VIRGOS

VIRGOS
part 11



"bibik ngagetin tau gk"relai Galvin disaat tau bik Inah yang memegang bahu nya.


"Maaf den non Mira sebaik nya tidur,besok kan kalian sekolah" pinta bik Inah.


Galvin mengambil ponsel milik nya yang terletak di meja lalu membuka layar rata itu melihat Jam sudah menuju kan pukul 11 malam.


Galvin melirik sang adik "ayo Kakak anterin ke kekamar mu"


Mira mengangguk.


"gendong Kak Mira takut"


Galvin membalik kebelakang membuat Mira melompat ke gendongan sang Kakak.


setelah sampai di kamar Galvin menurun kan adik nya dari gendong nya.


"tidur ya jangan lanjut nonton drakor ini tengah malam,awas telat bangun besok.


Mira mendengus kesal padahal Ia berniat lanjut menonton drakor agar rasa takut nya hilang.


"dih Kayak nya nih orang dukun deh tau bangat" umpat Mira.


"jangan umpatin kakak" ketus Galvin pergi dari kamar Mira.


"nyenyeyeye"


Mira pun masuk kedalam Kamar tak lupa menutup pintu kamar nya.


"jangan nonton drakor"teriak Galvin memuncul kepala nya di balik pintu kamar sang adik.


"Astagahfirullah kak Galvin" Mira melempar kan bantal ke arah Galvin yang berada di balik pintu.


Galvin terkekeh melihat eksperesi sang adik, dia pun beranjak dari sana menuju ke kamar nya.


"Kalian harus ngasih tau iya kalau Mira lanjut nonton drakor kalau gk gue bakal marah sama kalian "perintah Galvin ke Readers.


(ayo loh Readers harus jujur Ke Galvin).


pagi pagi begini bel terus berbunyi di perkiraan Rumah Galvin, menimbul kan ke ributan pagi pagi entah siapa manusia manusia yang datang pagi pagi.


"woi sabar Bangsat.masih pagi ini jangan buat emosi" skak Galvin disaat membuka pintu Rumah. "sialan kalian bisa kagak si santai jangan buat emosi pagi pagi "sambung Galvin.


ternyata yang datang ke rumah nya itu sahabat sontoloyo nya.


"Kita Kira lo belum bangun anjir maka nya kita bangunin dan bunyiin bel terus terusan" ujar Mereka cengir kuda.


" kita kerumah Renza dulu sebelum ke sekolah"


Galvin sudah memakai seragam sekolah nya sebenar nya dia menunggu Mira selesai bersiap.


"bentar tunggu Mira dulu"


beberapa saat Mira keluar dari Rumah dan melihat teman teman kakak nya.


"eh kalian ngapain disini? perasaan kita gk syukuran deh kak"


"adek cantik kok gitu babang Alex kan kesini buat jemput princess" Alex mengindip kan satu mata nya ke Mira membuat Mira menggelitik melihat nya.


"ogah Kak Alex Mirip demit"


"aduh Sakit Hati babang"Alex memegang dada nya.


mereka tertawa walaupun garing tapi entah kenapa mereka tertawa melihat Alex.


bahkan Marvin pun tertawa kecil melihat itu semua.


Ia Marvin sudah keluar dari rumah Sakit karena memaksa mau tak mau dia di pulang kan, kondisi nya juga udah baik baik aja cuman tangan nya patah dalam membuat nya tak bisa mengendarai motor dan Ia harus diboncemg oleh Felix.


"cepetan anjir kita bisa terlambat" selai Samuel menghenti kan tawa nya.


mereka mengangguk.


mereka pun naik ke motor masing-masing. Mira dibonceng oleh Galvin soal nya motor Mira masih ada di markas.sedangkan Marvin di bonceng oleh Felix soal nya tangan nya masih cederah.


kini mereka telah sampai di perkiraan Rumah Renza. mereka memang ingin singgah dulu sebelum kesekolah.


"turut berduka cita iya sorry gue kagak ikut kepamakaman bokap lo" ujar Marvin.


Renza tersenyum "is ok kan lo koma anjirt mana bisa lo datang"


Renza menggelang bertanda tidak.


"senin depan baru gue masuk, lix absen gue"


Felix mengangguk.


"eh ada kalian toh"ujar Mama Rina yang baru saja datang "eh ada calon mantu Mama juga " sambung mama Rina melihat Mira lalu dia mendekati Mira.


"Mama"


Mira dan Mama Rina berpelukan. Mama Rina baru sehari kenal dengan Mira tapi entah kenapa dia udah sesayang itu ke Mira.


selain Galvin mereka yang ada disana menatap Renza mendengar Mama Rina memanggil Mira (calon mantu Mama).


"bos kalian pacaran iya?"tanya Alex.


"sembarang lo kalau ngomong, akur dan dekat Aja kagak ya kali gue sama dia pacaran gk jelas lo" skak Renza.


"awas lo bos entar jadi suka" ledek Daniel menaik turun kan Alis nya.


"udah ah kalian pergi ,lambat baru mampus" Renza berusah mengubah topik.


Daniel dan Alex saling tatap lalu menaikan bahu nya.


"Ma kita pamit ya takut lambat kesekolah nya, pulang sekolah Mira akan mampir ketemu Mama cantik kok"


Mama Rina tersenyum lalu mengangguk "janji iya"


Renza menatap Mama nya yang begitu bahagia didekat Mira serasa luka dan kesakitan nya tak terasa lagi disaat Mama nya bertemu dengan gadis itu.


Renza tersenyum bisa melihat Mama nya ceria.


Mira hanya Mengangguk lalu dia mencium tangan wanita paru baya yang berada didepan nya di ikuti dengan yang lain.


"kami pamit ya tan jaga Kesehatan biar bikinin kita kue enak lagi, jujur Alex suka dengan kue buatan tante" Alex memberi kan jempol nya kearah Mama Rina.


wanita paru baya itu tertawa kecil "iya nanti tante buatin yang banyak,kalian berangkat gih takut telat"


"ya kami pergi iya bos jangan kangen tau" teriak Alex yang sudah berada di ambak pintu.


"ogah gue kangen sama lo"


"fucek you bos"gumam Alex agar tak terdengar oleh Renza dan yang lain bahwa dia mengumpatkan bos nya sendiri.


***************


mereka sampai disekolah dengan tepat waktu tak terlambat tak kecepatan juga.


disaat mereka semua turun dari motor Murid Sma pelita hebo bukan karena kedatangan mereka namun melihat seseorang yang menjadi objek utama nya.


"Kayla" panggil Mira.


ya mereka semua hebo karena Kayla yang mengubah penampilan nya . Kayla tak mengingkat rambut nya lagi kini rambut di urai dengan sangat cantik tanpa di ikat membuat mereka kagum dan ada juga yang tak mengenali gadis itu adalah si culu,dengan make up tipis di wajah nya. tak ada lagi kecamata bulat dia pakai.membuat Kayla Sangat cantik.


Kayla membalikan badan nya lalu dia mengangkat pandangan nya keatas karena sedari tadi dia menunduk karena tak enak Ia di jadikan objek utama keheboan.


"Masyallah tabarakalaa gini kan cantik" Mira memutar mutar badan Kayla.


Kayla hanya tersenyum kiku kearah Mira.


"Kak kita pergi duluan ke kelas" ujar nya pada Galvin yang masih diam dengan teman teman nya di parkiraan motor.


Mira menarik tangan Kayla until menuju kelas kini Hati Kayla jadi lega dan merasa aman bersama Mira.


"anjay si culu jadi Cantik cok, deketin ha" ujar Daniel menatap punggung Kayla dan Mira sudah mulai menjauh dari pandangan nya.


plak


Galvin menampar pipi Daniel dengan keras.


"gk usah ngaco lo" sahut Galvin lalu pergi dari sana meningal kan teman teman nya.


"apa lo liat liat teman gue ha? kalah cantikan lo?maka nya jangan liatin orang dari penampilan nya"ketus Mira saat berjalan di koridor kelas dan tak sengaja melihat murid perempuan memandang Kayla.


"lo juga kenapa natap kaya gitu awas mata lo jatuh atau lo minta di colok pake garpu punya mbak kantin ha?"


Kayla hanya geleng geleng melihat tingka Mira.