
Beberapa saat yang lalu, didalam labirin.
Altair ditinggalkan disana sendirian setelah sebelumnya melawan Riol, dia hanya terdiam ditanah tanpa menunjukan gerak-gerik apapun. Racun itu menyebar dengan cepat didalam dirinya. Hanya keheningan yang tersisa ditempat itu setelah Altair tumbang.
Namun kemudian, Zico yang sebelumnya kembali masuk ke dimensi ruang membuka portal dan keluar dihadapan Altair yang terbaring tak berdaya. Zico pun menatap wajahnya dengan seksama, saat kemudian ia pun memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
Altair diam tak bergerak, meski begitu matanya terbuka seperti biasanya, tatapannya kosong entah kemana. Nafasnya yang sebelumnya tidak teratur pun berangsur membaik. Zico tahu alasannya...
Kyuu~
Ia pun bergerak lebih dekat, kemudian memanjat naik ke atas punggung Altair. Anak panah yang menancap itu menahan kesadaran Altair. Panah yang terus menguntikan racun sedikit demi sedikit ke tubuhnya, dan tubuh Altair yang dengan sendirinya menawarkan racun itu. Dan itu mengganggu proses pengumpulan kesadaran Altair yang fokus tertuju pada pendetoksian racun.
Jika dibiarkan, Altair akan terus seperti itu sampai racun ditubuh dan panahnya menghilang. Dan itu pasti sangat lama..
Zico menatap panah itu dengan mengelilinginya, tidak ada racun diluarnya itu artinya dia ada didalam. Karena itu, Zico pun kemudian langsung membuka mulutnya dan menggigit panah itu. Dia menariknya cukup keras dengan mulut, hingga panah tersebut tercabut dari punggung Altair.
Tubuh Altair sedikit tersentak ketika ia mencabut panah itu, mungkin karena terkejut dengan rasa sakitnya. Dan secara perlahan, cahaya kembali pada kedua matanya.
Kyuu..! Kyu.. Kyuu~
Zico terus memanggilnya, bahkan ia melompat-lompat diatas punggung Altair untuk menyadarkannya. Lalu...
" Hah..?!!"
Altair sontak bangun dengan tiba-tiba hingga membuat Zico terkejut dan terlempar jatuh dari punggungnya.
" Ukhh..." dia memegang kepalanya dengan ekspresi berkerut mengisyaratkan rasa sakit, saat kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada Zico yang ada disampingnya. " Zico... Berapa lama waktu telah berlalu??"
Altair ingat saat dia diserang dengan panah beracun, setelah itu dia tidak terlalu ingat. Dan melihat kalau Zico ada disana sekarang Altair yakin dia yang mencabut panah itu dan artinya waktu telah berlalu.
Kyuu...
" 20 menit..?? Itu sudah terlalu lama. Zico, buka portal ruangnya."
Altair berkata demikian disaat yang sama dengan dirinya yang mencoba untuk bangkit berdiri. Dia harus mengejar orang yang menyerang mereka itu sebelum jatuh korban yang lain.
Dan begitulah, bagaimana Altair bisa ada diluar labirin saat ini.
Situasi disana tiba-tiba berubah hening setelah kedatangan nya, bagi yang satu mungkin mengejutkan karena dia baik-baik saja. Yang lainnya bersyukur karena dia baik-baik saja, lalu... Ada juga yang bertanya-tanya kenapa dia hanya keluar sendirian.
Karol adalah bagian dari kelompok terakhir...
" Kenapa kau hanya sendirian, dimana yang lainnya?!?"
Sedangkan Altair yang ditanya hanya berekspresi santai dan kemudian menyentuh tengkuknya, " Ah... Mereka baik-baik saja." ucapnya kemudian.
" Aku membawa semuanya kok, termasuk wanita menyebalkan itu." lanjutnya pula dengan malas.
Altair menjentikan jarinya, saat portal ruang terbuka didalam panghalang Mira dan Yi disana. Teman-teman nya, termasuk Ninia dan dua yang lainnya keluar dari portal itu dan jatuh diatas tanah. Membuat orang-orang yang melihat pun kembali terkejut dan lega disaat yang sama.
Disamping itu, Ninia yang mendapatkan luka paling ringan pun sadar lebih dulu, dan ia telah melihat semua yang dilakukan Altair. Ia berusaha bangun disana dan kemudian menatap Altair...
" Kau bisa membuka portal dimensi... Lalu kenapa kau mengikuti duel seperti ini, alih-alih langsung kepusat??" tanyanya meski terlihat kesulitan.
" Hm... Yah, aku juga ingin tahu seperti apa didalam sana. Itu juga tidak ada hubungannya denganmu." dan Altair kemudian menyahutinya dengan santai.
" Apa-apaan maksudmu..."
" Kau tidak mengerti juga bukan masalah, lagi pula-..."
Psyutt..!
Kata-kata Altair terhenti karena tembakan panah itu, Riol yang melihat kelengahan diantara mereka memanfaatkan kesempatan disana dan langsung menembak.
Beruntung Altair bisa menghindarinya dengan jarak yang nyaris kena, meski begitu pipinya terasa perih karena itu.
Altair pun mengusap pipi nya itu dan menatap cairan merah ditangannya yang berasal dari sana, dia pun mulai menatap Riol dengan lebih serius.
" Kau juga sama." dan Riol menimpalinya dengan ekspresi yang mulai berubah serius juga.
Melihat Altair selamat dari racun seperti itu membuatnya yakin, kalau dia bukan orang biasa.
" Aku tidak tahu bagaimana kau bisa selamat, tapi itu cukup mengesankan."
" Apakah kau tahu..? Istilah untuk lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun dari dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin..."
" ....Aku tahu."
" Detoksifikasi... Aku adalah orang yang bisa menyerap segala jenis racun dan memurnikan nya sendiri."
Itu hal yang tidak biasa terjadi, orang yang kebal terhadap racun biasanya adalah orang yang memang telah lama mengkonsumsi racun tersebut, atau orang yang punya kemampuan penyembuhan. Meski begitu, mereka tetap tidak bisa lepas dari yang namanya efek samping.
" Aku tidak yakin dengan hal itu." dan Riol tidak percaya dengan hal itu.
Saat kemudian ia melemparkan tiga buah bola-bola racun kearah Altair untuk menguji apa yang ia katakan. Altair hanya diam menatap itu, dan sesaat setelah bola-bola itu menyentuh tanah dibawah kakinya, mereka meledak dan menyelimuti nya dengan asap racun.
" Hahaha... Bagaimana dengan itu! Itu adalah racun yang lebih kuat dari yang sebelumnya!."
Riol yakin dia tidak akan bertahan, namun ketika asap itu mulai memudar, ia melotot tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Altair masih berdiri tak bergeming disana.
" Tidak mungkin! Bagaimana bisa?!"
" Aku sudah memberitahumu kalau racunmu tidak berguna lagi padaku."
" Kalau begitu coba yang ini!." ia mengambil sebuah tongkat silinder dari punggungnya, yang langsung berubah menjadi sebuah meriam yang cukup besar. " Akan kupertaruhkan kehormatanku sebagai pembuat racun yang terkenal!." ucapnya kemudian.
Ia kembali menyemprot Altair yang ada dihadapannya dengan gas.. yang kali ini berwarna hijau. Namun hasilnya tetap sama.
Tapi dia cukup gigih, Riol tidak hanya melakukannya sekali, namun berkali-kali dengan racun yang berbeda dan warna-warni.
Tetap tidak berhasil...
" Ti-Tidak mungkin... Apa kau itu manusia?!!" Riol tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat disana sekarang. Gadis itu tidak normal, itulah yang ada dalam benaknya sekarang.
" Kau sudah selesai??" Altair kemudian bertanya disana, " Kalau begitu ini giliranku--..."
Ziingg!
" ....Kau tidak keberatan, kan?"
Altair bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan dalam sekejap mata dia telah berada dihadapan orang itu. Kecepatan itu hampir sama dengan kecepatan yang digunakan Remilia dikondisi primanya.
Kecepatan itu mengejutkan orang lain.
Altair yang telah berada dihadapan orang itu, mengarahkan tangannya kewajah Riol, dan dalam satu gerakan yang singkat... Altair mendorong dan menghantamkan kepalanya keatas tanah.. Brakk!
Suara hantaman yang cukup keras muncul disana, dan beberapa senti tanah disekitar mereka hancur. Riol yang diserang dengan cepat seperti itu tidak bisa menghindar dan ia sekarang terkapar tak berdaya ditanah.
Sedangkan Altair mengangkat tangannya dari wajah Riol dan kembali menegak kan tubuhnya, dia menatap sekitar yang dipenuhi oleh racun sesaat dan ia pun mengepalkan tangannya menggenggam udara. Saat tombaknya kemudian muncul ditangannya.
Altair memutar tombak itu ditangannya, dan ia pun menancapkannya diatas tanah. Dalam sesaat yang singkat, tombak itu bersinar... mengeluarkan aura murni dan membersihkan semua racun yang ada dalam sekejap.
Orang-orang menatapnya terkesima, itu adalah hal luar biasa yang mereka lihat disana. Sementara bagi teman-temannya yang lain, mereka sudah tidak terkejut lagi jika Altair punya hal lain yang bisa ia lakukan.
Dia adalah sosok dengan kekuatan tanpa banding...
Bahkan Ninia sadar dengan hal tersebut dan tidak bisa berkata-kata lagi. Melihat hal luar biasa yang bisa dilakukan Altair disana, membuat nya bisa melihat lawan nya dengan lebih jelas.
" Aku bukan tandingannya..."
'Dihadapan kekuatan mutlak, dia bukanlah apa-apa. Tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan nya, kecuali ada sebuah keajaiban yang bisa terjadi.'