VIRGOS

VIRGOS
Bahkan iblis aja malu.



PLAK.


Tamparan keras mendarat di pipi sang anak.


"Iya! kalau kamu ga mau, mama akan menyuruh adik mu. Mama akan memaksa nya, dia tak pernah menolak kemauan mama. Anak bodoh itu akan membantu ku!" Ujar wanita paru baya itu dengan licik nya.


"Ga ma. Biarin dia hidup bebas. Leo ga akan pernah izinin mama untuk menganggu ketenangan nya. Mama sudah membuat hidup nya menderita dari kecil, kali ini mama ga bisa menekan nya kembali. Leo mohon sama mama. "


Wanita paru baya itu memegang pipi putra sulung nya. "Iya udah lakuin apa yang mama mau!"


"Kapan mama bisa cukup dengan ini semua ma?om Arya lebih milih mama dari pada keluarga nya. Apa lagi yang mama mau?"


"Mama mau kamu yang mengawarisi harta nya. Maka dari itu mama mau kamu singkir kan mereka berdua Leo!" Bentak wanita paru baya itu.


"Bukan kah kamu musuh geng motor anak laki laki nya? kamu bisa saja menyingkir kan nya, kan nak?"


Galileo menggeleng kan kepala nya. "Tapi Leo ga sekejam itu! Leo tak akan mereguk nyawa seseorang demi mendapat kan yang bukan hak kita ma." Galileo menggeleng dengan langka yang mundur kebelakang.


"Itu urusan kamu aja. Ikutin perintah mama atau kembaran kamu akan menanggung semua keras kepala mu."


Setelah ngucap kan itu wanita paru baya tersebut pergi dari sana.


"Bahkan iblis aja malu, kalau mama disama in sama mereka." Galileo menatap punggung mama nya, yang berjalan keluar mansion bernuaasa mewah tersebut.


************


Sesuai yang di tentukan. Renza sudah berada didepan rumah Galvin.


"Eh den Ren." Ujar bi Inah yang baru saja keluar dari rumah, niat membersih kan halaman depan rumah tersebut.


Renza langsung saja menyalami wanita tua itu dengan sopan.


"Galvin nya sudah pulang bik?" Tanya Renza.


"Kaya nya belum deh den. Kalau den Galvin sudah pulang, dia sudah membangun kan non Mira. " Jawab bik Inah. " Den tunggu didalam saja."


Renza pun mengangguk, dia lalu memasuki rumah tersebut. Rumah itu terlihat sunyi. Bayangkan rumah sebesar itu cuman di tinggali tiga orang aja.


Rumah itu hasil keras Galvin sendiri. Bukan pemberian sang papa. Setelah mama nya koma, Galvin pergi dari rumah sang papa. Dia numpang sementara di apertemen Marvin, sambil dia usaha untuk membeli rumah sendiri.


Tanpa sepangatahuan papa nya dia mempunyai cafe yang mama nya diri kan. Dari situ lah Galvin mendapat kan uang tambahan membeli rumah.


Suara brungan motor terdengar dari luar. Mungkin Galvin sudah pulang dari markas. Galvin nginap di markas dengan keempat sahabat nya.


"ini mirip mobil Renza deh," Gumam Galvin melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah nya.


"Den Galvin, den Renza ada didalam." Ujar bik Inah.


Bik Inah hanya mengangguk lalu kembali menyapu halaman depan rumah.


Galvin melihat Renza yang duduk disofa sambil memain kan ponsel milik nya.


"Tumben." Sahut Galvin.


Renza sangat jarang kerumah nya, biasa nya mereka ber enam yang keruman Renza.


Renza menaikan pandangan nya.


Galvin menaikan satu alis nya. Disaat dia juga melihat sang adik yang biasa nya susah di bangunin, kini sudah rapi.


"Kalian punya janji?" Tanya Galvin.


Mira mengangguk. " Mira akan berangkat kesekolah nya bareng Kak Renza!"


Galvin mengangguk. Kali ini dia tak akan menggoda sang adik. Dia tidak akan menganggu mereka.


"Ya udah. Kakak mau mandi!"


Galvin berlari menaiki anak tangga, membiar kan sang adik berdua dengan Renza.


Renza tersenyum tipis disaat gadis yang dia tunggu sudah datang.


"Cantik." Gumam nya.


Renza terus menatap Mira. Mira pun merasa aneh ditatap terus oleh Renza.


"Kak?" Panggil Mira, namun Renza masih diam.


"Kak Renza!" Mira menepuk kedua tangan nya didepan wajah Renza. Membuat cowok itu tersadar.


"I-ya?" Tanya Renza.


"Kok ngelamun?"


Renza menggeleng."Gapapa.


"Oh" Mira hanya ber oh ria saja. " Kita sarapan dulu iya baru berangkat!"


Renza tak menyahut hanya mengangguk menaggapi Mira.


...----------------...


...Tolong maaf kan kalau ada Kata yang masih typo, kurang nyambung, kekurungan kata dan kurang berkenan. Percayalah thor sudah berusaha semaksimal mungkin☺....