
..."TEARSNANO & RULER"...
'Tearsnano'... Itu adalah sumber energi yang lebih kuat dari Magi/Mana yang sudah ada sejak terciptanya alam semesta. Tearsnano mulai terbentuk setelah perang besar yang melibatkan para iblis dan dewa berhenti, energi dari fragment dewa yang tertinggal.
Saat sang Raja Naga 'Bahamut' menjadi ancaman bagi ke-empat dunia yang dulunya saling berdampingan. Salah satu Dewi penjaga, yang juga adalah hakim dunia yang agung sekaligus putri dari Dewi Dunia Tengah, ibu dari semua makhluk hidup didunia manusia, hidup kembali atas pengorbanan ibunya.
Kala itu, air mata yang diteteskan oleh sang Dewi untuk putrinya berubah menjadi energi tak terhingga yang hanya bisa diterima oleh beberapa orang saja, bahkan saking sedikit nya sampai bisa dihitung dengan jari. Disaat yang sama, ketika perang berakhir... Sang Dewi Penjaga yang hidup kembali atas kekuatan sang ibu pun juga tidak bisa mempertahankan wujudnya dan akhirnya menghilang.
Fragment dari jiwa sang Dewi penjaga berubah menjadi beberapa Cristal, sementara sebagian lainnya bereinkarnasi agar sang Dewi bisa terlahir kembali. Ada enam pecahan Cristal dari jiwa sang Dewi.
- Crystal Chaos - Crystal Corruption
- Crystal Wave - Crystal Ice
- Crystal Fire - Crystal Hypnotic
Ke-Enam Cristal itu memiliki kekuatan yang dahsyat, dan juga bisa menyerap Tearsnano, kekuatan yang tertinggal didunia milik Dewi Dunia Tengah. Dan hanya orang-orang yang memiliki Cristal itu yang bisa mengendalikan Tearsnano.
Akan tetapi, ada kelemahan besar bagi pemilik Cristal untuk tetap menjadi Manusia. Sebagian besar dari mereka akan kehilangan akal sehat dan akan dikendalikan oleh ego dan keinginan jahat, termasuk menanamkan pemikiran jahat kepada inang(pemilik Cristal) kalau mereka harus memusnahkan umat manusia. Dan beranggapan kalau mereka adalah makhluk yang spesial, yang dipanggil dengan sebutan Ruler/Penguasa.
Semakin kuat kekuatan yang dimiliki seorang Ruler, semakin jahat pula mereka. Sejauh ini, Ruler yang pernah muncul dalam catatan sejarah hanyalah Ruler dari kristal Ice, Wave, Corruption dan Fire. Ruler of Hypnotic pernah muncul sekali dalam sejarah, setelah itu menghilang tanpa sedikit pun jejak.
Sementara Ruler dari kristal Chaos tidak pernah muncul sekalipun, karena kekuatannya yang dikatakan leluhur, lebih dahsyat bahkan bisa menyamai kekuatan Putri Empat Dunia dalam kondisi prima nya. Dan karena tidak adanya tubuh inang yang cocok yang bisa menahan kekuatan besar dari Cristal Chaos itu sendiri. Bahkan Cristal itu tidak pernah terlihat sekalipun.
Sebenarnya ada tiga Ruler lain yang muncul dalam sejarah, tapi ketiga Ruler itu tidak ada hubungannya dengan fragment jiwa sang Dewi. Mereka yang disebut sebagai orang-orang yang mendapat kasih sayang dewa. Yaitu...
- Ruler of lightning.
Yang pernah muncul dua kali dalam sejarah, ketika Putri Empat Dunia (yang belum terverifikasi kebenarannya) pertama kali terlahir kedunia dan mencoba menenangkan nya dari menghancurkan dunia karena kehilangan putrinya yang berharga. Namun usahanya gagal, dan Putri Empat Dunia memusnahkan seluruh umat manusia dan menghancurkan dunia.
Sementara kemunculannya yang kedua terjadi 300 tahun lalu, ketika perterungan pertama melawan Wanita pembawa bencana. Dimana sang Ruler ikut memberi bantuan besar kepada umat manusia untuk mencapai kedamaian.
- Ruler of sea.
Ruler of sea juga pernah muncul dua kali, yang pertama ketika kemunculannya sebelum Putri Empat Dunia terlahir, tepat beberapa tahun setelah perang besar para dewa dan iblis melawan sang Raja Naga. Dia menghancurkan satu era peradaban manusia, kemudian menghilang tanpa ada yang tahu kemana dia pergi.
Kemunculannya yang kedua sama seperti kemunculan pertama Ruler of the Lightning, tetapi di era itu dia tidak banyak terlibat dan hanya menjadi penonton. Disamping itu dia juga menjadi teman dari anak perempuan sang Putri Empat Dunia sebelum meninggal nya dirinya.
- Dan; Ruler of Creator.
Kemunculannya tidak pernah diidentifikasi dengan lebih jelas, tapi ada kemungkinan... kalau dia akan muncul dimasa depan. Ini tertulis dalam literature Putri Empat Dunia dari 1.500 tahun yang lalu, dikuil Dewi Dunia Tengah, sisa-sisa dari reruntuhan pusat kerajaan kuno yang ditinggalkan, dibagian timur benua.
************************************************
Setelah membaca buku itu Altair dan juga Theodore(yang mendengarkan) jadi bingung, apalagi dengan bahasan yang sangat luas dan tidak pernah mereka dengar satupun.
" Ini... Penjelasan nya benar-benar tidak masuk akal, tapi entah kenapa kedengaran nya juga sangat meyakinkan. " ucap Theodore.
" Umm... Saya sedikit mengerti, tapi.. Saya tidak tahu apa maksudnya ini. " ucap Altair pula.
" Penjelasan nya merembet ke mana-mana. " ucap Theodore lagi.
" Anda benar. Haruskah saya teruskan atau kita cari tahu dulu maksudnya?? " tanya Altair, apalagi dengan buku yang masih sangat tebal di tangan nya itu.
Keduanya kemudian berpikir dengan sangat serius untuk menemukan jawabannya, tapi sampai 20 menit berlalu pun tidak ada satupun yang muncul sebagai jawaban. Sampai kemudian keduanya tiba-tiba dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka dengan keras..
Brakk...
" Kak Altair!! " teriak orang yang melakukan nya, yaitu Pangeran Habel.
" Yang mulia?? Apa ada yang anda butuhkan?? " tanya Altair.
Sementara itu, Habel pun berjalan mendekati Altair dan langsung menarik tangannya. " Ayo kita pergi ke kota, kak. " ajaknya.
" Tidak perlu minta izin pada kakek, kita akan pergi diam-diam. "
Altair hanya tertawa kikuk mendengar itu, karena sekarang itu bukan diam-diam lagi jadi nya. Theodore mendengar itu semua, dan dia masih santai-santai saja di tempat nya.
" Pergilah, aku tidak akan memberitahu kakek Kaisar. Sebagai gantinya ajak salah satu pengawal untuk ikut dengan kalian juga. " ucap Theodore dengan tiba-tiba.
" Eh? Benar tidak apa-apa? " tanya Altair memastikan.
" Iya. Pergilah, jangan khawatir. " jawab Theodore.
Mendengar itu, Altair hanya mengiyakannya saja, dan kemudian pergi bersama dengan Habel. Tapi bukan dia artinya jika benar-benar merahasiaknnya dari Kaisar.
Secara diam-diam, Altair menyuruh Zico pergi ke tempat Kaisar untuk memberitahukan soal apa yang akan mereka lakukan. Supaya mereka tidak dapat masalah juga nantinya, disamping itu mereka juga harus segara memilih orang yang bisa menjaga rahasia dan mengawal mereka pergi ke kota. Dan orang yang terlintas dipikiran Altair adalah... Ansel.
****
Dan disaat yang sama, di ruang takhta. Kaisar Ning saat ini sedang dihadapan dengan banyak nya ocehan para bangsawan yang mempermasalahkan kehadiran Altair.
" Apa ini?? Kapan mereka akan menutup mulut mereka ini?? Jangan-jangan mereka akan terus bicara sampai mulut mereka berbusa. " batin Ning, dia kelihatan bosan sekali dengan semua itu.
Begitu juga dengan Yin yang ada disamping nya saat ini, dia kelihatan seperti berpura-pura tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh mereka.
" Baginda Kaisar, tolong pertimbangkan. Bukankah berlebihan untuk membiarkan gadis yang tidak jelas asal usulnya itu berkeliaran diistana begitu saja. Bahkan anda sampai membiarkan nya tinggal diistana putri!. "
" Itu benar, Baginda. Anda tidak bisa seperti ini. "
" Haah... Memangnya kelian berharap aku melakukan apa?? Dia adalah sosok yang tidak boleh kita jadikan musuh, tahu. " sahut Ning atas perkataan para bangsawan itu.
Jelas sekali dia sangat tahu kekuatan Altair, memikirkan nya saja sudah membuat nya bingung. Kekuatan Altair saat ini sebanding dengan kekuatan sebuah bom raksasa yang bisa meratakan seluruh daratan, dan itu terus bertembah seiring dengan bertambah nya waktu.
Ingin sekali Ning memberitahu mereka siapa Altair itu sebenarnya, tapi itu terlalu beresiko jika sampai ada musuh yang bersembunyi diantara mereka atau informasi ini sampai bocor kepihak luar.
" Meskipun begitu,... "
" Baginda. Anda tidak boleh menunjukan sisi lemah kepada sembarangan orang. Sebagai penguasa yang ditunjuk langsung oleh kaisar terdahulu, anda harus menjaga negara ini. Berbahaya jika sampai menjaga musuh dalam selimut. " ucap Duke Orzsbet kepada Ning selaku Kaisar Foldes sekarang.
" Duke Orzsbet, aku tahu maksudmu itu baik. Tapi apa kau memikirkan bagaimana nasib Kekaisaran kedepannya?? " tanya Ning pula.
" Dan apakah maksud anda, Yang mulia?? " tanya balik Duke Orzsbet.
" Anak itu mendapatkan perlindungan dari seekor Naga! Atau mungkin tiga. " ucapnya dengan akhirnya sebuah gumaman, yah itu tidak salah. " Kakuatannya saja sudah sangat besar sampai bisa menghancurkan Kekaisaran ini seorang diri, ditembah lagi seekor Naga. Apa kau bisa membayangkan kehancuran apa yang bisa diperbuatnya?? " lanjutnya.
Dan pastinya itu membuat orang-orang disana makin gempar. Foldes memiliki kenangan buruk dengan Naga dimasa lalu, jika sampai mereka membuat masalah dengan Naga lagi, akan seperti apa Negara mereka saat ini. Disaat Kekuatan Foldes tidak sekuat sebelum nya lagi, meskipun Keluarga Kekaisaran yang sekarang pun mendapatkan berkah dari Ethan dulu.
Perhatian orang-orang disana kemudian terpecah, saat mendengar suara lain di ruangan itu. " Apa ini...? Padahal aku berharap akan ada sedikit hiburan, rupanya kau sudah memperhitungkan semuanya sampai sejauh itu ya... KA.IS.AR. " ucap seorang anak kecil yang bersandar dipintu masuk ruangan itu, yang membuat orang-orang kaget karena kehadiranya yang sangat tipis itu. Dan ya... dia adalah Zico.
Disisi lain, Ning hanya mengulas sebuah senyuman mendengar ucapan anak itu. " Oh, si Naga datang sendiri kesini. Kau ingin minta cemilan lagi?? " ucapnya dengan santai.
Disisi lain, Zico yg mendengar ucapan Ning itu malah memasang wajah tidak suka. " Aku datang ke sini bukan untuk meminta cemilian. Tapi ingin memberitahukan kalau mereka pergi keluar. " ucapnya pula.
Zico pun berjalan mendekati Ning ditempat duduk nya, sementara para Bangsawan yang juga ada disana berusaha menjaga jarak dari nya. Itu karena Zico sama sekali tidak menyembunyikan auranya yang begitu kuat setelah semua orang sadar kalau dia ada disana.
" Aku bisa tebak siapa yang satunya. Tapi yang ikut dengan nya itu siapa?? " tanya Ning dengan serius.
Dan Zico pun berhenti tepat disamping Ning, ia pun menjawab, " Pangeran kecil dan asisten bernama Anel.. atau Andel... atau apalah itu. Dia manusia pertama yang berani menyebutku Kadal selain Kaisar terdahulu. " ucapnya dengan ekspresi kesal.
" Mungkin yang kau maksud itu Ansel. Jika mengingat bentukmu waktu kecil, kau memang mirip dengan kadal sih. " gumam Ning yang ternyata masih bisa didengar oleh Zico.
Dan tentu saja, wajah kesal nya pun berubah dari Ansel yang ia pikirkan, menjadi kepada Ning yang ada dihadapannya. Sementara Ning sendiri hanya tersenyum merasa tidak bersalah setelah mengucapkan kata-kata itu.