
Brakk...
" Bangun-bangun kalian pemalas!. " teriak Mira yang tiba-tiba masuk ke kamar Altair dan langsung menarik sprei di atas tempat tidur nya.
" Huaa!!. " Altair dan Zico yang diperlakukan seperti itu pun jadi terbangun dengan sangat terkejut, apalagi karena dirinya yang terjatuh dari tempat tidur gara-gara Mira.
" Ayo cepat bangun, sudah waktunya menunjukan itu padamu. " ucap Mira pula, yang kelihatan nya tidak terlalu peduli dengan apa yang baru saja terjadi.
" Aduh... Ada apa, Nona?? " tanya Altair, ia mengusap kepalanya yang masih terasa sakit karena mengentam lantai.
" Sudahlah cepat! Kita harus segara pergi!. " Mira sama sekali tidak menjawab nya, dan malah langsung menarik tangan Altair untuk pergi.
" Eh?! Setidaknya biarkan saya mengganti pakaian dulu!. "
Beberapa saat kemudian, setelah Altair berusaha keras memaksa agar di biarkan mengganti pakaian nya, akhirnya Mira pun menyetujuinya dan menunggu sampai Altair selesai. Untungnya itu tidak terlalu lama karena hari masih pagi, dan para pelayan yang biasanya mendandani Altair masih sibuk dengan pekerjaan lain.
Tapi meskipun Altair sama sekali tidak menggunakan hiasan apapun, ia sudah kelihatan sangat cantik. Bahkan cara berjalan dan bicara nya saja kelihatan sangat anggun secara alami, tanpa diajari oleh siapapun.
" Hei, hei, hei. Aku sangat penasaran, para Kesatria yang waktu itu datang ke desa mu sibuk membicarakan mu. Apakah Naga mu itu benar-benar bisa membesar?? Seperti apa wujudnya ketika dia besar?? " tanya Mira secara beruntun sampai Altair pun bingung harus menjawab yang mana.
" Sa... Saya tidak tahu. Saya tidak begitu mengingat kejadian saat itu. " dan pada akhirnya Altair hanya bisa mengatakan itu.
" Ah, sayang sekali. Padahal aku sangat penasaran, tapi ya sudahlah. Lalu bagaimana hari-hari mu di istana?? Apakah kau senang?? "
Mendengar perkataan itu Altair pun menundukan wajahnya, memang ada banyak hal yang membuat nya kepikiran. Jadi.. bisakah dia jujur untuk saat ini??
" Hm... Kalau boleh jujur, sebenarnya saya merasa terbebani. Pada Baginda Kaisar, Tuan Yin, para Pangeran maupun para pelayan disini. Bahkan para Kesatria. Saya merasa terlalu diperlakukan secara khusus, padahal saya kan bukan siapa-siapa. " ucap Altair dengan wajah murung.
" Sudah pasti begitu, ya. Tapi kau harus tahu, Baginda Kaisar hanya ingin melindungi mu. " sahut Mira pula.
" Saya tahu. Tapi semua orang terkesan menyembunyikan banyak hal dari saya, apalagi Baginda Kaisar. "
Mira pun mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Altair dengan lembut, membuat Altair yang diperlakukan seperti itu pun menoleh dan menatap nya dengan seksama.
" Ada beberapa hal didunia ini... dimana kau tidak biasa menerima sesuatu dari awal, Baginda Kaisar tahu hal itu. Karena itu beliau berusaha melindungi mu, dari akibat yang menyertai tentang apa yang ingin kau ketahui. "
Mira terdengar seperti orang yang sangat bijaksana, hingga Altair pun menatap nya dengan terkagum-kagum sekalipun tidak terlalu mengerti ucapannya. Mira yang melihat tatapan Altair padanya pun hanya terkekeh, ia tahu maksud tatapan Altair itu. Karena semua perasaan nya terpampang jelas di wajahnya.
Sesaat kemudian, wajah kagum Altair malah berubah menjadi wajah terkejut, bukan karena terjadi sesuatu. Tapi karena saat ini mereka berdua tengah berdiri didepan sebuah pintu yang sangat besar, yang tidak lain tidak bukan adalah.... Ruang penyimpanan harta.
" Huh?? Kenapa kita ke sini?? " tanya Altair pada Mira yang malah kelihatan nya biasa-biasa saja.
" Hm?? Tentu saja untuk menunjukan sesuatu yang tadi ku bilang. " jawab Mira.
Altair sempat ingin kabur dari sana, tapi Mira malah menyeratnya masuk tanpa persetujuan. Sudah banyak hal yang diberikan pada Altair di istana itu, tapi sekarang kenapa ia malah dibawa ke ruang penyimpanan harta??
" Um... Nona, bisakah kita kembali sekarang saja?? " tanya Altair pada Mira.
" Astaga, kita kan baru saja masuk. Kenapa harus keluar?? " jawab Mira pula.
" Aah! Tapi aku tidak ingin disini, bagaimana jika ada yang hilang nantinya. "
" Haha... Kau mau membawa semuanya pun tidak masalah. "
Altair malah semakin tidak ingin ada disana setelah mendengar perkataan Mira, dia ingin segera kabur dari sana tapi pintu keluar nya sudah di tutup dan dikunci lagi oleh Mira. Dan sekarang... mereka berjalan masuk lebih dalam, menuju ke ruang bawah tanah yang ada di sana.
Hanya ditemani dengan obor yang ada di setiap dinding menuju tempat yang di inginkan Mira, kini mereka dihadapan dengan sebuah pintu besar lainnya yang ada di bawah tanah itu. Mira kelihatan menggumamkan beberapa mantra, sambil mengulurkan tangannya kearah pintu itu. Dan secara perlahan... pintu tersebut pun kemudian terbuka.
" Whaa... Tempat apa ini?? " ucap Altair.
" Ini tempat pusaka. Biasanya hanya Baginda Kaisar saja yang di izinkan masuk ke mari, siapapun tidak boleh masuk tanpa izin. " jawab Mira.
Altair pun jadi kembali terkejut mendengar nya, " Kalau begitu bukankah kita tidak seharusnya disini?!!. "
" Jangan khawatir, aku sudah dapat izin. "
Banyak pusaka yang ada di sana, masing-masing dilindungi oleh sihir tingkat tinggi yang sangat sulit ditembus oleh keluarga kekaisaran sekali pun. Altair jadi bertanya-tanya apa yang ingin di tunjukan oleh Mira sampai harus membawanya ke sana.
" Nah, Altair. Coba lihat disana. " ucap Mira pula sambil menatap sebuah altar kecil didepan nya.
Altair yang mendengar nya pun berjalan mendekat dan melihat apa yang dilihat oleh Mira, " Itu.... sebuah cincin?? " Altair kelihatan bertanya-tanya ketika melihat nya.
Tentu saja. Sebuah cincin kecil yang kelihatan biasa saja, dan mudah dijumpai dipasaran. Tapi di tempat mereka sekarang, cincin itu dijaga sangat ketat oleh sihir. Bahkan diberikan tempat yang sangat khusus.
" Itu adalah cincin yang dulu digunakan untuk menyegel kekuatan Kaisar terdahulu yang sangat besar, karena sekarang Kaisar terdahulu tidak membutuhkan itu, jadi beliau menyimpannya disini sebagai benda pusaka. " jelas Mira.
Altair memang kelihatan sangat terkesan ketika melihat nya, tapi mendengar apa yang dikatakan Mira selanjutnya membuat Altair sangat syok.
" Ambillah. " ucap Mira.
" Ya?? Apa?! " Altair benar-benar sangat terkejut, lebih dari pada dua yang sebelum nya. " Itu tidak mungkin! Bagaimana bisa saya menjadi selancang itu mengambil pusaka milik istana kekaisaran!. " tolaknya.
" Sudah kubilang, aku sudah dapat izin. Sekarang cepat lah ambil. " ucap Mira sambil mendorong nya naik ke Altar.
Kini Altair pun sudah berdiri diatas Altair itu, dengan ragu-ragu.. ia pun kemudian mengulurkan tengannya dan menggenggam cincin itu. Saat kemudian sihir pelindung yang ada dicincin itu berusaha mendorongnya pergi.
" Errghh... "
Altair berusaha sekuat tengan untuk bertahan sambil menggenggam cincin itu, begitu pula Mira yang ada diluar Altar. Ternyata sihir pelindung dicincin itu lebih kuat dari yang diduganya, bahkan Altair pun sampai terluka karena nya.
" Altair gunakan kekuatan mu! Alirkan sihir dalam dirimu pada cincin itu!. " teriak Mira kepada Altair.
" Ukh!! Bagaimana caranya?? " tanya Altair.
" Fokuslah! Pikirkan aliran mana mu itu seperti sungai, dan alirkan sungai itu pada cincin yang kau pegang!. "
Altair pun kemudian menutup matanya, dan mengikuti arahan Mira untuk membayangkan mananya seperti sungai. Tapi sebenarnya... yang terbayangkan oleh nya malah sebuah lautan. Altair pun kemudian mengalirkan kekuatan nya kepada cincin itu, seperti arus lautan yang tenang.
Saat kemudian, rupa asli Altair pun kembali. Rambut nya berubah menjadi berwarna emas dengan mata hijau nya, tanda didahinya pun juga ikut bersinar. Disaat yang sama, yang terlihat dimata Mira bukan hanya perubahan Altair. Tapi juga sosok seorang pria yang memegang tangan Altair ketika ia menggenggam cincin segel itu.
" Itu.... " ucap batin Mira.
Tak lama kemudian sihir pelindung dicincin itu pun menghilang, begitu juga tekanan yang diberikan nya. Altair sudah berhasil mendapatkan cincin itu. Mira pun jadi lega karena nya.
Tapi berbeda dengan Mira, Altair yang kelihatan nya masih sangat terkejut pun langsung jatuh terduduk ditempat nya. Kakinya terasa lemas karena baru pertama kali ia mengalami hal seperti tadi.
" Me, Menakutkan... " ucap Altair.
Sementara itu Mira yang mendengar nya pun tertawa sambil berjalan mendekati nya, " Hahaha... Jangan khawatir, suatu hari kau akan terbiasa. " ucapnya yang kemudian mengelus kepala Altair.
Altair pun mendongakkan kepalanya menatap Mira, " Tapi... kenapa saya disuruh mengambil cincin ini?? " tanya Altair pula.
" Coba kenakan. "
Altair menatap Mira bingung, tapi kemudian ia pun memakai cincin dijari tengannya sesuai yang dikatakan Mira. Dan secara ajaib, cincin itu yang tadi nya kebesaran dijari Altair pun.. langsung menyesuaikan bentuknya. Bukan hanya itu, penampilan nya pun kembali seperti sebelumnya.
" Whoaa.... " ucap Altair terkagum-kagum.
" Cincin itu akan menyesuaikan bentuknya sesuai pemiliknya. Ditambah dia bisa menyembunyikan identitasmu dengan baik. " jelas Mira kepada Altair.
" Kenapa kepada saya?? " tanya Altair.
" Bukankah sulit untuk tetap fokus mengontrol mana didalam dirimu agar penampilan aslimu tidak ketahuan. Cincin itu akan membantu mu. " ucap Mira
" Jadi cincin ini benar-benar jadi miliki saya?? " tanya Altair memastikan, dari raut wajahnya dia kelihatan berharap sekali, padahal sebelumnya dia sangat ragu-ragu.
Sampai Mira yang melihat nya pun jadi terkikik geli, " Iya.. " jawabnya pula.
Jawaban itu semakin membuat Altair menatapnya terkagum-kagum. Sementara Mira hanya tersenyum saja.