
Renza membalikan wajah nya kearah lain tak berani menatap Mira, Yang terus saja menatap nya dengan cara meledek.
"Kak Renza, hei." Mira melambaikan tangan nya di depan wajah Renza.
"Ga" Ujar Renza berdiri lalu menarik tangan Mira untuk pergi dari sana.
"Masa, Terus tuh muka Kenapa seperti kepiting rebus?" Mira terus menggoda Renza, Bagi nya itu sangat lah lucu.
Mira tersebut menggoda Renza bahkan mereka sudah berjalan.
Renza yang tak tahan itu pun mencubit bibir Mira menggunakan tangan nya.
"Diam" Pinta Renza.
Setelah ngucap kan itu pun Renza berjalan duluan dari Mira.
Mira memegang bibir nya yang sempat di pegang Renza, Entahlah tiba tiba dia tersenyum.
Mira pun kembali ke tendaa untuk menunggu Guru guru memanggil mereka semua berkumpul kembali.
**********
Galvin dan yang lain yang melihat Mira senyum senyum sendiri di dekat tendaa tersebut , mereka pun menghampiri nya.
"Kuy kuy kenapa tuh senyum senyum" Sahut Alex, Membuat Mira tersentak kaget.
Mira melempar sendal nya kearah arah Alex, Dan tepat sasaran wajah Alex mendapat kan senjata pamungkas.
"Nyebelin ah kaget tau" Ketus Mira.
Selain Marvin mereka yang ada didekat Mira tertawa terbahak bahak melihat Alex.
Kepala Alex serasa pening seketika karena lemparan Mira, Bukan maen maen sendal nya.
"Anjir tolongin gue," Alex memegang kepala nya.
"Eh Kak Alex, Sorry gue ga sengaja" Mira meminta maaf karena merasa bersalah." Kak itu teman nya mau tepar, di bantuin bukan malah di ketawain"
Mereka pun berhenti tertawa lalu cepat cepat menahan tubuh Alex yang hampir terjatuh.
"Lemah Kali bah" Ucap Felix menahan tubuh Alex dari belakang.
"Woi, Pingsan anak orang" Ketus Daniel dan yang lain panik.
Mereka pun buru buru mengangkat tubuh Alex secara bersamaan untuk menuju tenda dimana mereka tempati.
Setelah sampai di tenda, Mereka menyimpan Alex di dalam tendaa tersebut.
"Anjir serasa angkat beban" Daniel memegang tangan nya yang pegal. " Tapi dia memang beban sih"
Beberapa saat Alex sadar dari pingsan nya.
"Lex lo ga hilang ingatan kan?"Tanya Mereka, kecuali Marvin yang hanya diam.
"Jangan mati dulu taik, Lo belum lihat gue nikah sama bebeb Irana" Ujar Samuel menggoyang goyang kan lengan Alex.
"Gue juga Lex belum bisa ketemu dengan Jisoo, Masa lo udah mau mati aja" Felix menaro tangan nya di hidung Alex.
Sungguh teman yang tegah sama teman sendiri, bukan nya di beri minum dulu gitu.
Tiba tiba Renza datang yang sudah terlihat sangat rapi, Walaupun hanya memakai kaos dan celana jeans, Namun Renza begitu tampan.
Iya setelah berpisah arah dengan Mira, Renza menuju kamar mandi umum yang disediakan warga, untuk membersih kan diri.
"Siapa yang mati?" Tanya Renza yang masuk kedalam tendaa.
"Alex Za" Ujar Daniel spontan.
Renza melotot dan langsung maju dan tak sengaja menyenggol keras bahu Arkana.
Arkana memegang bahu nya yang sedikit terasa sakit, karena Renza menyenggol nya menggunakan kekuatan dalam.
"Sorry gue sengaja" Gumam Renza. " Maksud nya ga sengaja"
Setelah mengucap kan itu pun dia melihat orang yang di kerumuni.
Terlihat Alex yang terdiam.
"Gilak ini masih hidup anjir" Sahut Renza menutup hidung Alex.
Alex Refleks bangun lalu melepas kan tangan Renza." Anjir masih hidup gue, Tapi kalian kayak nya yang berniat membunuh gue dengan cara halus" Sebal Alex.
"Kita cuman mastiin" Carca Galvin.
"Mastiin sih mastiin tapi ga di tutup juga nih hidung" Alex menunjuk hidung nya. "Bukan nya di kasih air kek gitu sebagai teman yang baik budi" Cibir Alex.
"Emang dia teman kita?" Tanya Renza pada yang lain.
"Bukan." Spontan mereka secara bersamaan.
Mereka pun meninggal Alex sendiri di sana.
Alex memegang dada nya." Sakit nya tuh di sini"
Alex pun ingin memulai drama indosir nya.