikiran nya kemana mana. Dia menatap sekitar dan tidak mendapati kakak nya.
Tiba tiba Mira menangis hesteris. Tanpa belum tau kenyataan nya.
"I-ni? ga mungkin..." Mira menangis membuat. Mereka yang ada disana kaget. Bahkan Meisya dan Kayla yang sedang terlelap. Jadi terbangun karena tangisan Mira.
"Eh Mira kenapa Ren?" Tanya Meisya bingung.
Renza tidak merespon ucapan teman nya.
"Hei kamu kenapa?" Tanya Renza melepas kan pelukan nya.
"Mama kamu baik baik aja!" balas Renza. " Dia sudah melewati masa kritis nya! ini semua kehendak sang pencipta sayang."
"Ga usah bohong demi tidak membuat ku sedih kak. Aku ga suka!!!!!" pekik Mira tidak percaya.
"Renza ga bohong dek. Mama memang sudah membaik. Mama berhasil melawan ini semua. Dia bertahan demi kita berdua, " sahut Galvin yang baru saja kembali.
"Kakak ga bohong kan?" Tanya Mira memastikan. Dia takut di php dengan mereka semua.
Galvin menggeleng. "Kakak tidak bohong. Bahkan kaka tadi juga ga sempat percaya dengan ini semua."
*********
"Ck sialan. Kenapa malah selamat sih? seharus nya wanita penghalang itu sudah mati, sialan. " Karina melempar vas bunga yang berada didekat nya.
"Kalian kenapa ga becus sih ha?" Bentak Karina pada suruhan nya. Yang sengaja dia suruh ke kerumah sakit untuk membun-h Anita istri sah Arga.
"Maaf nyonya. Tiba tiba anak nya datang. Kami tidak bisa melakukan nya. Tapi wanita itu sempat sadar dan melihat kami, dia kejang kejang. Kami pikir begitu saja cukup untuk membuat nya Mati. Nyonya," jelas satu orang suruhan karina.
"Ck. Sialan." Karina lagi dan lagi melempar benda yang ada di sekitar nya. Dia kira tujuan nya untuk menguasai Arga dan harta nya, akan sebentar lagi tercapai. Namun semua nya gagal total.
"Karina. Stttt Arga cuman mencinta mu, lihat jelas jelas dia memiliki ku dari pada wanita itu dan anak anak nya."Karina duduk kembali di kursi besar nya. Dia menyuruh orang suruhan nya keluar dari ruangan tersebut. Mereka pun keluar.
Tiba tiba Galileo masuk menerobos, tanpa mengucap kan satu kata pun.
"Aduh Gimana nih? Rencara busuk nya gagal iya? Kasian." Galileo dengan lancang duduk di atas meja yang berada tepat didepan mama nya.
"Bagus sih. Andai bukan karena mama. Mungkin istri sah om Arga belum sadar saat ini. Nanti gue sampein deh ke Galvin buat terima kasih ke mama." Galileo smirk kearah mama nya.
Ucapan Galileo membuat mama nya geram. Anak yang ia sayang sayang kan, dan berharap membantu nya merai impian nya, malah meledek nya saat ini.
...----------------...
...Galileo durhaka ga sih sama mama nya???☺...