The Last Ruler: The Return of the Goddess

The Last Ruler: The Return of the Goddess
Ruler of winter



Setelah kejadian itu, mereka kembali kesofa dan menatap Zico yang sedang dibantu oleh Yi. Itu memang mengejutkan saat seekor naga jadi seperti itu hanya karena datang ke tempat itu, mereka bahkan belum sempat benar-benar mendarat diatas gunungnya.


" Jadi kau bilang... ada sebuah kastil yang terbuat dari es diatas pegunungan itu??" tanya Israhi setelah mendengar semua penjelasan Altair tentang tempat itu.


Membuat perhatian Altair yang semula ada pada buku ditangannya pun jadi tertuju kepadanya, " Iya. Itu kastil yang cukup besar, disana ditempati oleh beberapa monster dan boneka salju yang hidup. Dan aku yakin.... ada seseorang ditempat itu. " ucap Altair menimpali.


Disaat yang sama dengan itu tatapan matanya menajam, dan ia pun melanjutkan. " Dia lah yang menyuruh semua monster itu menyerang kami dan melukai Zico."


Itu bisa saja terjadi. Ditambah dengan fakta, bahwa mungkin ada seseorang yang mengendalikan monster-monster itu, dia pasti orang dengan kemampuan langka hingga bisa melakukan nya. Tapi kenapa dia ada disana? Dan kenapa dia mendatangkan badai salju ke tempat disekitar pegunungan seperti ini??


" Apa anda tahu sesuatu tentang ini, nona Mira?" Aksa kemudian bertanya tentang hal itu kepada orang yang harusnya lebih tahu diantara mereka.


Sayang, Mira menggelengkan kepalanya tentang kejadian janggal ini. " Aku tidak pernah mengalami hal seperti ini." ucapnya.


" Bahkan anda yang telah bepergian ke seluruh dunia juga??" Remilia hampir tidak percaya dengan itu.


Namun tidak ada alasan untuk Mira berbohong kepada mereka, sekalipun dia telah pergi keberbagai macam tempat dan melihat berbagai macam hal. Dia tidak pernah melihat fenomena ini.


Ada beberapa kejadian memang yang hampir serupa, namun tidak mungkin monster mendatangkan badai dan mengubah cuaca secara terus menerus selama berbulan-bulan seperti ini. Mereka tidak memiliki cukup kekuatan untuk mendatangkan bencana seperti ini...


...Kecuali ada faktor lain.


" ...Seorang Ruler."


Mendengar hal itu dari Altair, membuat semua orang langsung mengalihkan perhatian kepadanya. Kepada Altair yang masih memandangi buku ditangannya...


" Dia mungkin seorang Ruler. Para ruler bisa mengendalikan monster, dan itu masuk akal jika cuaca berubah karena mereka. Mereka punya kekuatan yang sedikit lebih besar dari naga, jadi masuk akal jika Zico yang masih muda jadi seperti itu. Dan dilihat dari bagaimana ia menyebarkan es dan salju, dia mungkin adalah Ruler of winter. Itu artinya Crystal nya adalah Crystal es." ucap Altair dengan lebih jelas kemudian.


Ia pun mengangkat kepalanya menatap teman-teman, yang mana ia langsung disuguhkan dengan ekspresi bertanya-tanya dari Remilia, Derrick dan Aksa. Mereka tidak mengerti dengan apa yang dia katakan...


" Apa itu Ruler? Apa maksudmu mereka seorang raja atau semacamnya?" tanya Aksa yang benar-benar super bingung dengan hal tersebut.


Remilia yang mendengar nya pun kemudian memberikan asumsinya, " Mungkin maksudnya pemimpin monster, begitu." ucapnya.


Sementara Derrick hanya menatap dalam diam.


Altair yang mendengar hal itu hanya tersenyum canggung, dia lupa kalau teman-teman mungkin tidak tahu soal itu. Dia sendiri mendapatkan informasi tersebut dari buku yang ia ambil dari perpustakaan istana kekaisaran. Dan satu-satunya didunia.


Tapi kemudian....


" Itu bisa jadi, para Ruler selalu penuh dengan kebencian." Yi menimpalinya membenarkan hal tersebut.


Altair sampai terkejut dengan hal itu, " Yi! Kau tahu soal Ruler??" dia langsung bertanya-tanya dengan kedua mata berbinar terang.


Yi yang melihat antusiasme nya pun tersenyum kepadanya, " Iya, seekor Phoenix punya umur yang panjang. Aku pernah bertemu dengan beberapa Ruler." jawabnya.


" Wow..."


" Diantaranya adalah Ruler of lightning, Ruler of wind dan Ruler of Domination."


" Woah..!!"


Meski begitu, yang tidak tahu tetap bingung dengan percakapan mereka.


" Aku juga pernah dengar itu dari Kaisar terdahulu." gumam Mira sambil memikirkannya disana.


Israhi pun kemudian bertanya, " Baiklah, jadi apa... yang membuat orang itu dirasuki Crystal dan berubah jadi Ruler?" dia bertanya seperti itu.


" Bahkan Israhi juga tahu!" tapi Altair justru sibuk kagum sendiri dengan hal itu. Dia tidak menyangka kalau Israhi juga akan tahu.


Israhi tidak bisa berkata-kata dengan itu, karena wajar saja dia tahu mengingat dia adalah seseorang yang juga sama berumur panjang seperti Yi. Alasan nya dia adalah iblis... Ya, setengahnya.


" Mari bahas hal lain. Tolong jelaskan kepada orang-orang disana tentang apa itu 'Ruler'." Israhi pun mengalihkan percakapan dan menunjuk Derrick, Remilia dan Aksa yang masih belum tahu.


" Oh.." Altair baru ingat hal itu, dan ia pun mulai menjelaskan nya secara singkat...


" 'Ruler' adalah para manusia yang dikendalikan oleh Crystal Tears, itu adalah Crystal yang menyimpan banyak energi negatif dan dapat menginfeksi menusia dan menjadikan mereka inangnya. Manusia yang sudah berubah menjadi Ruler akan kehilangan kewarasannya dan hanya mengenal kehancuran sebagai kesenangan, mereka memiliki kekuatan yang sangat besar dan merusak. Karena itu keberadaan nya pun disamakan dengan bencana." ucap Altair.


" Jadi... mereka seperti parasit, tapi tidak bekerja seperti parasit. Begitu??" tanya Derrick setelah mendengar itu.


Altair pun mengangguk membenarkan, memang hampir serupa jika keduanya disandingkan.


" Lalu, bagaimana cara mengembalikan manusia yang telah berubah menjadi Ruler kembali kesedia kala?" tanya Aksa kemudian.


" Dengan cara mengeluarkan Crystal Tears itu, biasanya mereka akan berada didada para Ruler, tepat dijantung. Tapi... tentu saja cara mengeluarkannya juga harus hati-hati, jika tidak orang itu justru akan mati. Dan meski ditusuk, itu juga tidak dapat membunuh mereka. Crystal itu seperti membuat ruang khusus dalam tubuh, dan hanya bisa ditarik keluar dengan cara khusus juga."


Altair membalik-balik halaman buku itu, ada penjelasan bagaimana cara menarik Crystal Tears itu, tapi mantranya dia tidak bisa mengerti. Padahal itu tulisan yang sama dengan yang ada dibuku ini yang bisa ia baca.


" Kalau begitu bagaimana dengan serangannya??"


" Hmm??"


Altair teralihkan dengan pertanyaan Israhi lagi, ia pun menoleh menatapnya.


" Jika serangan itu bahkan bisa membuat seekor naga jadi seperti ini, lalu bagaimana cara seseorang menghadapinya. Bukankah itu artinya Ruler memiliki kekuatan yang sangat berbeda dengan makhluk pada umumnya."


Altair diam sebentar, lalu ia pun menganggukan kepalanya. " Iya, Ruler tidak menyerap magis alam seperti makhluk kebanyakan. Mereka menyerap energi khusus bernama 'Tearsnano', itu adalah energi yang muncul disaat perang suci berlangsung, itu sekitar 100.000 tahun yang lalu. Kalau aku tidak salah, dari yang aku baca dibuku ini... katanya kalau Crystal tears juga aslinya adalah fragment dewa. Tapi aku tidak tahu kenapa itu justru terkontaminasi energi gelap." jelasnya lagi.


" Aku tidak pernah mendengar nama energi seperti itu." Remilia kemudian menimpali.


" Entahlah. Tapi Tearsnano memang tidak diperuntukan untuk manusia biasa, mereka yang terinfeksi Tearsnano akan berubah jadi makhluk gila atau terkena penyakit yang sulit disembuhkan. Dan hewan yang terkana bisa jadi seekor monster. Itulah kenapa kita harus menghentikan nya."


Altair kemudian menutup buku ditangannya itu dan menatap teman-teman nya, yang lain kelihatan serius disana sementara itu Aksa..


" Kita?? Maksudmu, kita semua??" dia kelihatan ragu dengan misi kali ini.


Tapi Altair menganggukan kepalanya dan tersenyum cerah, " Tentu saja, hanya kita yang tahu tentang ini dan tahu cara menghentikan Ruler itu." ucapnya menjawab Aksa.


Aksa tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dengan hal itu, pantas saja dari tadi ia merasakan firasat buruk. Rupanya ini yang akan dia katakan.


Remilia terkekeh disampingnya, seperti nya dia tahu apa yang dipikirkan Aksa yang kelihatan pasrah sekarang. Dia tidak ingin ikut, tapi juga tidak bisa menolak.