The Last Ruler: The Return of the Goddess

The Last Ruler: The Return of the Goddess
Meeting Adventurers



Didalam hutan saat ini, ada suara riuh yang bergema dikejauhan. Disela pohon-pohon yang berguncang karena hentakan, burung-burung terlihat beterbangan menjauh dari hal itu...


Kiieekkk...


Dan suara pekikan keras pun bergema disana... Seekor laba-laba besar sedang berlari melewati hutan yang lebat dan luas itu dengan langkah yang sangat cepat. Dan dibelakang nya, sekelompok sedang mengikuti nya dibelakang sana.


" Tahan pergerakannya! Kita harus menghentikannya sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah. " ucap salah seorang dari mereka, Israhi Solnia Flandore, itulah namanya. Dia adalah ketua dari kelompok ini.


" Dimengerti." dan para anggotanya pun menjawab hal itu.


Mereka langsung bergerak masing-masing, dua orang melompat keatas pepohonan disana, sampai disisi kiri dan kanan laba-laba itu, kemudian langsung menyerang nya dengan api dan juga petir.


" Fireball!"


" Lighting bolt!"


Wuusshh... Zreettt... Boom!!


Kiieekkk!! Drruaakk...


Laba-laba itu pun terjatuh dan terjungkal diantara pepohonan dihutan itu. Melihat kesempatan itu, Israhi kemudian melemparkan sesuatu keatas laba-laba itu, dan salah satu temannya lagi menembakan sebuah anak panah kepada benda itu.


Clack... Srraakk...


Dan benda itu pun langsung meledak, memunculkan sebuah jaring yang langsung mengurung laba-laba itu.


Setelah menyelesaikan masalah itu, mereka pun kembali berkumpul dimana Israhi berada. Sebuah kelompok yang terdiri dari 4 orang, seorang perempuan bernama Remilia Christa. Lalu salah satu diantara adalah Elf bernama Aksa Teranodin Everia. Dan juga spirit animal bernama Yi.


" Kerja bagus, sekarang... kita hanya harus mengembalikan nya ke gua Linemire. " ucap Israhi.


Linemire, adalah sebuah gua yang menjadi sarang monster spirit seperti laba-laba, katak gua, dan kelabang raksasa. Termasuk beberapa yang lain. Laba-laba besar yang meraka tangkap sekarang adalah salah satu dari penghuni gua itu.


" Hm, aku penasaran kenapa dia keluar dari sana? Biasanya laba-laba seperti ini tidak suka dengan tempat yang terang seperti diluar. " ucap Remilia.


" Bukankah akan lebih baik jika kita membunuhnya saja? Tidak akan ada yang protes juga. " ucap Yi.


" Aku setuju. " sahut Aksa pula.


" Bagaimana menurutmu, Israhi??" tanya Remilia kepada ketua mereka itu.


Israhi yang mendengar nya pun memikirkan hal itu, " Ya, jika itu menurut kalian. Tidak akan ada yang melarang kita untuk membunuhnya. " jawab Israhi setelah mendengar berbagai tanggapan dari teman-temannya.


Karena monster berjenis laba-laba seperti itu ada banyak di gua Linemire, jika salah satunya mati tidak akan ada yang menyadarinya juga. Saat kemudian...


" Wah, wah. Kalian mendapat tangkapan besar disini. "


Mereka mendengar suara itu dan langsung menoleh ke asalnya..


Dan dibelakang mereka, Mira yang kini berada paling depan, tersenyum kearah mereka. Sementara Altair dan kelompok yang lain hanya diam dibelakang, melihat apa yang di lakukan olehnya.


" Aku ingin tahu apa yang akan kalian lakukan dengan laba-laba ini??" tanya Mira kepada mereka.


" Yah, kami belum tahu. Awalnya dia kabur dari gua Linemire, dan membuat kekacawan. Kini kami sedang berpikir apa akan dikembalikan atau dibunuh saja. " jawab Yi atas pertanyaan Mira.


Sementara itu Israhi melihat kebelakang sana, " Seperti nya kalian sedang mengawal kelompok dagang ya. Maaf karena kami jadi menghalangi jalan kalian. " ucapnya.


Mira yang mendengar itu pun menoleh kearahnya dan tertawa, " Ahaha... Jangan khawatir kan soal itu, kami kebetulan memang akan beristirahat dikota terdekat. Dengan kalian menjatuhkan laba-laba ini sebelum sampai kesana, kalian telah menyelamatkan banyak nyawa. " sahutnya.


Yah, jika laba-laba sebesar itu sampai masuk kota. Kepanikan pasti akan terjadi, dan meski bisa dihentikan oleh orang-orang disana pun.. korban jiwa pasti akan tetap ada. Apa yang di lakukan oleh kelompok Israhi adalah hal yang sangat tepat.


" Maaf.." perhatian mereka kemudian teralihkan kepada pemimpin kelompok dagang itu, " Apakah kalian akan segera menyingkirkan laba-laba itu dari jalanan?? Saat ini, kami sedang membawa seorang anak yang sedang sakit. Dia perlu dibawa ke kota terdekat secepat mungkin, jika kalian bisa tolong segera lakukan. Jika tidak, kami akan segera mengambil jalan memutar. " ucapnya.


" Wah, kenapa kau tidak bilang dari awal! Jika kau mengarakannya kami akan membantu, muridku itu seorang apoteker yang handal. " ucap Mira mendengar itu.


" Ah, maaf. Tidak ada dokter yang ikut dalam kelompok ini, kau juga tidak mengatakan soal itu, jadi kami pikir tidak akan ada masalah selama 3 hari perjalanan ini karena tempat yang dituju juga cukup dekat. " jawab pemimpin kelompok itu canggung.


Mira tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar nya, karena tidak ada yang bicara soal itu dia juga jadi tidak tahu. Ia hanya menghela nafas panjang mendengar itu.


" Kalau begitu, sebaiknya kami segera menyingkirkan laba-laba ini sekarang. " ucap Israhi menengahi.


" Mungkin sekitar 1 setengah jam, laba-laba itu besar dan agresif. Jika tidak hati-hati dia mungkin lepas dan menyerang lagi. " jawab Israhi pula.


" Laba-laba ini sudah mati. " suara Altair terdengar mengalihkan pertanyaan semua orang.


Semua orang pun menoleh kearah laba-laba itu, dimana Altair saat ini sudah berada disana. Memegang laba-laba itu dengan tengannya. Semua orang terkejut melihat nya disana, padahal tidak ada yang menyadari nya saat melintas kesana.


Disaat yang sama, mendengar apa yang dia katakan membuat kelompok Israhi terutama Remilia dan Yi terkejut.


" Yang benar?? Rasanya kami tidak menyerang sekuat itu. " ucap Remilia.


Altair yang mendengar nya pun menoleh kearah Remilia dan tersenyum, " Ini bukan karena serangan kalian. Aku merasakan sebuah racun di dalam laba-laba ini, yang sama sekali tidak sesuai dengannya. Dia mungkin memakan sesuatu yang membuatnya jadi agresif dan mati karena efeknya. " jelas nya kemudian.


Sementara Remilia yang melihat nya hanya diam terpaku, Altair pun melanjutkan perkataan nya. " Aku ingin tahu apa yang akan kalian lakukan kepada mayatnya??" tanyanya kepada mereka.


" Yah... jujur saja kami tidak berniat memburunya pada awalnya, jadi kami tidak yakin harus melakukan apa. Kalau dipikir-pikir laba-laba itu memang berguna sih.. " sahut Aksa.


" Kalau begitu, apa aku boleh mengambilnya??" tanya Altair lagi, yang membuat mereka penasaran. " Aku membutuhkan laba-laba ini untuk sesuatu, aku bisa membayar jika kalian mau. " lanjutnya.


Tentu saja, itu akan setimpal karena mereka yang menangkap nya, tapi... jujur saja Israhi tidak terlalu membutuhkan uang.


" Ah, tidak. Kau bisa mengambilnya. " jawab Israhi menimpali Altair.


" Kau yakin?" Altair merasa tidak yakin dengan hal itu. Namun Israhi menganggukinya. " Kalau begitu jangan menyesal, ya. " ucapnya pula kelihatan riang.


Ia kembali mengulurkan tangan kearah laba-laba itu, disaat yang sama kemudian sesuatu dibawah laba-laba itu muncul. Sesuatu seperti.. lubang hitam.


Sementara itu di tempat Zico yang saat ini dalam wujud besar, didimensi tanpa batas miliknya. Sebuah portal terbuka diatas sana, dan menjatuhkan laba-laba itu tepat didepan nya. Zico yang melihat nya pun langsung terperanjat kaget.


Krungg...


Zico mengeluh tentang itu kepada Altair, dan Altair yang mendengar itu hanya menutup mulutnya rapat-rapat.


" Aku tahu, maafkan aku. Jangan marah, Zico. " gumamnya kemudian.


Sedangkan dibelakang nya, orang-orang sedang terkagum-kagum dengan apa yang baru saja di lakukan olehnya. Karena Altair membuka portal dimensi tanpa batas Zico, laba-laba itu langsung menghilang dalam sekejap dari jalanan.


" Luar biasa. " ucap Aksa yang juga kagum dengannya.


" Apa itu kekuatan Void??" gumam Yi pula yang melihat itu.


Dan Mira yang kemudian bicara kepada para rombongan, " Baik, semuanya. Sekarang kita bisa lewat, mari bersiap. " ucapnya sedikit berteriak.


" Altair pergilah ke kereta anak yang sakit itu dan obati dia. " lanjutnya kepada Altair.


" Baik, guru. " sahut Altair.


Setelah itu Mira pun menoleh kearah Israhi dan yang lainnya, " Kalian mau ikut??" tanyanya pula kepada kelompok Israhi.


" Kami?" sahut Remilia yang agak bingung.


" Kupikir kalian punya banyak pertanyaan. " ucap Mira pula sambil melirik Altair.


Saat Altair sedang panik sendiri saat ini, " Tidak! Zico, tidak! Jangan bakar laba-laba nya, dia sangat berharga!"


Yeah, melihat Altair bicara sendiri seperti itu cukup membingungkan bagi mereka. Dan mereka memang cukup penasaran dengannya..


" Baiklah. " Dan Israhi pun mengiyakan hal itu.


Karena nya, kelompok mereka pun ikut bergabung dalam kelompok dagang yang dikawal Mira dan Altair. Mereka langsung bergerak melanjutkan kota terdekat, bersamaan dengan Altair yang sedang mengobati anak yang sakit itu dalam perjalanan.


 



* Israhi Solnia Flandore