
Udah tiga jam. Belum ada tanda tanda dokter keluar dari ruangan itu. Membuat pikiran Galvin kemana kamana saat ini.
"Kak tenang dulu!" ujar Kayla.
"Eh kalian makan dulu!" pinta Felix membawa empat porsi makanan. Tadi selain Renza, Mira, dan Galvin serta Kayla. Mereka izin kekantin rumah sakit untuk mengisi perut.
Galvin sudah menyuruh mereka pulang. Namun mereka tak ada yang ingin pergi sebelum mengetahui kondisi mama nya.
Salsa dan Irana setelah selesai makan di kantin sudah izin pulang lebih dulu, karena sudah larut malam. Di antar oleh Samuel dan Marvin. Takut terjadi kenapa napa sama mereka berdua, kalau naik taxi.
Meisya , Alana, dan kayla memilih tetap menunggu disana.
"Kak Al makan dulu!" ujar Kayla mengambil satu porsi makanan tersebut.
"Gue ga lapar kay."
"Tapi kaka harus ngisi perut kaka dulu, kalau kaka sakit gimana?" cerca Kayla.
Kayla menyodor kan sendong plastik yang berisi nasi dan laut ke arah mulut Galvin. Galvin pun membuka mulut nya dan menerima suapan dari Kayla.
"Kamu juga makan iya?" Tanya Renza mengelus surai rambut Mira.
Mira hanya menggeleng. "Ga mau!" pekik nya.
"Dikit aja?"
Mira kembali menggeleng, mata Mira saat ini udah agak bengkak, karena efek menangis. Setelah bangun dari tidur Mira menangis lagi.
"Sedikit saja sayang! mama kamu juga pasti ga suka. Kalau kamu sakit dan ga makan!"
Renza menyuruh Daniel untuk mengambilkan satu porsi makanan tersebut.
Daniel pun dengan antusias memberi makanan itu kearah Renza. Renza membuka kotak yang terisi nasi dan laut didalam nya.
"Buka mulut ayo!" pinta Renza. Mira membuka mulut nya. Jujur memang sedari tadi dia belum makan.
"Kalian kalau mau pulang pulang aja gih! nanti gue kasih tau kalian, kalau sudah ada kabar," ujar Galvin. "Lo pulang, mama lo sendiri di rumah!" Galvin melirik ke arah Kayla.
"Ya udah lo juga makan."Galvin menyodor kan sendong berisi nasi dan laut ke arah mulut Kayla. Namun Kayla mengambil ahli sendong itu, dan memasukan nya sendiri ke dalam mulut nya, ia sedikit mengunya sampai habis.
"Udah kan? kaka lanjut makan lagi aja, aku udah makan sebelum kesini kok."
"Lexi Lix mending kalian antar. Meisya dan Alana pulang," pinta Renza.
"Gue mau nunggu aja!" pinta Meisya. Kalau pun dia pulang, dia juga ga betah di rumah. Melihat kedua orang tua nya yang terus saja ribut. Bahkan diri nya aja ga di khawatirin atau pun dicariin.
"Ayo, Alana gue antar lo pulang!" sahut Alex.
Alana hanya mengangguk. "Gue pulang iya! ra. sorry gue ga bisa terus disini sampai mengatahui kondisi mama lo. Besok. gue, kak Irana dan kak Salsa bakal datang besok kok! jangan lupa beri kabar ya."
Mira hanya mengangguk menangkapi Alana. "Makasih iya." Mira hanya tersenyum aga paksa kearah teman nya itu.
Alana pun pergi dari sana. Di ikuti oleh Alex yang ingin mengantar nya pulang. Dan ada satu orang yang sedang cemberut. Siapa lagi kalau bukan Daniel?
'Kenapa bukan gue aja sih? yang antar dedek Alana pulang,' batin Daniel kesal.
************
Di jam menunju kan 12:00 Wib. Mereka semua tertidur di kursi yang tersedia didepan ruangan tersebut.
Mira tidur di dekapan Renza sedang kan, diri nya sendiri tidur dengan posisi terduduk. Sama dengan yang lain. Namun tidak dengan Galvin yang tak bisa tidur. Hanya Kayla yang tertidur berbantal menggunakan paha nya.
Lama lama menunggu. Tiba tiba dokter keluar dari ruangan tersebut. Galvin yang tadi nya hampir terlelap langsung beranjak. Namun ia memperbaiki dulu posisi tidur Kayla.
"Dok gimana keadaan mama saya dok?" Tanya Galvin.
Dokter itu menghela nafas kasar. Sebelum memberi tahu kondisi pasien nya. Raut wajah dokter membuat Galvin deg deg an. Pikira nya sudah kemana mana.
...----------------...
...Mama Galvin dan Mira enak nya di jadi kan ubi atau selamat aja?🤔...