The Last Ruler: The Return of the Goddess

The Last Ruler: The Return of the Goddess
Lumine



Setelah uji kekuatan bersama dengan Mira siang tadi, Altair benar-benar sangat lelah karena baru pertama kali ia bertarung seperti itu. Selama ini ia tidak pernah membayangkan jika dia akan belajar cara bartarung, meskipun sebenarnya dia suka melihat orang lain bertarung seperti itu. Bukan untuk saling membunuh, hanya sebuah kompetisi sebagai hiburan saja.


" Haahh... Lelah sekali. " gumam Altair sembari tiduran di kasur nya.


Kyuu..


Dan seperti nya Zico kelihatan khawatir melihat nya seperti itu, " Haha... Aku baik-baik saja, Zico. Semua nya akan baik-baik saja. " ucap Altair pula sambil mengelus kepala Zico.


Saat kemudian, ia pun langsung terlelap dalam alam mimpi karena saking lelah nya dihari pertama belajar bertempur. Banyak sekali hal yang ingin dirinya tanyakan, tapi tidak ada satupun yang bisa menjawab nya. Bahkan Altair mulai ragu, apakah ada orang yang pernah mengalami apa yang ia alami.


***


" Apa... ini?? Rasanya seperti tenggelam dalam lautan... "


Altair merasa seperti itu, dingin dan juga hening. Ia tidak bisa mendengar apa-apa, juga tidak bisa merasakan apa-apa. Bahkan ketika ia membuka mata, hanya kegelapan yang menyambutnya.


" Dimana?? "


[Anda berada dialam bawah sadar anda, dimana lautan ini mendeskripsikan kekuatan anda.]


Suara yang waktu itu ia dengar saat latihan bersama dengan Mira, suara yang membuatnya memiliki beberapa kekebalan sendiri terhadap serangan yang diberikan Mira atau milik nya sendiri. Disaat yang sama ketika suara itu muncul, terlihat juga sebuah bola bersinar yang turun mendekatinya.


" Siapa kau sebenarnya?? "


[Aku adalah roh cahaya, roh yang bertugas untuk membimbing dan melindungi anda. Ibunda anda memberikan ku nama... Lumine.]


" Lumine, kah. Sejak kapan kau ada ditubuhku?? "


[Sejak anda lahir.]


" Hm... Artinya, selama itu Lumine tertidur hingga akhirnya kau terbangun. Sama seperti kekuatan ku, ya?? "


[Benar.]


Altair pun akhirnya dibawa turun dan berdiri diatas lantai es yang tipis, akan tetapi ia bisa berdiri bahkan berjalan dengan aman diatas es itu.


" Apa maksud dari keberadaan mu, Lumine?? "


[Mengendalikan kekuatan anda.]


Altair mengangguk paham dengan itu, seperti nya memang benar jika kekuatan nya selama ini terkendali bukan karena usahanya. Rupanya Lumine-lah yang membentunya mengendalikan kekuatan itu, jika saja tidak ada Lumine... mungkin saja dari dulu dia akan kehilangan kendali.


Apalagi sekarang... segel yang dipasang oleh ibu nya juga sudah terhapus sepenuhnya. Akan sangat sulit sekali mengendalikan kekuatan yang tidak bisa diukur seberapa besar jika sampai terlepas.


Kemudian, Altair melihat kalau ada sebuah jalan yang bercahaya di tempat itu, entah kenapa cahaya itu terasa seperti membimbingnya pergi ke suatu tempat yang tidak ia ketahui. Altair berjalan menyusuri jalan tersebut, ditemani oleh Lumine yang masih berbentuk seperti bola cahaya disamping nya.


" Hei, Lumine. Sebenarnya ini jalan menuju ke mana?? "


[Tidak terjangkau, ini adalah lautan pikiran dan kekuatan anda.]


" Eh?? Bukannya kau ada disini sejak dulu?? Tidak mungkin kau tidak tahu kan?? "


[Area berbahaya, aura yang sangat kuat terdeteksi. Diharapkan segera mengambil jalan


kembali.]


Altair bingung karena Lumine yang tiba-tiba jadi serius, tapi seketika dia merasakan aura yang disebutkan oleh Lumine. Aura itu sungguh sangat kuat hingga membuat nya merasa terdorong dengan sangat keras.


[Dimengerti.]


Saat tiba-tiba semuanya terlihat gelap kembali, dan ketika Altair membuka matanya. Dia sudah benar-benar kembali ke kamar nya yang biasa...


" Hah?!! "


Altair sangat terkejut dengan aura menekan yang tadi ia rasakan, rasanya seperti akan mencabik-cabiknya hingga menjadi potongan-potongan kecil. Keringat dingin membasahi tubuhnya, itu seperti mimpi buruk yang kapan saja menjadi nyata.


Kyuu...


Perhatian Altair pun kemudian teralihkan kepada Zico karena mendengar suaranya yang kedengaran sangat khawatir.


" Tidak apa-apa, Zico. Aku hanya bermimpi buruk. " ucap Altair meskipun itu adalah sebuah kebohongan.


Kyuu...


" Ah, dia merasakan kekuatan ku?? Aku lupa kalau dia itu seekor naga karena terlalu imut. " ucap batin Altair, yang jadi agak panik karena Zico berpikir dia mendapat serangan. " A, Aku baik-baik saja, Zico. Mungkin karena mimpi buruknya, aku kelepasan mengeluarkan sedikit kekuatan, hahaha... " ucapnya pula sambil tertawa canggung.


Tapi untunglah, Zico percaya dengan perkataan nya, dan memutuskan untuk kembali tidur disampingnya. Altair menghela nafas lega karena nya. Disisi lain, dia juga masih kepikiran sih...


" Hm... Lumine, bisakah kau jelaskan apa yang terjadi tadi?? " tanya Altair dalam batinnya.


[Itu adalah bentuk pertahanan diri dari luar. Ketika kesadaran pemilik mendapatkan serangan dari dalam, maka mana dalam tubuh akan langsung melindungi tubuh luar dari ancaman.] jawab Lumine.


" Ho... Ada yang seperti itu juga, ya. Tapi... memangnya siapa yang mau menyerangku disini?? Perasaan aku tidak punya musuh, deh. "


[Anda salah.]


" Eh?? "


Altair bingung karena Lumine menyalahkan ucapannya, tentu saja karena dia tidak terlalu memperhatikan beberapa hal yang jadi akar permasalahan nya.


[Semenjak anda bertemu dengan kaisar, sejak saat itu juga musuh anda bertambah. Banyak bangsawan yang merasa anda seharusnya tidak ada disini, apalagi sampai mendapatkan perlakuan khusus di istana kekaisaran.] jelas Lumine.


" Yah... Kurasa itu memang benar ada nya sih. Tapi bagaimana mungkin para bangsawan.... " gumam Altair.


Altair masih tidak mengerti dengan alasan kenapa mereka memusuhinya, padahal dia tidak punya apa-apa yang bisa menyancam (dia adalah pemilik kekuatan terbesar dan termurni didunia).... Atau mungkin punya....


Para bangsawan seharusnya bisa mengacuhkannya saja, itu akan lebih mudah. pikir Altair. Lagipula, alasannya masih berada di istana kekaisaran adalah karena dia disuruh belajar kepada Mira, yang juga adalah guru bagi pangeran Theodore.


Tidak mungkin Mira mengajarinya ditempat lain, sementara pangeran masih membutuhkan nya untuk menjadi pembimbing. Saat kemudian Altair tiba-tiba teringat dengan sesuatu yang mendorong kesadaran nya itu...


" Ah, Lumine. Bisakah kau mencari tahu apa itu?? Aura yang berbahaya itu.. " ucap Altair.


[Dimengerti. Akan tetapi, dikarenakan pemilik masih berada ditahap pemula, penganalisisan aura akan memakan waktu yang lama.] jawab Lumine.


" Itu tidak masalah. Tolong bantuanmu ya. " sahut Altair.


Baiklah, satu masalah selesai. Dia juga sudah tahu tentang keberadaan Lumine dan alasannya. Sekarang dia bukan hanya punya satu guru, tapi Lumine juga akan membimbingnya untuk mengendalikan kekuatan nya. Dia juga jadi semakin tahu, kalau sebenarnya ibu nya itu sangat menyayanginya. Lebih dari yang ia bayangkan.


Tapi masih tetap belum bisa menjawab semua pertanyaan yang selama ini ada didalam benaknya....


Apalagi tentang kekuatan besar itu, juga tentang eksistensi nya yang sebenarnya. Seberapa besar kekuatan nya yang sebenarnya, dan apakah Kaisar sudah tahu tentang itu?? Juga alasan kenapa dia dan orang-orang yang ada disekitarnya merahasiakan semua itu darinya..


" Haah... Masih sangat panjang, padahal kuharap aku bisa mengetahui semuanya dengan cepat.. " gumam Altair.