
Disisi lain Altair tambah gugup, belum juga ia menemui kaisar dia malah harus berhadapan dengan kedua pangeran kekaisaran. Pangeran pertama, bernama Theodore Van Wirles, usianya 14th.
Dan nama dari pangeran ke dua adalah Habel De Wirles, yang masih berusia 6th.
" Halo, Yin!. " sapa pangeran Habel dengan wajah imutnya.
" Halo juga, yang mulia. " sahut Yin dengan ramah.
Yah, bisa diakui jika pangeran Habis itu yang paling imut, bahkan Altair yang melihat nya pun jadi sangat gemas kepadanya. Di sisi lain, Altair tidak menyadari kalau pangeran Theodore sedang menatapnya dengan seksama.
" Apa dia orang yang waktu itu kau bawa?? " tanya pangeran Theodore kepada Yin.
Membuat Altair terkejut sendiri karena tahu dia lah yang sedang dibicarakan.
Sementara itu Yin menjawab, " Benar yang mulia, dialah orang penting yang saya katakan. " jawabnya.
Di sisi lain pula, pangeran kecil juga jadi menatap Altair saat ini. Kemudian ia pun berkata, " Orang aneh. " ucap nya dengan wajah polos nya itu.
Altair merasa tertusuk mendengar perkataan pangeran yang ikut itu, " Maaf karena saya jadi orang aneh, yang mulia. " ucap Altair, ia sangat syok dipanggil sebagai orang aneh.
Memang wajar saja jika pangeran kecil berpikir begitu, itu karena saat ini.. Altair memakai kain hitam transparan dikepalanya. Itu dilakukan karena saat ini ia ada dalam wujud aslinya, Yin bilang ia tidak boleh sembarangan memperlihatkan wujud nya. Jadi Altair harus menggunakan kain itu untuk menutupi nya.
Sedangkan Yin berusaha menahan tawanya, padahal ia sangat ingin terbahak-bahak saat ini. Hingga Altair pun menatapnya kesal, meskipun terhalang oleh kain yang menutupi kepala nya saat ini.
" Habel, kau tidak boleh mengatai orang seperti itu. " ucap pangeran Theodore pula kepada adiknya itu.
" Maaf, kak. " sahut pangeran Habel dengan wajah kelihatan menyesal.
" Baiklah, ayo. Bukankah kita akan menemui kakek Kaisar. " ajak pangeran Theodore pula.
Ia pun berjalan mendahului mereka sambil menggendeng tangan adiknya, kemudian diikuti oleh Yin dan Altair dibelakang mereka. Namun ada satu hal yang membuat Altair bingung, yaitu.. kepada pangeran Theodore memanggil Kaisar dengan sebutan kakek.
Karena tidak mungkin ia mengetahui nya sendiri, jadi ia pun memutuskan untuk bertanya saja kepada Yin.
" Tuan Yin, kenapa Pangeran memanggil Baginda Kaisar dengan sebutan kakek?? " tanya Altair dengan berbisik.
" Ah, aku lupa mengatakan nya. Baginda Kaisar yang memimpin saat itu adalah Kaisar sebelumnya, beberapa tahun yang lalu Kaisar masa kini yang seharusnya memimpin Kekaisaran meninggal dunia karena diracuni. Jadi Kaisar sebelumnya harus kembali naik takhta sampai pengeran bisa mewarisi takhtanya. " jawab Yin.
" Ah, begitu ya. " sahut Altair pula. Altair tidak tahu itu, padahal pasti beritanya membuat Kekaisaran heboh. " Apakah aku ketinggalan berita penting ya. " ucap batinnya pula.
Tidak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di depan ruang takhta Kaisar. Padahal sebelum nya Altair bisa sedikit menenangkan diri selama perjalanan, tapi saat sampai disana ia kembali tegang.
" Sudah siap?? " tanya Yin kepada Altair.
" Tidak, bisakah kita kembali sekarang?? " tanya balik Altair yang benar-benar sangat gugup.
" Tidak bisa, hahaha... " jawab Yin pula.
Mereka berempat yang datang ke sana pun memberi hormat kepada Kaisar yang ada di sana, Altair melakukan nya hanya untuk formalitas, apalagi dengan beberapa bangsawan yang sedang ada di sana saat ini. Ia tidak boleh menyebarkan kabar buruk tantang nya disana.
Namun setelah Altair, Yin dan kedua pangeran sampai disana, para bangsawan itu seperti tahu kalau mereka tidak seharusnya mendengarkan pembicaraan yang akan terjadi di sana. Makanya mereka langsung pamit untuk pergi kepada Kaisar.
" Paduka, saya membawakan Nona Altair kehadapan anda. " ucap Yin kepada Kaisar.
" Oh, kerja bagus, Yin. Jadi, kau adalah Nona Altair yang kudengar dari Yin. " sahut Kaisar pula.
" Benar, Baginda. " jawab Altair menyahuti dengan tenang, meskipun dalam keadaan sangat gugup.
" Kakek Kaisar mengenalnya?? " tanya pangeran Theodore, nampaknya ia penasaran karena bukan hanya Yin yang terlihat seperti mengenal Altair.
" Yah, jika dia seperti yang Yin bilang maka tentu bisa dibilang begitu. " jawab Kaisar.
Altair sendiri pun bingung mendengar tentang itu, apa mungkin itu karena Yin yang membawanya ke istana Kekaisaran sejak beberapa hari yang lalu, itulah yang ia pikirkan. Disisi lain, ia juga sebenarnya penasaran dengan Kaisar sendiri.
Altair pun sedikit menatap Kaisar dari balik kain hitam yang menutupi wajahnya itu, ia pernah dengar dari Niell sebelumnya.. kalau Kaisar sebelumnya, atau Kaisar yang diangkat oleh Kaisar terdahulu untuk menggantikan nya memimpin Kekaisaran adalah keturunan bangsa iblis. Jadi tidak heran kalau Kaisar yang ada dihadapan Altair saat ini memiliki wajah yang awet muda, atau bisa dibilang tidak menua sana sekali.
" Hm... bisakah aku melihat wajahmu?? " tanya Kaisar.
Mendengar itu Altair pun menoleh kearah Yin terlebih dahulu, dan Yin yang menganggukkan kepalanya kepada Altair. Kemudian barulah Altair pun menjawab, " Tentu saja, baginda. " ucap nya.
Altair pun kemudian menarik kain yang menutupi kepalanya itu, hingga jatuh sepenuhnya. Kemudian ia pun mengangkat wajahnya dan menatap Kaisar, dengan menunjukkan rupa aslinya itu kepada mereka yang ada di sana.
" Wahh~... " ucap pangeran Habel ketika melihat wajah Altair.
" Cantik.. " gumam pangeran Theodore.
Tentu saja mereka mengatakan itu setelah melihat nya, apalagi orang biasa. Di sisi lain Kaisar yang sudah melihat nya langsung pun.. akhirnya mempercayai apa yang dikatakan oleh Yin sebelumnya. Ia sempat tidak percaya karena sudah lama sejak orang seperti Altair memunculkan dirinya di dunia, tapi sekarang dia ada dihadapan nya.
" Sepertinya ramalah itu... benar-benar akan jadi kenyataan. " ucap batin Kaisar sambil menatap Altair dengan seksama.
******
Setelah beberapa saat disana, pangeran Theodore dan juga pangeran Habel pun keluar karena Kaisar bilang ingin membicarakan sesuatu berdua dengan Altair saja. Meskipun begitu, masih ada rasa penasaran yang belum terjawab dalam pikiran pangeran Theodore.
" Kakak, kakak. Bukankah kakak tadi sangat cantik??. " ucap pangeran Habel kepada kakaknya.
Pangeran Theodore pun menganggukkan kepalanya, " Iya, dia sangat cantik. " ucapnya dengan lembut kepada Adiknya.
" Benarkan, kakak juga berpikir begitu. Tapi kenapa kakek Kaisar ingin bicara berdua saja?? " tanya pangeran Habel pula.
" Entahlah, menurutmu apa yang dipikirkan kakek?? " tanya balik pangeran Theodore.
Namun pangeran Habel hanya memiringkan kepalanya bingung, atau bisa dibilang dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh kakaknya itu. Pangeran Theodore yang melihat nya pun hanya tersenyum, tapi sesaat kemudian senyuman itu pun hilang.
" Bagaimana kakek Kaisar bisa mengenalnya?? Sebenarnya dia itu siapa?? " ucap batin pangeran Theodore bertanya-tanya.