The Last Ruler: The Return of the Goddess

The Last Ruler: The Return of the Goddess
First trip




Kota Eto, diluar ibukota kekaisaran.



Altair memperhatikan banyak hal disana, kota Eto adalah pusat berkumpul para pengembara, pemburu dan para petarung lain. Itu juga tempat mereka mendapatkan pekerjaan. Semua yang mereka butuhkan ada disana, dari para pandai besi, permata sihir dan yang lain juga.


Itu pertama kalinya Altair semua yang ada disana, melihat itu benar-benar membuat nya sangat bersemangat.


" Waahh, tempat ini hebat! Semua nya tidak pernah kulihat sebelumnya. " ucap Altair sambil celingak-celinguk kesana kemari.


Begitu banyak orang juga yang datang ke sana, meski suasana nya tidak seramai ibu kota kekaisaran, tempat itu juga tak kalah ramai.


" Altair! Sebelah sini!."


Perhatian Altair kemudian teralihkan ketika Mira memanggil namanya, ia pun segera pergi menyusul ke tempatnya. Setelah mereka sampai disana, Altair dan Mira memutuskan untuk turun dari kereta dan melanjutkan nya dengan mengikuti kelompok lain.


Altair berjalan kearah Mira dan bertanya, " Guru, apa kau sudah menemukan kelompok yang kau cari?" tanyanya.


Yang kemudian diangguki oleh Mira, " Iya, kita akan ikut dengan kelompok pedagang ini. Setelah mereka selesai bersiap kita akan ikut dan mengawal mereka ke kota terdekat. " jawabnya.


Altair yang mendengar itu hanya ber-oh ria, mengawal itu terdengar menyenangkan. Namun Altair tahu salah satu alasannya, karena Mira dibayar karena itu. Disisi lain, Altair juga jadi mengerti perasaan pamannya Geas dulu, mengingat itu membuat Altair tiba-tiba murung.


Sampai kemudian perhatian Altair teralihkan kepada hal lain yang baru pertama kali ia lihat disana...


Jegrkk... Jegrekk...


... Sebuah benda, yang terlihat seperti sebuah mesin mekanik. Berjalan kesana kemari diantara orang-orang yang ada disana.


" Guru, itu apa?" tanya Altair kepada Mira.


Yang membuat perhatiannya pun teralihkan kepada benda itu, " Ah, itu boneka sihir. " jawab Mira kemudian.


" Boneka sihir?? " itu pertama kalinya Altair melihat yang seperti itu.


" Iya, bentuknya memang terlihat seperti tidak berasal dari dunia ini, bukan?" sahut Mira yang diangguki oleh Altair, " Nama boneka itu adalah Atar, dikembangkan oleh Akademi Bintang Utara. Yang menjadi penggagas dan juga orang yang membuatnya adalah perempuan bernama 'Sakura'. Dia orang dari dunia lain. " jelasnya.


" Orang dunia lain?!" Altair makin tertarik mendengar itu, dia jadi penasaran dunia seperti apa yang membuatnya bisa terpikirkan membuat benda seperti itu.


Sementara Mira yang mendengar itu tersenyum gamas karena nya, Altair selalu menunjukan reaksi lucu ketika tertarik dengan sesuatu yang belum pernah ia lihat dan ketahui.


" Didunia Sakura, benda itu bernama robot. Sebuah mesin yang energi penggeraknya adalah batrai yang diisi oleh tenaga listrik, sementara didunia ini.. dia menyesuaikan dengan keadaanya, jadi penggeraknya adalah energi sihir. Dia juga adalah orang yang membuat kapal terbang berenergikan cristal dan kereta api sihir." ucap Mira lagi.


" Wow, itu keren. Apakah aku bisa bertemu dengannya? Aku punya banyak pertanyaan. " tanya Altair pula.


" Tentu saja, jika kita punya kesempatan. " jawab Mira sambil mengusap kepala Altair.


Dan itu membuat Altair sangat senang, mengingat jika dia bisa bertemu dengan orang yang sangat ia kagumi saat ini suatu hari nanti.


" Ya, baiklah." dan Mira pun menyahutinya, " Ayo." ajaknya pula kepada Altair.


Mira pun berjalan kearah kelompok pedagang yang sedang bersiap untuk pergi itu, dan tentu saja Altair mengikuti dibelakang nya. Dia kelihatan riang sekali, seperti seekor kelinci yang menyambut hangatnya musim semi.


Mereka berangkat tak lama kemudian, ada 4 gerobak yang dijadikan pengangkut barang yang dibawa oleh para pedagang itu. Dan ada sekitar 10 orang yang berjaga disekeliling nya termasuk Mira dan Altair dibelakang. Melihat itu Altair jadi berpikir, benda berharga apa yang dibawa para pedagang itu sampai membutuhkan pengawalan yang begitu ketat seperti ini?


" Guru, apa para pedagang memang selalu diincar orang jahat saat bepergian? Berapa tingkat bahaya yang bisa didapatkan oleh para pedagang-pedagang itu??" tanya Altair yang penasaran.


Mira yang mendengar itu hanya meliriknya sebentar kemudian menjawab, " Ya, tergantung. " ucapnya.


" Tergantung apanya?" tanya Altair lagi.


" Sama seperti bangsawan. Semakin tinggi jabatanmu, semakin kau diincar para pembunuh bayaran. Maka.. semakin besar dan terkenal serikat dagang mereka, maka akan semakin banyak yang mengincarnya. " jawab Mira pula.


Sedangkan Altair malah menatapnya datar saat ini, " Kenapa guru tidak mencontohkan nya dengan benda saja??" sahut Altair mendengar itu.


Sedangkan Mira hanya tertawa kikuk, " Ahaha.. soalnya ada banyak benda-benda berharga dibenua ini, banyak juga yg ditemukan dialam, jadi aku bingung harus menjelaskannya bagaimana. " celetuk Mira kemudian.


Ya, itu masuk akal. Tapi Altair berpikir akan lebih mudah dimengerti jika dia mencontohkan nya dengan benda dari pada status bangsawan. Bukannya dia tidak suka, hanya saja... Mengingatkannya kepada sesuatu yang tidak ingin ia ingat kembali.


" Aku penasaran kenapa orang jahat selalu berbuat jahat. " ucap Altair pula ketika mengingat itu.


Sementara Mira menatapnya dengan sendu, meski ini pertama kalinya Altair keluar dari istana kekaisaran. Namun dia telah mengalami hal yang lebih saat berada disana, salah satunya adalah masa-masa ketika ia hampir kehilangan nyawanya.


Dan sekarang.. dia melontarkan pertanyaan yang begitu sulit untuk menemukan jawabannya...


" Yah, mungkin... karena mereka terdesak, atau karena mereka salah kaprah dengan tujuan hidup mereka. " ucap Mira menyahuti.


Membuat Altair kembali mengarahkan pandangannya kepada Mira, " Maksudnya?" sahutnya bingung.


" Itu seperti... ketika kau bisa menjalani hidup dengan baik, tapi kau iri kepada kehidupan orang lain. Kemudian berpikir kalau seharusnya dialah yang ada diposisi itu, dan ia menganggap kalau itu benar. Orang yang berpikiran sempit pasti akan menggunakan segala cara untuk merebutnya. Kira-kira seperti itulah yang kau alami bukan?" jelas Mira.


Altair pun mengangguk, " Ya, aku memang merasa kalau Rara salah paham dengan ku. Dia iri hanya karena putra mahkota dekat dengan ku dan berpikir aku mengincar posisi ratu. Kupikir itu karena dia mendapatkan ajaran yang salah. " jawab nya.


" Iya. Namun definisi jahat didunia luar itu berbeda Altair,... Kekerasan, pembunuhan, dan juga pemerasan. Itu hal yang wajar terjadi, dan tentu saja salah. Didunia ini, hukum nya adalah 'Yang terkuat yang berkuasa, kau tdk akan bisa apa-apa jika kau lemah'. Dan orang-orang sombong yang merasa kalau diri mereka lebih baik dari orang lain, selalu menindas dan mengambil keuntungan dari mereka yang lemah. Mereka bahkan berpikir untuk menguasai dunia. Dengan segala macam cara, bahkan jika itu menyebabkan punahnya setengah dari umat manusia, mereka tidak akan peduli. Salah satu contohnya adalah kelompok yang kau benci. "


Itu terdengar begitu kejam dan juga keras, Altair tahu tidak ada yang akan berjalan mulus didunia ini. Tapi apa yang Mira katakan tentang dunia luar itu begitu mengerikan, membayangkan bagaimana hal itu terjadi dimasa lalu.. Altair bersyukur dia terlahir dimasa damai seperti sekarang.


" 'Orang jahat yang nyata tidak ditemukan dalam kesendirian, tetapi di dunia luar. Karena itu adalah pengalaman hidup, bukan bentuk filsafat, yang menghasilkan kebencian nyata terhadap umat manusia', itu adalah kata-kata yang dikatakan oleh Kaisar terdahulu kepadaku." ucap Mira pula.


Kemudian ia pun tersenyum dan menoleh kepada murid kesayangannya itu, " Altair... pastikan kau mengingat saat-saat seperti ini? Setiap momen, setiap pengalaman yang kau dapat, ingatan baik yang kau miliki dan pertemanan yang kau jalin. Dunia ini memang kejam, tapi jika kau mengingat hal ini... kau akan sadar, kalau dunia tidak selama nya seburuk itu. Kalau kau melihat kedalam kenangan indah yang kau simpan, kau akan melihat.. betapa banyaknya orang yang menyayangimu didunia ini. Kau tidaklah sendirian." ucapnya lagi.


Altair diam terpukau, perkataan Mira benar-benar sangat dalam dan sangat bermakna, Altair juga bisa merasakan ketulusan didalamnya. Mendengar hal itu membuat kedua sudut bibir Altair terangkat, kemudian ia pun manganggukan kepalanya kepada Mira.


" Baik, guru. " jawab Altair kepada nya dengan ekspresi yang sangat cerah.