VIRGOS

VIRGOS
part 34



"Eh taik, Gue umputasi kaki lo pada lama lama," Ujar Samuel emosi, Soal nya Felix dan Alex menginjak padi yang dia tanam.


"Sialan nih dua manusia," Samuel sangat geram sama kedua teman nya yang terus menginjak asil tanam nya.


BUG


BUG


Samuel melempar lumpur yang basa kearah Felix dan Alex, Membuat wajah kedua orang itu di penuhi lumpur.


"Mampus lo sialan," Samuel tersenyum sinis kearah kedua teman nya.


BUG


Felix melempar balik lumpur kearah wajah Samuel, Membuat wajah nya hanya terlihat lumpur.


Daniel pun sanatiasa membantu Samuel membalas nya, Sekarang mereka berempat pun hanya bermain lumpur.


"Hei anjing, kalau nilai kita turun, lo berempat Gue patahin tangan kalian persatu." Teriak Renza.


Mereka berempat pun berhenti, Lalu menyengir kuda kearah Renza, Mereka pun kembali ke tertib dan menanam padi itu tanpa keributan.


*********


"Mira lo punya hubungan spesial dengan Renza iya?" Tanya Meisya.


Mira yang asik memetik cabai dan tobat itu menoleh kearah Meisya. "Ga sama sekali," Ujar Mira spontan.


"Tapi dia tuh perhatian banget sama lo, Masa iya ga ada hubungan?" Irana buka suara.


"Perhatian, Kan gue adek kak Galvin pasti lah mereka jagain gue!"


Mereka manggut manggut, Apa yang di Kata kan Mira sedikit masuk akal.


"Iya juga sih," Ujar mereka secara bersamaa.


"Lo Irana, Akhir akhir ini lo dekat sama ketoprat cungkir, Lo punya hubungan iya?" Tanya Salsa yang dari tadi menyimak pembicaraan teman kelompok nya.


"Samuel." Jawab Salsa.


Mereka hanya beroh ria saja.


"Hem, Kalian kok kepo?" Irana jalan duluan agar pertanyaan adek kelas dan teman kelas nya itu tak makin menggadi gadi.


"Ck. padahal gue dah kepo setengah mati, emang apasih sih kok bisa lo tau kalau Rana dekat sama cowok aneh itu?" Tanya Mei kesalsa.


"Ya nih kita juga kepo." Ujar Mira dan Alana bersamaan.


"Kita berteduh dulu deh, panas nih," Jawab Salsa berjalan tempat yang tak ada matahari.


Mereka pun mengikuti Salsa dari belakang, Begini lah kalau cewek cewek di satu in maka bawaan nya kebanyakan ngibah.


Setelah mereka Berlima sampai ditempat berteduh, Mereka duduk di peremputan. Iya! Irana dan kedua teman kelompok nya yang dari kelas 10 lebih dulu pergi, Jadi kini tinggal mereka berlima.


Salsa pun mencerita kan tentang kedekatan Irana dan Samuel. " Waktu itu gue ga sengaja lihat mereka berdua di café, Mereka tuh kelihatan sangat dekat lah, Terus kemarin pas kita nih iya di bantu si es buat tendaa,Gue juga ga sengaja lihat panggilan masuk Iran tuh kebanyakan nama Samuel." Jelas nya.


"Mungkin mereka tuh pacaran, atau teman dekat lah tapi kita ga tau, Maybe. Orang orang punya privasi jadi biarin aja lah, Apa salah nya juga dia berhubungan dengan Kak Samuel? kelihatan kok Kak Samuel tuh baik hanya saja orang nya agak aneh," Kayla mengeluar kan isi pikiran nya.


"Benar juga sih, kayak lo punya hubungan sama ka-,"Mira ingin melanjut kan ucapan nya namun ga jadi. "upss sorry bestie, untung ga keceblosan."Mira mengbengkap mulut nya.


"Udah lah tau gue, Kayla dekat sama kak Galvin kan?" Tebak Alana.


"Ga kita cuman teman." Jawab Kayla dengan cepat.


Mereka memicing kan mata nya kearah Kayla secara bersamaaan. " Teman apa teman?" Ledek mereka.


"Udah lah ayo lanjut kita bisa dapat nilai anjlok kalau kalian asik ngibah mulu," Kayla berdiri lalu berjalan sambil memetik cabe segar.


Kayla memang udah ga canggung sama mereka, Mungkin mereka tuh teman yang baik seperti Mira, Orang nya asik+ tak mandang latar belakang.


"Sensi sih mereka berdua main rahasia rahasian."


Mereka berempat pun ikut kembali memetik Cabe dan tomat, Ia mereka semua di beri tugas masing masing setiap kelompok bertugas semacam Menanam, Cara memilih sayuran atau buah yang segar dan lain semacam nya yang bisa dapat di Pelajara di desaa tersebut.