
Saat malam tiba, dikamar, Altair masih membaca beberapa buku yang dipinjamnya dari perpustakaan, ia masih mengumpulkan informasi apapun yang menurut nya berguna. Meskipun beberapa buku yang dipinjamnya juga merupakan novel action romance yang secara tidak sengaja ia temukan diperpustakaan.
" Huwaaa... aku tidak pernah membaca buku sebanyak ini sebelumnya. Karena terlalu asik sampai tidak memperhatian waktu. " ucap Altair sambil meregangkan tubuhnya yang terasa pegal.
Altair pun mengalihkan pandangannya pada Zico yang ada diatas kasurnya, seperti nya dia sudah tidur karena hari memang sudah sangat larut. Altair pun kemudian bangkit dari duduk nya dan membereskan meja nya yang peruh buku. Namun ada satu buku yang selalu menarik perhatiannya, yaitu buku tentang Raja Naga yang di temukan nya diperpustakaan.
Altair pun mengambil buku itu dan memperhatian nya sejenak, " Hm.. kenapa Tuan Yin tidak bisa membaca nya ya?? Padahal aku bisa. " gumam Altair.
Altair pun kemudian berjalan kearah tempat tidur nya dan langsung menjauhkah diri diatas kasur, hingga membuat Zico yang sedang tidur pun meloncat kaget karena nya. Altair yang melihat nya pun hanya tertawa girang.
" Hei, Zico. Apakah kau tahu tentang Raja Naga?? " tanya Altair pula sambil menopang dagunya.
Kyuu...
Sahut Zico pula sambil memiringkan kepalanya.
" Kau tidak tahu ya?? Aku juga tidak. "
Kemudian Altair pun menunjukan buku yang ada ditangannya ke hadapan Zico, agar mereka bisa melihat nya bersama.
" Mau membacanya?? "
Kyuu...
Altair tersenyum senang karena Zico setuju dengan nya untuk membaca buku itu, jadi Altair pun mulai membuka lembaran buku tersebut.
[ Ribuan tahun yang lalu, ketika ke-4 dunia saling terhubung satu sama lain. Ketika para Dewa dan Iblis masih berbagi kehidupan bersama Manusia, hiduplah seekor Naga Kuno yang disebut Bahamut. Naga terkuat di antara para naga, hingga akhirnya dia diangkat menjadi Raja bagi para Naga.
Ia terlahir kejam dan bengis sejak awal, tapi tidak pernah mengganggu kehidupan setiap makhluk yang tidak mengganggu nya.
Suatu hari, seorang Dewi penjaga dunia dari khayangan turun kebumi, tepat ke hadapan Sang Raja Naga. Hanya dalam sekali lihat, mereka berdua merasakan getaran aneh dari masing-masing diri mereka. Kedua makhluk yang berbeda itupun saling terikat satu sama lain, oleh perasaan yang disebut 'Cinta'.
Tapi karena suatu tragedi yang membuat Sang Dewi terbunuh, sehingga Naga Kuno Bahamut membuat malapetaka di ke-empat dunia, tempat Dewa dan Iblis hidup diantara umat Manusia pun menemui kehancuran. Semua makhluk pun harus bekerja sama untuk mencegah kehancuran dunia yang lebih parah, tapi Bahamut terlalu kuat dari pada yang mereka bayangkan, bahkan para Dewa saja hampir tidak berhasil menyegel Bahamut.
Sampai kemudian, ibu dari Dewi yang dicintai Bahamut pun membangkitkan kembali putrinya yang mati. Sang Dewi yang bangkit kembali itu pun menggunakan seluruh kekuatan hidupnya, dan bertarung sekuat tenaga sampai akhirnya dia berhasil menyegel Bahamut. Sang Dewi yang sejak awal sudah mati pun tidak bisa berada di dunia lebih lama, jadi ia menggunakan kekuatan nya yang tersisa untuk memisahkan ke-4 dunia.
Disamping itu para Dewa pun setuju untuk membuat eksistensi yang menjadi kunci diantara mereka, yaitu Putri Empat Dunia. Putri Empat Dunia adalah eksistensi dari seorang gadis yang paling Dewa sayangi dan menerima semua berkahnya. Selain bertugas sebagai penjaga keseimbangan Dunia, Putri Empat Dunia juga menjadi penjaga bagi Bahamut yang terkurung disegel nya. Sehingga Naga itu bisa terus diawasi dan tetap terpenjara selamanya.
Sampai saat dimana segel Bahamut melemah dan hancur, Dewi yang dulu mengurungnya pun akan terlahir kembali. Dan akan menentukan akhir dari takdir yang mengikatnya dan Bahamut, dia akan muncul dan menyelamatkan dunia]
Itu adalah cerita yang tertulis di buku yang dibawa Altair, seolah menceritakan kisah masa lalu dan juga apa yang akan terjadi dimasa depan. Altair dapat mengetahui garis besar nya setelah membaca itu Altair bisa menyimpulkan satu hal.
Malapetaka yang ada dimasa lalu... pasti juga akan muncul dimasa kini.
Tes.. Tes..
Kyuu...
Zico menatap nya dengan khawatir ketika melihat Altair yang tiba-tiba menangis, Altair yang baru saja menyadari nya juga sangat terkejut dengan dirinya sendiri.
" Ah... Aku baik-baik saja, Zico. Tapi.... " Altair memberi jeda dari perkataan nya sambil memikirkan cerita di buku itu, " Bukankah ini kisah yang menyedihkan?? Sang Dewi dan Bahamut hanya saling mencintai, tapi kenapa akhir dari mereka sangat tragis?? Memangnya tragedi apa yang membuat Sang Dewi mati, dan membuat Bahamut sangat marah?? " ucapnya pula.
Kyuu...
" Mhm... Aku tahu, tidak baik jika memikirkan hal yang berlebihan kan, Zico?? "
Kyuu.. kyuu...
" Iya. Aku akan jadi kuat dan mencari kedua orang tuaku, jika saat itu tiba... Ayo pergi berkeliling dunia bersama, Zico. "
Kyuu...!
Altair sangat senang dengan jawaban Zico, kini ia tidak sendirian lagi diistana yang besar itu. Karena sekarang ia punya Zico yang menemani disisinya.
" Oh?? Apa ini?? "
Altair baru menyadari ada sebuah tulisan lain di balik lembar terakhir buku itu, kata-katanya ditulis sangat kecil sampai hampir tidak bisa dibaca. Tapi untungnya... Altair masih bisa memahami tulisan itu.
[-- Bagian dari ramalan mengatakan : Jika ingin menghapuskan malapetaka, maka harus menghancurkan rantai yang mengikat Dewi.
Kedelapan planet angkasa akan sejajar, puluhan ribu bintang mendengarkan perintah. Saat Naga dan Dewi penjaga kembali terbangun, dunia akan kembali ke dalam kekacauan. Kamu harus menghancurkan hukuman Dewa yang mengikatmu, dan membangunkan kekuatan yang dapat mengguncang langit dan bumi untuk menghapus malapetaka yang menimpa dunia]
Altair dan Zico pun memiringkan kepala mereka setelah membaca itu, tidak ada kata-kata yang lebih jelas lagi dari itu. Dan tidak ada yang bisa memberikan jawaban akan rasa penasaran nya itu, karena tidak ada yang bisa membaca buku itu selain Kaisar terdahulu.
Kyuu...
Zico menggelengkan kepalanya tidak tahu, apalagi Altair yang bertanya.
Pukk...
Altair pun menutup buku itu dengan perasaan dongkol, " Huftt... padahal sangat penasaran, tapi tidak ada jawaban. Menyebalkan! " Altair berteiak sambil memukul-mukulkan tangan dan menghentakan kakinya dengan kesal.
Altair pun kemudian terdiam sambil mengembungkan pipinya kesal, tapi kemudian ia pun menatap Zico yang juga menatap nya dengan serius.
Altair pun kemudian tersenyum, " Ada apa, Zico?? Kau sudah ngantuk lagi?? Atau kau ingin mengatakan sesuatu padaku?? " tanya beruntun Altair.
Kyuu...
" Aku tahu ini sudah malam, jadi bagaimana jika tidur sekarang?? "
Kyuu~...
" Baiklah, ayo kemari. Aku akan memelukmu. "
Altair merentangkan tangannya ketika Zico datang kepelukan nya, dan ia pun kemudian menarik selimut untuk mereka gunakan bersama.
" Selamat tidur, Zico. "
Kyuu...
Akhirnya, Altair pun sampai dialam mimpi mereka. Ia tertidur dengan sangat lelap, tapi sayangnya dia tidak menyadari seseorang yang mengawasi nya dari luar.
Diluar jendela sana, berbaur dalam kegelapan malam yang hanya diterangi oleh sinar bulan, seorang mata-mata muncul memperhatian kamar Altair yang sudah tidak bercahaya.
" Hm.. sebenarnya apa yang tuan pikirkan tentang gadis itu?? Dia hanya bersikap layaknya orang biasa yang kebetulan masuk ke istana, sama sekali tidak ada bedanya. " gumam orang yang memata-matai Altair itu.
Orang itu pun menulis sebuah surat dan memasangkannya ke kaki sebuah burung pengantar pesan, surat itu pasti berisi laporan yang ingin ia serahkan pada orang yang dipanggil nya Tuan itu. Namun ketika ia melepaskan burung itu, sudah ada orang lain yang menangkapnya bahkan sebelum si burung terbang jauh.
" Apa?! Siapa disana?! " ucap orang itu dengan waspada memperhatian sekitar.
" Bernainya kau mencoba memata-matai, Masterku. " ucap sebuah suara pula terdengar dibelakang orang itu, yang mana kemudian ia pun langsung menoleh kebelakang.
" Si, Siapa?! " tanya nya pula.
Tapi orang yang di tanyanya itu sama sekali tidak menjawab perkataan nya, dan yang dilihat oleh mata-mata itu... sosok yang memergokinya itu hanya anak kecil yang sedang berdiri diatas atap. Sambil memegangi burung nya yang tadi ia tangkap.
Sesaat kemudian, si mata-mata itu merasa kaku. Ia tidak bisa bergerak sedikit pun dari tempat nya, ketika aura yang dipancarkan oleh anak kecil dihadapannya itu sama sekali tidak bersahabat. Bahkan untuk sekedar bersuara saja ia sama sekali tidak bisa.
" Si... Siapa bocah ini?? " ucap batin si mata-mata.
Anak kecil yang ada dihadapannya itu pun kemudian meremas burung yang ditangkapnya itu sampai mati, dan menjatuhkan nya begitu saja. Baru setelah itu ia menatap si mata-mata itu dengan nyalang...
" Tidak bisa dimaafkan!. " ucap anak itu penuh peringatan.
" A.. Aku memperingatkan mu!. " ucap si mata-mata pula yang sangat sia-sia.
Anak itu menggetakan tangan nya kearah mata-mata itu, " Aku tidak membutuhkan peringatan mu. " jawaban di dingin.
Blarr...
" A-Ackk!!"
Dan seketika, si mata-mata itu pun terbakar dengan api kebiruan yang menutupinya, teriakan nya tidak akan bisa terdengar siapapun karena anak kecil yang ditemuinya itu telah memasang sihir kedap suara agar tidak ada yang bisa mendengar nya.
Alasan utamanya, agar Altair yang sedang tidur tidak terbangun karena suara orang yang ia lenyapkan.
Ketika si mata-mata itu telah hilang tak berbekas, anak kecil itu pun menghilang dari sana dan muncul kembali didalam kamar Altair. Ia menatap orang yang dipanggil nya master itu dengan seksama, sosok Altair yang tengah tertidur itu kelihatan sangat rapuh.
Ia masih terlalu lemah untuk bisa menjaga dirinya sendiri di dunia luar, sekali pun dia memiliki kekuatan yang besar. Bahkan untuk menyadari penyusup kecil seperti tadi saja ia tidak bisa.
Anak kecil itu pun menggenggam tangan Altair dengan lembut dan menciumnya. " Jangan khawatir, Master. Zico akan selalu menemani mu sampai kepanpun, dan membentumu menemukan orang tuamu. "
*****