VIRGOS

VIRGOS
Kecurigaan mereka bertiga



"Maksud bos?" Tanya salah satu anggota virgos.


Renza yang menyadari ucapan nya pun, seketika mati kutuk. " Demi kita semua maksud nya. Agar geng kita ga di pandang cupu sama geng sebelah, Iya!" Ujar Renza cepat cepat.


Mereka memicing kan mata nya ke arah ketua nya yang dari kemarin kemarin terlihah aneh.


"Iya udah lah ayok pada pulang. Gue mau pulang ga bisa singgah dulu di markas, capek mau tepar di kasur." Ujar Renza. "Lo juga sebaik nya pulang. Ga baik angin malam!" Renza melirik Karrah Mira.


"Ekhem" Galvin berdehem.


"Kenapa lo?" Tanya Samuel.


"Ga"


"Marvin antar gue pulang." Pinta Renza.


Marvin tak menjawab. Tapi dia langsung merangkul Renza untuk menuju dimana motor nya dia simpan.


Setelah kepergian Renza. Mereka semua saling tatapa. Seakan mempunyai pikiran yang sama.


"Kalian sama ga sih pikiran nya sama gue?" Tanya Galvin pada teman geng nya.


Mereka mengangguk.


"Pikiran apasih kak? Mira juga kepo!" Sahut Mira.


Galvin membalikan badan nya kearah adik nya. " Urusan cowok!" Jawab Galvin.


"Pelit ah" Lirih Mira, mendengus pelan.


Sedang kan disisi lain ada Arkana dan teman geng motor nya.


"Udah tau lo bakal kalah sama Renza, sok sok an mau ngajak balapan" Ujar Galileo. Yang sudah pulih.


"Ck, bukan urusan lo! gue mau balik"


Arkana menaiki motor nya, lalu melanjukan motor sport nya dengan kecepatan aga tinggi. Pergi dari sana.


"Sialan!" Umpat nya.


*************


"Gue balik duluan gaes, ga bisa Kali ini nginap di markas." Sahut Samuel memakai jaket nya.


"Tumben." Ujar Felix.


"Sekali kali gue mau tidur di kasur empuk gue di rumah. Setanan lama lama kalau ga di tempati!" Dusta Samuel.


"kita cuman berempat nih? " Tanya Daniel. "Anggota lain pun tumben ga nginap di markas hari ini!"


"Ga, bentar Marvin dan Galvin bakal kesini. Setelah ngantar bos Renza dan dedek Mira pulang." Jelas Alex.


Galvin merasa kecolongan menjaga adik nya. Dia merasa tak menepati janji nya, untuk menjaga Mira.


Setelah kepergian Samuel. Hening tercipta di antara mereka bertiga.


"Eh anjir kalian?berpikir ga sih kalau Renza itu udah suka sama princes Mira?" Tanya Felix buka suara.


Mereka berdua yang asik bermain ponsel sambil membaringkan badan nya disofa didalam markas. Itu langsung beranjak bangun.


"Benar, gue mau bilang ini. Pas kita stody tour. Kalian lihat sikap Renza ke Arkana aneh?serasa kaya ga suka gitu. Kata Galvin, Arkana tuh mantan pacar Mira?" Ucap Alex. " Dari aneh nya tuh, persis Renza ga mau Mira kembali dekat sama Arkana." Alex mengeluar kan isi pikiran nya.


"Nah sama pikiran kita. lo tadi dengar Renza ngomong apa?(gue balapan demi lo). Gue curiga mereka balapan buat dapetin Mira ga sih?" Sahut Felix.


"Tapi bentar deh, kalian masih ingat pas malam itu. Kita kemall? terus kita singgah makan di resto? " Tanya Daniel.


Mereka berdua mengangguk.


"Gue dengar Renza nyebut nama cewek!" Ujar Daniel.


"Siapa?" Tanya Felix dan Alex.


"Cla," Jawab Daniel antusias.


"Gue ga asing nama panggilan itu!" Felix sedikit berfikir.


"Iya! tadi gue dengar Renza juga ngomong kaya gitu. Dia nyebut nama Cla. Pas Mira ngedorong Kasya saat dia sempat mau merangkul Renza, ditempat balap." Jawab Felix. Ia dia tak salah lagi.


"Yakali Kasya?" Tebak Alex.


Mereka menggeleng.


"Unsur nama Kasya, ga ada Cla nya. Cla singkatan dari nama!" Carca Daniel.


"Clarissa?" Tebak Felix.


"IYA!!!" Jawab mereka berdua spontan.


"Siapa Clarissa?" Tanya Mereka berfikir.


Seakan mereka tiba tiba menjadi detektif. Mereka terus berfikir. Dan terjadi hening sesaat.


"Dih nama itu kayak ga asing deh anjir, gue pernah dengar tuh nama!"


"Almira Quentin Clarissa." Ujar Seseorang tiba tiba


...----------------...


...Tolong maaf kan kalau ada Kata yang sedikit typo, ga nyambung dan kurang berkenan. Percaya lah author sudah berusaha semaksimal mungkin😆☺...