
Marvin bahkan masuk di kolong kolong meja. Niat mencari paus.
"Itu kucing mana sih?"Marvin mulai geram. Untuk mencari kucing nya.
Marvin masuk kedalam kamar. Ia memakai baju kaos nya, dan tak lupa, ia memakai sweater. Setelah itu, dia keluar dari apertemen nya.
Ucup dan Jaya masih ada disana. Membuat Marvin kaget.
"Ck. Lo berdua ga ada kerjaan hidup?" Tanya Marvin.
Mereka berdua refleks menggeleng.
Marvin pergi dari sana. Tiba tiba ponsel yang dia genggam bergetar. Marvin pun cepat cepat mengecek nya. Ternyata pesan dari Felix.
Marvin sangat malas membuka nya. Felix selalu mengirim nya video video ga jelas. Namun rasa pensaraan nya bergebuk gebuk. Dia pun membuka pesan itu..
["Mol jangan panik mol"]
[Gambar]
[Paus gue suruh tobat bentar.(emot maaf)]
Begitu pesan yang masuk kedalam ponsel nya. Marvin yang tadi nya panik, kini sudah mulai lega.
Apartemen milik Marvin berada dilantai dua. Dia pun buru buru menurungi anak tangga. Menurut nya naik Lift sangat lah lama.
Setelah sampai di bawah. Marvin pun menaiki motor sport nya. Dia melajukan nya menuju markas. Ia yakin Felix ada disana.
"Buruan. Kata Ucup, Marvin sudah perjalanan kemari," sahut Galvin.
Mereka pun melakukan dengan buru buru. Dan tak ada kesalahan. Mereka semua bersembunyi tak lupa mematikan lampu markas. Disaat suara motor terdengar dari luar.
Marvin turun dari motor nya. Dia mengingkat kembali rambut panjang nya itu. Ia masuk kedalam markas. Marvin menaikan satu alis nya, karena tak melihat satu pun orang yang ada disana.
Bahkan lampu pun mati. Marvin berfikir yang lain belum datang. Dan Felix membawa paus pulang kerumah nya. Marvin dengan spontan menyalah kan lampu dimarkas itu.
Deg.
Pemandangan yang membuat nya kaget. Sangat kaget.
Marvin maju. Namun dia berubah bingung. Kenapa tidak? dia ga gerasa memegang sesuatu. Padahal saat ini dia sudah memegang badan kucing itu.
Sungguh mereka sangat kreatif membuat kejutaan nya.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU. CIMOL!!!" teriak mereka secara bersamaan. Mereka keluar dari tempat bersembunyian. Bahkan Paus pun ikut serta. Dia di gendong Galvin.
Marvin diam sejenak. Apa ini? apa ini beneran? Marvin tak percaya.Kalau ulang tahun nya akan di raya kan walaupun bukan kedua ortua nya, yang meraya kan nya . Namun dia sangat bahagia, Akhir nya Marvin bisa merasa kan supries.
Hati dan wajah nya sangat beda. Hati nya senang+ terharu. Namun di wajah nya terpapang jelas datar.
Mereka semua yang melihat ekspersi Marvin, yang tak merubah pun. Sedikit kecewa. Padahal mereka membayang kan Marvin bahagia dengan ini semua. Mereka yang tadi semangat, kini kembali murung melihat Marvin.
Namun tiba tiba saja. Marvin tersenyum kearah para Sahabat nya, dan juga pada teman geng motor nya. Marvin tidak bisa menyembunyi lagi rasa senang nya. Dia juga tidak akan membuat teman teman nya kecewa.
Mereka semua. Kembali ceria, hebo. Bahkan Alex berteriak di ikuti oleh Daniel dan Samuel. Ini kedua Kali nya mereka melihat es batu mencair.
Mereka ber enam. Berlari memeluk Marvin. Tidak bisa di terukir, bagaimana bahagia nya mereka.
Marvin pun dengan sanatiasa menerima pelukan sahabat nya.
Marvin masih tersenyum. Senyuman Marvin membuat mereka gemess. Kalau Marvin tersenyum. Dia terlihat sangat lucu. Tidak sebanding dengan wajah datar nya, yang terlihat seram.
"Manis banget loh." Alex yang paling memeluk Marvin dengan erat. Membuat Marvin sedikit susah bernafas.
"Lepasin anjir. Gue bakal mati di hari ulang tahun gue, gara gara kalian nanti nya. " Marvin sedikit mendorong tubuh Alex dan yang lain.
"Makasih bro,"ujar Marvin.
Mereka semua mengangguk semangat.
Galvin pun memberi kan anak Marvin. Si paus, pada nya.
Mereka semua pun menikmati party yang mereka buat. Untung lah, berjalan lancar.
...----------------...