The Last Ruler: The Return of the Goddess

The Last Ruler: The Return of the Goddess
Go quietly



Saat itu dimalam yang sunyi dan cerah, bulan purnama bersinar seorang diri menerangi langit malam tanpa adanya bintang-bintang yang menemaninya. Ditampat lain, Altair yang sedang tertidur pulas dikamarnya, ketika tanpa ia sadari tanda didahinya bersinar redup.


Memanggil sinar bulan untuk masuk ke dalam kamarnya melalui jendela...


Cahaya dari bulan itu perlahan-lahan bergesar mendekati Altair, hingga akhirnya sinar itu pun mengenai dirinya. Membawa kesadaran Altair pergi ke dalam alam bawah sadarnya....


" Uhh... Dimana ini??" Ketika Altair menbuka matanya ia berada disebuah hutan, bersandar pada satu-satunya pohon Birch putih yang ada disana.


Altair pun bangkit berdiri ketika melihat sekitarnya, ia berjalan dalam kegelapan tanpa arah. Sampai kemudian seekor kunang-kunang kecil muncul dan menunjukan jalan padanya...


Altair tidak tahu kemana ia akan membawanya, tapi ia ingin keluar dari kegelapan hutan itu, karenanya ia mengikuti kunang-kunang kecil itu. Ia terus berjalan menusuri tanah dengan kakinya tanpa mengenakan alas kaki, yang ia sadari dirinya saat ini hanya mengenakan gaun putih selutut, seperti pohon Birch putih tadi.


" Kemana kau akan membawaku? Hei, kunang-kunang kecil?" tanya Altair kepada kunang-kunang itu.


Ia tahu itu sia-sia, kunang-kunang itu tidak menjawab pertanyaan nya. Dia hanya bosan saja, sedari tadi ia hanya melihat pepohonan dan kegelapan. Sampai kemudian ia melihat sebuah cahaya diujung hutan...


" Itu mungkin... "


Altair jadi bersemangat dan berlari mendekati cahaya itu, ia akan segera keluar dari hutan itu dan akan tahu dimana dirinya berada sekarang. Namun kemudian ia kembali terpaku...


Dirinya memang keluar dari hutan, tapi pemandangannya berubah menjadi tebing yang sangat tinggi. Dirinya berada ditempat yang benar-benar asing, tempat yang membuatnya merasa sekolah lebih dekat dengan bulan. Saat seekor kupu-kupu yang bersinar terang layaknya cahaya lewat tepat didepan matanya...


Iris mata Altair mengikuti kupu-kupu itu, yang membawanya melihat kearah sebuah pintu raksasa yang memiliki ukiran menyeramkan. Dan kupu-kupu itu hinggap dipundak seorang wanita berambut emas yang bersinar digelapnya malam...


" Ha... Siapa? Warna rambutnya sedikit mirip denganku, hanya saja lebih pekat..." batin Altair bertanya-tanya, ia berjalan sedikit lebih dekat dengan wanita itu saat kemudian melihat nya mengulurkan tangan kepada seseorang dihadapannya.


" Apa kau yakin??" tanya orang itu kepada wanita berambut emas itu.


Wanita itu mengangguk, ia memberikan sebuah surat ketangan orang dihadapannya, " Tolong sampaikan pesanku kepada Lize, Pintu Dunia Bawah tidak boleh dibuka lagi sampai hari yang dijanjikan tiba. 'Dia' akan datang padanya, karena itu ia harus bersiap. Orang itu akan menentukan akhir dari pertempuran penjang selama 100.000 tahun ini, menghancurkan dan hancur, atau memperbaiki takdir yang hancur dan mengembalikan yang telah hilang." dia berkata dengan suara yang terdengar sangat serius.


Meninggalkan pertanyaan dibenak Altair, " 'Dia' siapa? Menghancurkan apa? Apa yang harus diperbaiki?? Siapa kamu...?" Saat Altair ingin menyentuh wanita itu, bayangannya memudar.


Dan ia pun langsung terjaga didunia nyata, bersamaan dengan sinar bulan yang kini hilang tertutupi awan. Altair bangun dari tidurnya dengan ekspresi bingung, ia memiliki banyak sekali pertanyaan yang sangat ingin ia ketahui jawabannya.


" Tadi itu... Mimpi apa...?" gumam Altair, sebelum kemudian perhatiannya teralihkan kepada suara yang berasal dari arah jendela.


Tuk.. Tuk.. Tuk..


Sesuatu datang mengetuk jendelanya, dimalam yang sunyi ini. Altair turun dari kasurnya dan berjalan mendekati jendela itu, kemudian ia membukanya. Secarik kertas berbentuk seekor bangau terbang dan mendarat tepat dihadapan nya...


Altair mengangkat kertas dengan kedua tangan nya, dan menatapnya dengan penuh ketertarikan...


" Apa ini?? Imutnya..." ucapnya dengan mata berbinar.


Altair terkejut karena bangau kertas itu terbuka dengan sendirinya, berubah kembali ke bentuk asalnya.. kemudian muncul sebuah tulisan diatas kertas itu..


" Wahh... Apa yang tertulis disini?? "


~ 'Jika penasaran tentang sesuatu, datanglah ke satu-satunya bar dijalan Etona dan katakan ini (Aku datang untuk menemui si pengembara yang datang jauh-jauh kesini. Dia mungkin berasal dari lautan Foldes yang dalam, atau mungkin dari dalam hutan besar York yang luas)'~


" Hm..?" Altair berpikir sambil memiringkan kepalanya, dari mana orang yang mengirimkan surat itu tahu dia sedang mencari jawaban dari sesuatu. Dan siapa sebenarnya orang asing itu??


Namun yang jelas Altair merasakan kekuatan yang membawa rasa rindu didalam hatinya...


Ia pun tersenyum sedikit lega, " Ya, sudahlah. Karena terasa tidak asing, mungkin akan baik-baik saja. Ayo coba pergi kesana besok..." gumam Altair yang kemudian menyimpan kertas itu dan kembali melanjutkan tidurnya.


****


Esok hari pun tiba, Altair sedikit bebas karena Yin sedang pergi keluar istana untuk sebuah penyelidikan, jadi tidak ada kelas belajar. Dan Mira juga tiba-tiba disibukan dengan kabar monster yang datang dari utara. Para pangeran juga kelihatan nya sibuk dengan urusan mereka...


" Zico, ayo..."


Dikota yang ramai seperti biasa, Altair berbaur dengan orang-orang sekitar. Ia memakai jubah panjang yang menutupi dirinya, jadi ia berharap tidak akan ada yang mengenalinya, karena dia tidak berniat berlama-lama disuatu tempat. Meski beberapa kali perhatiannya teralihkan kepada apa yang dijual dijalan yang ia lewati...


Dan akhirnya, Altair pun sampai dijalan Etona seperti yang dikatakan disurat, ia mencari bar mana yang dimaksud oleh orang misterius itu...


" Bar.. bar.. Itu tempat seperti apa, ya? Tuan Yin tidak pernah memberitahu ku, seingatku didesa dulu juga ada. Tapi itu sangat tertutup dan kami para anak kecil dilarang mendekati nya. Apa kau tahu bar itu seperti apa, Zico??" ucap Altair sambil melihat sekeliling.


Zico menggeliat keluar dari rambut dipundaknya, kemudian menunjuk suatu tempat yang ada diujung jalan...


Kyuu...


Ia menjawab pertanyaan Altair...


" Ha, seperti yang diharapkan dari Zico. Tapi bagaimana kau tahu kalau itu tempat nya?" tanya Altair pula curiga.


Tapi Zico malah mengalihkan perhatian dan tidak mau menatapnya.. Altair masih curiga dengan Zico yang bisa tahu tempat itu, tapi dia tidak masalah juga jika dia tidak mau memberitahu.


" Sudahlah, ayo pergi ke sana saja." ucapnya kemudian berjalan pergi ke sana.


Dari tempat itu terdengar sangat ramai saat Altair makin dekat dengan bar itu, seperti nya pengunjungnya banyak. Namun ketika ia mau masuk, seorang penjaga yang ada didepan pintu menghalangi langkahnya.


" Maaf, nak. Kau tidak boleh masuk. " ucap penjaga itu dengan sebuah senyuman misterius terpatri diwajahnya.


Altair pun menolehkan wajahnya ke kiri dengan tatapan masih kepada penjaga itu, " Kenapa aku tidak boleh masuk??" tanya Altair padanya.


" Ini bukan tempat yang baik untuk anak-anak, kembali saja setelah kau sudah dewasa. " jawab penjaga itu.


" Hm.. " Altair menatapnya dengan seksama, ia tidak merasakan aura permusuhan darinya jadi Altair bisa beranggapan kalau dia tidak bermaksud jahat.


Tapi ia ingin membuktikan informasi dari orang tidak dikenal itu, apa benar ia bisa mendapat jawaban dari tempat ini atau tidak. ".... Aku datang untuk menemui si pengembara yang datang jauh-jauh kesini. Dia mungkin berasal dari lautan Foldes yang dalam, atau mungkin dari dalam hutan besar York yang luas. " Karena itu Altair mencoba memakai kata-kata yang tertulis disurat itu juga.


Setelah ia mengatakan itu, raut wajah penjaga itu langsung berubah terkejut sambil menatapnya,.. " Kau... Bagaimana bisa... " ucapnya yang terheran-heran.


Altair sendiri heran dengan reaksinya, " 'Bagaimana bisa' apa?? " tanya Altair dengan polos.


Tapi penjaga itu menggelengkan kepalanya, " Tidak, bukan apa-apa. Tunggu sebentar..." ucapnya yang kemudian membuka pintu di belakangnya. " Oi, ada tamu penting! " teriaknya kepada orang yang ada didalam sampai menarik perhatian.


Altair jadi sedikit gugup dengan itu, saat seseorang kemudian berjalan mendekati mereka yang masih ada didepan pintu.


" Ada apa? " tanya orang itu.


Si penjaga pun lebih mendekat dan membisikan sesuatu pada orang itu, yang juga membuatnya tersentak kaget.


" Begitu, ya. Baiklah, silahkan lewat sini, Nona. " ucap orang itu dengan sopan kepada Altair.


Dan Altair yang melihat nya pun mulai berjalan mengikuti nya, ia dipandu sampai ke sebuah pintu. Itu ruangan yang kecil, dan tidak ada apapun disana, tapi ia dikurung disana...


" Sempit... " keluh Altair dengan wajah datar, saat kemudian ia dikagetkan dengan lingkaran sihir dibawah kakinya... " A-Apa ini?!"


Altair menutup matanya rapat-rapat saat lingkaran sihir itu bersinar terang, dan ketika ia membuka matanya lagi ia ada ditempat lain. Sebuah perpusatakaan yang sangat besar dan luas...



" Wahhh.... Bukunya banyak sekali... " ucap Altair dengan terkagum-kagum.


" Tentu saja, itu semua buku-buku dan arsip-arsip yang sangat penting dari masa lalu, dan masa yang akan datang. "


Altair langsung menoleh dengan sepontan ketika ada yang menjawab ucapan nya, ia sama sekali tidak merasakan hawa kehadirannya. Namun seorang pria sekarang sudah berdiri di belakangnya, manatapnya seolah tahu kalau dia akan datang...


" Sejak kapan...?!"