
Esok harinya, Altair hanya berjalan-jalan di sekitar istana Marigold karena ia tidak bisa kemana-mana tanpa izin, apalagi dengan beberapa dayang yang mengikutinya di belakang sana. Ia juga tak perlu lagi menggunakan kain hitam dikepalanya, karena ia sudah menubah kembali dengan warna rambut hitam dan matanya jadi biru.
" Nona Altair, apakah anda baik-baik saja?? " tanya salah seorang dayang kepada Altair, pasti ia bertanya karena melihat Altair murung.
" Ah, tidak apa-apa. Hanya saja, aku ingin pergi ke perpustakaan, kira-kira... apakah baginda akan mengizinkan nya tidak ya?? Aku lupa meminta izin kepada beliau. " ucap Altair sebagai alasan, padahal ia masih memikirkan alasan mengapa Kaisar begitu memperlakukan nya seperti ini.
" Baginda Kaisar sudah memberikan izin kepada anda untuk menggunakan semua fasilitas di istana, tentu saja anda diperbolehkan untuk ke perpustakaan. " jawab dayang yang kalau Altair tidak salah ingat namanya adalah Aisha itu.
" Begitu, ya. Kalau begitu aku ingin ke perpustakaan, ngomong-ngomong.... perpustakaan nya dimana?? " tanya Altair pula.
Aisha terkekeh melihat Altair yang antusias seperti itu, padahal tidak tahu dimana perpustakaan nya.
" Mari ikuti saya, Nona. Saya akan menunjukkan jalannya. " ucap Aisha kepada Altair.
Ia pun menuntun jalan menuju ke perpustakaan untuk Altair, dan Altair sendiri pun mengikuti nya dengan senang hati. Sementara itu, ia tidak memperhatikan... kalau ternyata ada sepasang mata yang menatap nya penuh ketertarikan di
atas pohon diarah sampingnya.
" Hm... Aku tidak pernah melihat nya, adik baru pangeran, kah?? " ucap orang itu bertanya-tanya sambil tersenyum.
****
Di perpustakaan istana, Altair mengambil beberapa buku yang kelihatan menarik dimatanya, salah satunya adalah buku terbaru tentang sejarah yang dimulai dari sekitar 100 tahun yang lalu, kemudian ia pun membacanya.
Altair cukup penasaran tentang Kaisar terdahulu Foldes, jadi ia mencari tentang nya di buku sejarah itu.
[Ethan Sanchez Sheillaveteos, Kaisar terdahulu Kekaisaran Foldes. Dia menjadi Putra mahkota diusia dini dan langsung menjalankan pekerjaan kaisar karena kematian orang tuanya akibat pemberontakkan. Meskipun masa pemerintahannya sebagai Kaisar hanya berlangsung beberapa tahun, tapi dia adalah pahlawan yang menyelamatkan seluruh benua dari kekejaman Seretia, sang wanita pembawa bencana.
Ia bersama dengan Sang Ratu, Quennevia La Sheillaveteos dan juga teman-teman mereka, saling membantu untuk mengalahkan nya dan juga klan Retia. Meskipun sempat mengalami banyaknya rintangan yang menghadang didepan mereka, namun semuanya terselesaikan dengan baik hingga membuat seluruh dunia jadi damai.
Cerita kepahlawanan mereka sangat terkenal di mana-mana, hingga tidak mungkin tidak ada yang tahu tentang mereka. Satu tahun setelah pertempuran besar itu, Kaisar terdahulu yang waktu itu masih seorang pangeran mahkota pun menikahi Putri Quennevia yang adalah yang memiliki hubungan darah dengan keluarga Kekaisaran Chrysos dan putri penguasa hutan agung York, dan menjadikan Putri Quennevia sebagai satu-satunya Putri Mahkota di Kekaisaran Foldes. Pernikahan keduanya juga membuat hubungan antara Chrysos dan juga Foldes semakin dekat dari pada sebelumnya.
Ketika Kaisar terdahulu berusia 24 tahun, ia pun naik takhta sebagai kaisar, secara otomatis putri Quennevia pun naik dari putri Mahkota menjadi Ratu. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Childe Demint Sheillaveteous. Namun saat pangeran Childe berusia 7 tahun, Kaisar terdahulu menyerahkan takhtanya kepada Kaisar Ning dan beliau pun menghilang tanpa jejak bersama keluarga nya.
Banyak rumor mengenai kepergian Kaisar terdahulu dan keluarga nya itu, ada yang menyatakan kalau beliau dan juga Baginda Ratu adalah keturunan dewa dan sudah menjadi dewa sesungguhnya kemudian pergi ke dunia atas, dunia para dewa. Ada juga yang bilang kalau beliau hanya pergi dan tinggal di tempat kelahiran sang Ratu, dipedalaman jantung hutan York.
Dan karena kepergian Kaisar terdahulu dan keluarganya, keturunan keluarga Kekaisaran yang memerintah Foldes sejak zaman dulu kala pun terputus begitu saja. Pangeran Childe yang adalah satu-satunya keturunan Kaisar juga ikut pergi bersama beliau, karena itulah keluarga Kekaisaran saat ini tidak bisa memakai nama 'Sheillaveteos' di belakang nama mereka.
Itu sejarah yang paling terkenal di masyarakat, bahkan di seluruh benua. Namun bagi Altair yang paling menarik perhatian nya adalah...
" Kaisar terdahulu dan juga keluarga nya sejak awal memang keturunan dewa, jadi kurasa spekulasi tentang beliau yang pergi ke dunia para dewa itu cukup masuk akal. Jika dihitung-hitung... sejak perang brakhir... lalu kepergian Kaisar hingga saat ini, itu kurang lebih sudah sekitar 120 tahun yang lalu... " ucap batin Altair.
Didunia ini, keturunan dewa memang masih ada. Tapi terkadang para keturunan dewa itu selalu diburu oleh orang-orang penganut sihir hitam, karena itu keberadaan nya sangat sedikit dan juga mereka selalu menyembunyikan eksistensi mereka dari orang lain.
Disamping itu, didunia yang damai dimana Manusia dan juga Iblis saling berdampingan, terdapat banyak orang-orang yang terlahir sebagai Half-Blood iblis dan manusia. Begitu pula dengan Half-Blood animal Spirit dan manusia, atau animal spirit dengan iblis.
" Fuhh... Meski semuanya menarik, tapi tidak ada yang cukup membantuku. " gumam Altair, ia pun mengambil semua buku yang ia ambil dan mengembalikan nya ke rak buku.
" Aku tertarik kepada Kaisar terdahulu, tapi tidak ada yang lebih spesifik. Seperti gambar atau penjelasan tentangnya yang lebih detail. " ucap batin Altair.
Ia juga pernah diantar melihat-lihat foto keluarga Kekaisaran, namun hanya Kaisar terdahulu, baginda Ratu, dan juga Pangeran Childe saja yang ditutupi oleh kain hitam dan tidak diperbolehkan diperlihatkan kepada siapapun.
" Hmm... Aku jadi penasaran, apa aku minta izin kepada baginda Kaisar saja, ya?? " ucap Altair, saat secara tidak sengaja tangannya menyenggol sebuah buku hingga jatuh.
Tuk... Bukk...
" Astaga.. "
Altair pun membungkukkan tubuhnya dan mengambil buku yang jatuh itu, bukunya kelihatan sudah tua tapi masih sangat bagus. Kemungkinan ada sihir yang melindungi buku tersebut.
" Hm...Buku apa ini?? " ucap Altair bertanya-tanya, ia membolak-balikan buku tersebut, kemudian membaca judul bukunya. " 'Raja Naga.... Bahamut. ' " gumam nya.
Altair sempat ingin membuka buku tersebut, namun ia urungkan saat merasakan ada sesuatu dibalik rambutnya yang bergerak-gerak. Altair sampai merinding saat membayangkan apa yang bergerak-gerak di rambut nya itu, kemudian ia pun menoleh kearah bahu kanan nya saat...
Kyuu....
Sesuatu itu keluar dari sana dan mata mereka pun saling bertemu, saat makhluk itu menatapnya juga.
" Ah!.. "
Altair terperanjat kaget melihat nya, hingga menabrak rak buku dibelakang nya. Sementara makhluk yang keluar dari rambut nya itu melompat turun ke bawah dan duduk dengan tenang di hadapan nya.
" A.. Apa itu??.. " ucap Altair pula, sambil menatap makhluk itu dengan ketakutan. Disisi lain makhluk itu hanya memiringkan kepalanya ketika melihat Altair seperti itu.