VIRGOS

VIRGOS
Renza kelamaan jomblo sih!



Galvin menyodor kan ponsel nya kearah Renza. Yang terdapat didepan nya.


Renza dengan ragu merayai ponsel itu. Dia merasa bingung apa insur dari ponsel Galvin dengan kejadian tadi?


Ck.


Galvin berdecak kembali mengambil ponsel nya, setelah membuka from Chat seseorang itu. Dia memberikan kembali ponsel nya ke Renza.


Renza menatap Galvin sekilas, baru dia membaca pesan yang tertara di layar rata itu.


Dug.


Renza membulat kan mata nya. Setelah membaca chat itu. Felix yang penasaraan langsung merebut ponsel itu di tangan Renza.


Felix dan Alex juga tak kalah terkejut membaca pesan itu.


"Gue juga mau lihat!" Meisya mangambil ahli ponsel itu, di tangan Felix.


"Lo punya musuh vin?" Tanya Meisya di saat dia sudah membaca pesan itu.


Galvin menggeleng. "Gue ga punya musuh!" Mantap Galvin, dia benar benar yakin. Dia tidak mempunyai musuh selain pesaing geng motor mereka.


"Musuh gang motor lo?" Tebak Salsa.


"Ga. Kalau pesaing geng motor kami, gue yakin mereka cuman ngincar Mira. Karena Mira adalah kelamahan terbesar bagi kita. Tapi di pesan itu tertera [Jaga diri anda dan adik anda.] ?" Ujar Felix.


"Pesaing bisnis bokap lo?" Tebak Alex.


Tebakan Alex ada benar nya. Hanya pesaing bisnis keluarga mereka yang masuk akal.


"Kita lanjut diskusi dimarkas. Sebaik nya kita kekantin, gue lapar." Ujar Alex.


Mereka memutar bola mata nya malas. Mereka pun kekantin. Tentu saja Mira ikut, Galvin tak akan membiar kan adik nya terpisah dengan nya.


"Dedek Mira mau makan apa?sekalian aink pesenin" Ujar Alex.


"Bakso." Spontan Mira.


"Anjir. Lo makan lagi? ga takut gemuk lo? tadi habis dua mangko," Sahut Alana terkejut.


"Apasih! orang gue masih lapar juga!" Ketus Mira.


"Awas Renza ilfil sama lo," Timpal Salsa meledek.


Seketika Mira menatap Renza. " Biarin!" Jawab nya mendengus pelan.


"Tapi gimana kalau itu beneran terjadi?" Sambung nya dalam hati.


Tapi tiba tiba dugaan nya salah disaat notifkasih masuk keponsel nya.


["Lo ngemuk juga, gue ga bakal ilfil sedikit pun!"]


Itu yang di kirim Renza pada nya.


Mira terkekeh gelih membaca pesan itu.


"Ngapa tuh, senyum lo berdua." Goda Meisya.


"Kepo lo!"Ketus Renza.


Meisya seketika ngumpatin Renza, dengan semua jenis binatang.


***********


Renza dan Mira pulang bersamaa. Jantung Renza deg degan, disaat Mira bertanya. Apa yang ingin Renza omongin ke dia.


"Bentar iya! kita singgah ditaman depan. Baru gue kasih tau!" Jawab Renza. Sekarang dia sedang keringat dingin.


Renza memutar mutar stir mobil nya. Membuat urat urat tangan nya terlihat. Itu lah, membuat Mira berbinar melihat nya. Akhirnya dia bisa melihat langsung tangan berurat cowok lain selain punya kakak nya.


"Kenapa?" Tanya Renza karena Mira terus menatap tangan nya.


"Ga!"


Mira refleks membalikan badan nya keluar jendela. Membuat Renza gemess.


Renza memberhenti kan mobil nya disaat mereka sudah berada di sebuah taman.


Renza dengan kecepatan kilat membuka kan pintu mobil untuk Mira. Kaki nya sekan sembuh tanpa dia sadari.


Mira menggaruk kening nya keluar dari mobil Renza. Mira menatap kaki Renza yang terlihat baik baik aja. Padahal tadi pagi Renza kesakitin.


"Kaki kaka cepat banget sembuh nya. Iyya!" Sahut Mira.


Hug


Renza menelan salvin nya dalam dalam. Mendengar perkataan Mira barusan.


"Iya tadi panik lihat Galvin nya. Maka nya kaki nya langsung sembuh, hehehe." Dusta nya menggaruk belakang kepala nya.


"Bisa gitu iya"


"Iya udah ayok." Ajak Renza.


Mereka pun ketaman dan duduk di sebuah bangku kosong yang ada ditaman.


"Bentar!" Renza membalikan badan nya membelakangi Mira.


Mira terlihat bingung dengan manusia satu ini, yang sedang bersama nya.


Renza membuka ponsel nya, ia Membuka whatsapp nya. Dia mencari nama Marvin.


"Kata Marvin. Kalau mau dia jadi milik kita. Kita harus nembak dia terlebih dahulu. Tapi gue ga punya pistol!" Timpal Renza. Bergumam


...----------------...


...maklum dia jomblo dari lahir 🙂...