VIRGOS

VIRGOS
Ember bocor



"Kalian ngapain ikut?" tanya Renza, pada kelima teman nya. Yang belum sempat duduk.


"Biarin kita duduk dulu napa?" balas Daniel.


Renza memutar bola mata nya keatas.


"Kita kesini gara gara, keempat kue putu ini! nelfon kita buat antar mereka. Beban banget kan?" ujar Felix. mengaduh, sambil menujuk keempat teman Mira.


"Iya udah, kalian pulang gih, kan udah di antar!" sahut Mira.


"Kok gitu sih?" balas Alex memasang wajah sedih.


"Kita kesini, mau nemenin Renza, yakali Renza di kelilingi empat perempuan, apa kata orang nanti?" sambung Samuel.


Dipikir pikir, apa yang di kata kan Samuel. Ada benar nya.


"Ya, udah," ujar Renza.


"Sayang, kamu udah mau tidur?" tanya Renza. Berhenti mengusap perut Mira.


Mira menggeleng. "Mira belum ngantuk kak!" sahut Mira.


Salsa menyenggol lengan Irana. Membuat Irana tersentak. Salsa menyenggol Irana buat mengajak Mira masuk kedalam kamar.


"ra, kita didalam kamar aja yok!Gue punya rekomendasi drakor baru! Pemain nya pada bayenol!" ujar Irana, dengan jari jempol nya, ia arah kan kedepan.


"Iyakah? pemerang utama nya sapa?" tanya Mira, menoleh ke arah Irana.


Irana sedikit berfikir, tangan telunjuk nya, dia taro di dagu. "cha unwo!"


Mendengar ucapan Irana. Membuat kedua teman nya ketawa.


"Cha Eanwo!" koreksi Meisya dengan bangga. Padahal dia pun cara berucap.


"Gitu aja lo pada ga tau anjir, padahal nama ayang gue gampang banget disebut, Nunu aja!" sahut Salsa.


"Ck, cha eunwoo!" Alana buka suara.


"Nah itu!" ujar Meisya dan Irana heboh.


"cha unnu,siapa sayang?" tanya Renza, menoleh kebawah.


"Suami aku!" spontan Mira.


Renza hanya memutar bola mata nya malas, dia sangat menyesal bertanya. Membuat hati nya cemburu aja pada, cha unnu nya Mira.


*******************


Didalam kamar, Mira dan keempat teman nya. Sedang menonton drakor yang berjudul (Island)


Mira serius menonton, sambil kedua lengan nya. Banyak cemilan. Keempat teman nya, hanya geleng geleng.


"Eh ra, beneran lo hamil?" tanya Salsa. Membuat Mira memberhentikan makan nya dan tontonan nya. Ia menoleh, menatap Salsa yang juga menatap nya.


Mira menunduk, sambil mengangguk. Membuat mereka berempat terdiam sesaat.


"Bentar lagi, kita kita punya keponakan dong?" seru Meisya memeluk Mira.


"Ya dong!" Irana, Salsa dan Alana ikut memeluk Mira.


Kayla tidak ikut iya!


Irana mengunyel unyel kedua pipi Mira. "Gapapa, it's okay. kamu ga usah sedih kasian dedek nya, yang terpenting Renza mau tanggung jawab kan?Masa depan kamu ga rusak! Masa depan kamu itu Renza dan dia...." Salsa menunjuk perut Mira. "kamu jangan sedih, jangan banyak pikiran, yang terpenting sekarang, jaga kandungan kamu! jaga keponakan ku!" ujar Salsa, panjang lebar.


Mira tersenyum terharu, kata kata Salsa, membuat nya tenang.


"Iya, kamu jangan banyak pikiran iya! Bumil!" Meisya gemess. Dia menyubit kecil pipi gembul Mira.


"Jadi kalian menikah kapan?"tanya Irana.


Mira menoleh kan kepala nya ke arah Irana. "Kata kak Renza, besok ia masih ingin membujuk kak Galvin, tapi kalau kak Galvin, masih belum bisa menerimah ini semua, terpaksa gue dan kak Renza menikah tanpa izinan dia. Ini semua gue lakuin demi anak kami!" jelas Mira.


Mereka hanya menggut manggut mengerti.


"Kalian jangan beri tau siapa siapa iya?"


Mereka mengangguk.


"Kita ga bakal bocorin ini kok! Kami kan bukan ember bocor, hahahah." Salsa ketawa kecil, di kalimat terahkhir nya.


"Udah jadi papa muda aja! Lo pro juga, sekali tembak, dapat cebong satu!" sahut Samuel. Geleng geleng.


"Baca bismillah iya Ren?" tanya Felix.


"Sekali tembak, tapi lima ronde kan? Sampai pagi?" jokes Marvin.


"Dih apasih kalian! Kepo banget!" Renza sebal pada teman teman nya.


"Lo jaga baik baik, ibu negara kita iya,Ren! Kalau lo apa apain bukan Galvin aja yang ngajar lo. Kita berlima juga ikutan!" seru Daniel.


Yang lain mengangguk. Membenar kan ucapan Daniel.


"Ga usah raguin gue! Kaya baru kenal aja!" ketus Renza.


"Gue butuh kalian, buat bujuk Galvin!" pinta Renza pada kelimaa teman nya.