VIRGOS

VIRGOS
Part 56



Ting.


Disaat asik tertawa, tiwi. Ponsel milik Mira berbunyi. Mira pun merubah ekspersi nya. Yang tadi tertawa sampai mengeluar kan air mata. Kini kembali menjadi orang yang serius.


Dia membuka pesan itu. Disaat melihat yang mengirim pesan itu adalah Arkana. Dia memandang Renza yang asik mengobrol dengan yang lain.


Mira dengan ragu membuka pesan itu. Mira membulat setelah membaca pesan itu.


"Kenapa sayang?" Tanya Renza menatap nya.


Mira buru buru mematikan ponsel nya kembali. Dia menatap wajah Renza. Renza memandang nya dengan hangat. Mira bisa yakin kalau Renza begitu benar benar sayang kepada nya. Dia tidak ingin terlalu percaya oleh perkataan Arkana. Dia berusaha tidak berfikir yang ga ga. Tentang Renza.


"Gapapa kok!" jawab Mira. Tersenyum kecut kearah Renza.


"Kalau kamu ga nyaman bilang iya," pinta Renza.


Mira hanya mengangguk. "Aku nyaman kok kak! bahkan aku bahagia banget," seru nya. Padahal pikiran nya dia berusaha tidak mikir yang ga ga. Dan tak ingin terlalu muda percaya pada Arkana.


Dia yakin Arkana cuman ingin menghancur kan hubungan nya dengan Renza. Dia tau Arkana masih meyimpan rasa terhadap nya. Bisa saja dia melakukan segala cara untuk mendapat kan nya kembali.


Renza tersenyum. Renza mengenggam tangan Mira yang terasa dingin karena berkeringat.


"Kamu gerah iya?" Tanya Renza. Yang hanya di angguki oleh Mira.


"Ya tunggu sebentar disini!" Renza beranjak berdiri dari duduk nya.


"Kamu mau kemana kak?" sahut Mira.


Renza hanya tersenyum. Dia tidak menanggapi Mira. Dia berjalan pergi dari sana.


Beberapa menit dia kembali membawa kipas mini di tangan nya. Dia tersenyum ke arah Mira yang menatap nya.


"Ck bawa nya cuman satu? buat kita mana!?" sahut Meisya.


"Beli. Dia toko nya banyak tuh, " ketus Renza.


"Dih ga usah di ajak. Nama nya juga orang bucin. Pasti nya tuh iya, cuman pasangan nya, yang di lihat didunia ini kita mah seperti udara aja. Sudah, " cerca Galvin


Renza tidak menanggapi orang orang yang sirik. Dia menuju dimana Mira duduk.


Renza menyalah kan kipas Mini itu. Dia mengarah kan nya ke pada Mira.


"Biar Aku aja!"ujar nya.


"Makasih kak!" seru Mira. Yang sedang menikmati angin yang dibuat kipas Mini itu.


Renza hanya mengangguk. Dia merapikan rambut Mira yang menggangu wajah cantik nya.


"Halo anak anak ku. Semua nya kedepan yok. Semua nya, udah mama buat dengan bik Inah." ujar mama Marisa, yang baru saja datang. "Samuel. Itu udah selesai, sayang?" Tanya mama Marisa


Samuel hanya mengangguk. "Udah tante," sahut nya.


"Ok. Renza tolong bantu Samuel untuk bawa masuk daging itu,"pinta mama Marisa.


"Tante, biar saya aja yang bawa!"ujar Irana.


Mama Marisa hanya mengangguk.


Mereka pun kedepan dengan bersamaa. Renza terus mengenggam tangan Mira. Mira tidak protes sedikit pun, tentang itu.


"wah, tante pasti pintar banget masak. Nanti ajarin aku ya tan!" seru Meisya berbinar melihat semua makanan yang tersiap kan diatas meja.


"Siap." Mama Marisa hanya tersenyum." Ya udah ayo pada duduk, nungguin apa lagi?" pinta Mama Marisa.


Mereka hanya mangut mangut. Mereka semua duduk di kursi yang tersedia, didekat ruang dapur tersebut.


"Kamu mau apa Kak?" Tanya Mira. Yang ingin dengan pelan pelan mengasih perhatian buat Renza.


Renza tersenyum kepada Mira. " Aku mau daging ayam goreng nya aja! itu aja, soal nya aku alergi kepiting!" ujar nya.


"Kakak alergi kepiting? kalau udang gimana?suka ga?" Tanya Mira.


Renza menggeleng. " ga suka. Soal nya, aku cuman suka kamu!" ujar nya berbisik. Membuat Mira salah tingkah. Mira mencubit perut kotak kotak yang berbalut kain itu.


Renza mengaduh kesakitan. "Kok di cubit sih? kan emang benar!" ucap nya dengan polos.


"Siapa yang ngajarin gitu?" Tanya Mira.


"aku belajar sama mbak google tiap malam," jawab nya santai.