
Tataplah tinggi di langit sebelah udara, sebuah komet jatuh dari langit, dengan diselimuti oleh aura ungu yang misterius. Pemandangan aneh yang jarang terlihat hingga membuat setiap makhluk hidup yang melihat nya merasakan kegelisahan yang sama.
Dan sebelum fajar menyingsing di arah timur, dari dalam kegelapan di sebuah tempat yang tidak tersentuh siapapun....
Ada sesuatu... yang terbangun...!!
*******
Srakk.. Srakk..
Tap.. Tap..
Derap langkah seseorang wanita terdengar sedang berlari di tengah hutan yang gelap gulita, ketika hanya bulan purnama yang menerangi hutan dalam kesunyian tersebut.
Sementara itu dibelakang nya ada sekumpulan orang-orang yang tengah mengejarnya. Wanita itu berlari menjauhi orang-orang itu, sambil membawa seorang bayi yang tertidur lelap didalam keranjang yang ia bawa dipeluk-kan nya.
Bayi mungil yang baru saja ia lahirkan, namun ia malah diburu oleh orang-orang itu.
" Hah.. Hah.. Hah.. Aku harus cepat, mereka tidak boleh mendapatkan anakku. " gumam wanita itu dalam kekhawatiran.
" Jangan kabur!. " saat salah seorang dari kelompok yang mengejarnya itu meneriakinya.
Orang itu melepaskan kekuatan untuk menyerang sang wanita, namun ketika wanita itu menoleh kebelakang ia langsung menghilang dari tempat nya, tanpa jejak sedikit pun.
" Dia melakukan teleportasi??. " ucap salah satu rekannya.
" Yah, seperti nya begitu. " jawab orang yang tadi menyerang itu.
" Sebaiknya kita cari dia segera, dia baru saja melahirkan dan terluka karena serangan kita. Aku tidak akan percaya jika dia bisa berpindah ke tempat yang jauh dari sini. " ucap salah seorang pula.
Yang lainnya pun mengangguk setuju, dan mereka pun langsung berpencar untuk mencari jejak sang wanita yang tengah mereka kejar-kejar itu.
Sementara itu di sebuah desa kecil bernama GoldenRose, Kekaisaran Foldes. Wanita yang mereka kejar-kejar itu nyatanya melakukan teleportasi dengan seluruh kekuatan nya, untuk bisa sampai di sana. Wanita itu berjalan dengan terpincang-pincang sambil membawa keranjang bayi itu dengan aman.
" Tidak apa-apa, nak. Ibu tidak akan membuatmu terluka. "
Mungkin Karena guncangan, bayi itu sekarang terbangun dari tidurnya. Bayi lucu dengan mata seperti Zambrud menatap lurus ke arah ibunya yang bersusah payah tersenyum untuk memberitahukan kalau dia baik-baik saja padanya.
Tangan lembutnya itu mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang yang hangat..
" Aku harus... Menyembunyikan nya ditempat yang aman. " ucap wanita itu pula.
Ia pun melihat sebuah rumah tua yang ada di desa itu, karena kebetulan rumah itu masih terang dengan kemungkinan penghuni nya masih bangun, wanita itu tidak punya banyak pilihan disaat seperti ini, jadi ia pun akhirnya berjalan mendekati rumah tersebut.
Tok.. Tok.. Tok..
Wanita itu mengetuk pintu rumah tersebut, saat kemudian terdengar suara dari dalam yang memintanya untuk menunggu sebentar. Tak lama setelah itu pintu rumah itu pun terbuka.
" Iya, ada yang bisa... " ucap seorang wanita paruh baya yang terhenti ketika melihat wanita itu, " Anda siapa??. " tanya wanita paruh baya itu pula
Tentu saja, dia pasti sangat terkejut ketika membuka pintu dan dihadapkan dengan seorang yang tidak ia kenal sambil membawa bayi di tangannya. Saat kemudian wanita yang membawa bayi itu pun meneteskan air mata, dan berkata...
Wanita paruh baya yang mendengar hal itu pun bingung, namun ia tidak ingin membuatnya menunggu diluar saat malam dingin seperti ini. Jadi ia pun mempersilahkan wanita dan bayi nya itu masuk ke dalam rumah nya. Karena ia juga hanya tinggal bersama dengan suaminya di sana, anak mereka meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu.
Sang suami dari wanita paruh baya itu pastinya juga ikut terkejut ketika melihat wanita asing dihadapan nya.
" Ada apa ini??. " ucap sang suami dari wanita paruh baya itu bertanya-tanya, sementara itu istrinya hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu.
Kemudian perhatian mereka pun langsung tertuju kepada wanita asing yang datang kerumahnya itu, sang wanita yang tahu kalau dia harus menjelaskan itu pun mulai menarik nafas nya sejenak.
" Aku ingin meminta bantuan kalian, kumohon.. Tolong jaga putriku. " ucap ibu sang anak itu, yang sudah pasti membuat pasangan suami istri itu sangat terkejut mendengarnya.
" Memang nya kenapa kau ingin membiarkan kami menjaga nya??. " tanya sang suami yang heran dengan itu.
" Sejujurnya... Aku sedang diincar oleh orang-orang jahat, aku tidak mau.. Kalau sampai putriku ikut terseret dalam masalah ini. Aku juga terpisah dengan orang-orang yang menjagaku, dan aku tidak bisa melawan dalam kondisi saat ini. Karena itu kumohon dengan sangat, tolonglah. Hanya kalian lah yang bisa membantu ku saat ini. " ucap si ibu pula dengan sangat memohon.
Pasangan suami istri itupun saling pandang satu sama lain, mereka tidak tega untuk menolak permintaan dari wanita di depan mereka itu. Jadi mereka mengiyakannya saja, sang ibu dari anak tersebut sangat senang mendengar nya, ia bisa melihat dari aura kedua orang itu kalau mereka adalah orang baik dan paruh kasih sayang.
Jadi dia tidak akan terlalu khawatir dengan putrinya, setidaknya akan ada orang baik yang menjaganya sampai mereka dipertemukan kembali. Sebelum pergi, ibu dari si bayi pun memberikan tiga syarat yang harus dipenuhi oleh pasangan suami istri tersebut.
" Yang pertama, tolong jangan ubah namanya. Dia adalah Altair Drosera, dan gelang yang aku berikan ini berisi uang yang bisa kalian gunakan untuk biaya hidup kalian dan juga putriku kedepannya. " Wanita itu pun memberikan gelang yang ia maksud itu kepada pasangan suami istri tersebut.
" Yang kedua, tolong rahasiakan ini kepada siapapun termasuk putriku, hingga waktunya tiba kalian bisa memberitahukan nya kepada Altair. Dan yang ketiga, tolong jaga kalung ini. Diusianya yang ke 17 tahun, berikan lah kalung ini kepada nya. " ucap ibu si bayi.
Kemudian si ibu terlebih dahulu mengucapkan salam perpisahan kepada bayi mungil itu, dan memeluk nya dengan penuh kasih sayang. Air mata tak bisa ia bendung, apalagi ketika mengingat kalau dirinya akan meninggalkan putri kecilnya disana tanpa dirinya.
" Altair, kau sungguh anak yang baik. maaf ya. Ibu tidak bisa menemanimu tumbuh, tapi ibu juga tidak ingin kau dalam bahaya di usiamu yang masih sangat kecil. Tidak... Lebih tepatnya ibu berharap kau tidak akan pernah ada dalam bahaya. Sekali lagi ibu minta maaf, sampai jumpa. Altair, ibu mencintai mu. " ucap wanita itu sambil berderai air mata, ia pun mengecup kening putri kecilnya itu.
Clak...
Air mata dari si ibu itu menetas ke kalung yang dipegang oleh Altair, yang saat ini tengah memandangi nya dengan tatapan polos dan tidak tahu apa-apa. Sang ibu benar-benar tidak tega, namun ia tidak bisa melakukan apapun, hal terakhir yang bisa ia lakukan.. Hanyalah membantu menutupi identitas nya dengan lebih baik.
Sang ibu menyegel kekuatan milik Altair, yang membuat warna rambut nya pun ikut berubah menjadi hitam seperti langit malam. Kemudian sekali lagi sang ibu itu memeluk putrinya untuk terakhir kalinya.
Disisi lain pasangan suami istri itu juga terlihat semakin tidak tega melihat nya, namun mereka juga tidak bisa melakukan apapun untuk nya. Diusia mereka yang kini sudah lanjut itu, mereka hanya bisa membantu si ibu dengan menjaga putrinya.
Setelah semua urusan selesai, wanita itu pun bergegas pergi dari rumah itu. Sebelum fajar terbit, atau mungkin sebelum ada satu dari orang-orang yang mengejarnya itu tahu kalau dia pergi ke desa itu. Sementara sang anak, Altair diasuh oleh pasangan suami istri tersebut.
Seolah tahu kalau ia ditinggalkan sendirian oleh ibunya, Altair kecil pun menangis kencang karena nya.
" Iya, iya. Anak yang baik, Altair jangan menangis, ya. " ucap wanita paruh baya itu sambil menenangkan Altair yang terus menangis, hingga tak lama kemudian Altair pun berhenti menangis dan tertidur.
" Dia anak yang cantik, ya. " ucap sang suami yang duduk di sebelah nya.
" Iya, dia cantik seperti ibunya. " jawab istri nya itu.
" Sebenarnya ada apa ya, kenapa wanita malang seperti nya bisa dikejar-kejar oleh orang jahat?? Meskipun aku kurang yakin dengan nya, namun tidak ada sama sekali kebohongan dalam bicaranya, dimatanya, maupun raut wajahnya. " ucap sang suami pula.
" Ya, dia anak yang malang. Suatu hari nanti, Altair juga pasti akan bertemu dengan ibunya lagi. Kuharap saat itu terjadi, mereka bisa hidup dengan damai. " ucap sang istri menimpali, yang mana itu diangguki oleh suami nya.