
**
taxi yg di kendarai Yola sudah berada di rumah sakit dimana katanya anak nya mengalami kecelakaan tadi , Yola langsung berlari ke arah IGD untuk melihat anak nya .
tubuhnya lemas tak kuasa melihat darah daging nya tergeletak di brankar , tangisnya tak bisa di bendung nya
" Dennis ,, kamu bertahan sayang ,,, dokter tolong selamat kan anak saya dok , tolong selamatkan dia ,, hiks hiks hiks " tangis Yola sambil mondar mandir di depan IGD
" jangan tinggalin mama Dennis , mama gk sanggup lagi jika kehilangan separuh jiwa mama lagi ," gumamnya lirih
ZIGA POV
aku turun dari taxi dan mencari keberadaan sekretaris ku ,, tepat di pintu IGD aku menemukan sekretaris ku lemah dengan air mata yg jatuh
aku memperhatikan lebih dekat tapi dia tidak bergeming dan tak melihat ku
" tolong jangan menangis , kenapa semakin mirip dengan nya " gumam Ziga lirih sambil masih menatap Yola
sekitar 15 menit , seorang dokter keluar dari ruang UGD
" dokter bagaimana anak saya "
" anak ibu terlalu banyak kehilangan darah , pasien harus segera mendapatkan transfusi darah " ucap dokter tersebut
" lakukan dok , lakukan jika itu bisa membuat anak saya sembuh "
" tapi maaf Bu , stok darah AB di rumah sakit ini sedang kosong "
" kosong "
" iya , ibu harus membelinya di PMI "
" dokter jangan bercanda PMI dari rumah sakit ini jauh ,, apa dokter mau membahayakan nyawa anak saya " bentak ku
" saya mohon maaf , biasanya anggota keluarga ada yg cocok , sepeerti ibu atau ayah nya "
" ya Allah , mas tolong jangan bawa Dennis mas "
" Bu gimana " tanya dokter itu lagi
" ambil darah saya , darah saya AB " ucap ku tiba tiba ,,
" pak Ziga "
" mari ikut saya untuk melakukan test "
saat di dalam , Ziga bertemu papa nya yg emang berprofesi dokter
" papa "
" ngapaen kamu di rumah sakit " ucapnya
" nolong anak teman ku yg sakit pa "
" donor darah " tanya papa nya lagi
" iya , anak nya butuh transfusi darah AB , darah Ziga AB " ucap ku tegas
saat di cek , memang golongan darah Ziga AB tapi dia tidak bisa donor darah , karena saat di cek terlihat masih ada kandungan alkohol ,, ya 2 hari sebelum nya memang Ziga baru meminum beberapa botol Vodka hingga mabuk , karena itu dia tidak bisa mendonorkan darahnya.
" dok saya mohon ambil darah saya " pinta ku , ntah dari mana rasa itu , aku seakan ingin bener bener menolong Yola
" tidak bisa pak , darah anda masih terkontaminasi alkohol " tutur suster yg bertugas
" biar saya aja sus , ambil darah saya " ucap papa Ziga
" dokter Alfadh " ucap suster itu terkaget
" darah saya juga AB , sama seperti anak saya ini , saya sehat tidak merokok dan minum alkohol , tekanan darah saya 130/90 " ucap papa lagi
" baik lah dok "
suster itu pun langsung memeriksa dan akhirnya papa Ziga lah yg mendonorkan darah nya untuk seseorang yg di tolong anak nya itu
" makasih pa "
" tapi gk gratis " ucap papa nya
" pa " jawab Ziga seakan gk suka jika harus ada timbal balik
" pulang lah ke rumah , mama mu sangat merindukan mu , apa kau sudah lupa jika mempunyai orang tua " ucap papa Ziga
" baiklah , Ziga akan pulang kerumah tapi gk sekarang ,, " jawab ku
" ya " ucap papa Ziga
di IGD
Yola masih menunggu kondisi anak nya
" Yola " panggil ku
Yola pun melihat ke arah ku " pak Ziga ,, terima kasih bapak sudah mendonorkan darah bapak untuk anak saya " ucapnya sambil menahan tangis
" bukan saya yg mendonor ,, maaf , darah saya memang AB , tapi saya gk bisa mendonorkan karena dua hari kemaren saya minum alkohol "
Yola kaget mendengar penuturan ku
" Dennis ,, jadi anak saya belum mendapatkan donor darah " ucapnya panik
" kamu tenang saja ,, papa saya yg mendonorkan darah nya untuk anak kamu ,, kebetulan di dalam saya bertemu papa saya , dia yg mendonorkan , sekarang kamu tenang , anak mu sudah lewad kritisnya " ucap Ziga menenangkan sekretaris nya itu
" terima kasih pak , terima kasih " ucap Yola sambil matanya berkaca kaca
ya , saat ini kondisi anak nya sudah lewad dari kritis , dan sebentar lagi sudah bisa di pindahkan ke rawat inap
21.00 WIB
aku masih membantu menemani Yola di ruangan inap , aku memperhatikan pria kecil berwajah bule tersebut yang masih berbaring di atas ranjang dengan perban di kepalanya
" bapak kalo lelah , bapak bisa kuq pulang , saya tidak apa apa disini " ucapnya
" keluarga mu sudah kau beri tahu , atau suami mu " suruh ku
" keluarga yg saya punya hanya anak saya saja , saya yatim piatu" ucapnya yg semakin bikin hati Ziga sakit mendengar ucapan Yola , ntah kenapa bisa sakit , Ziga pun tidak tahu
" suami mu "
" suami saya sudah meninggal 5 tahun lalu " jawabnya lagi
" maaf " ucap ku " istirahatlah juga , saya akan membantu menjaganya juga "
" pak "
" jangan membantah , ini termasuk perintah atasan mu " ucap ku
semalaman aku menjaga mereka , yg aku lihat , Yola tertidur di samping anak nya , sekilas aku membayang kan dia adalah wanita yg aku sayangi dahulu , wanita yg bisa mengerti diri ku , wanita yg sangat baik untuk ku , tapi karena kecemburuan dan ke possesif an ku , aku malah menghancurkan hidupnya ,menghancurkan cita citanya .
aku mengambil kesuciannya hingga dia hamil ,, dan aku malah menyia nyiakan dia dan menyakiti nya , sampai pertengkaran hebat itu terjadi dan kami mengalami kecelakaan , walau gk parah , tapi mengakibatkan dia keguguran , aku pikir dengan hilangnya anak itu dia akan kembali menjadi gadis ku yg dulu ,, tapi tidak semakin hari dia semakin sedih dan sampai dia memilih ikut janin itu , gadis itu bunuh diri untuk menemani anak ku dan dia
apakah begitu besarnya sayang seorang ibu untuk anak nya
dan kali ini aku melihatnya di depan mata ku , seorang ibu muda yg benar benar bekerja keras untuk anaknya demi anaknya bahagia , setelah kehilangan gadis ku , aku menganggap semua wanita hanya bisa berfikir uang uang dan uang untuk kepentingan diri sendiri, tapi tidak untuk sekretaris ku ini .
sampai tengah malam aku masih terjaga , aku senderkan badan ku di sofa kecil di ruangan ini , jika aku tahu dia memesan kamar kecil begini sudah aku suruh pindah agar dia leluasa menjaga anaknya .
hingga pukul 3 pagi aku tertidur di sofa kecil itu
YOLA POV
05.00 WIB
aku terbangun , saat membuka mata aku masih melihat anak ku masih belum sadar dari bius nya , aku beranjak dari brankar dan saat melihat ke arah sofa , aku melihat bos ku ternyata masih di sini dan dia tidak meninggalkan rumah sakit ini .
aku tergesah gesah ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu , setelah wudhu aku menunaikan sholat subuh ku yg hampir telat waktunya .
aku beranjak lagi menuju anak ku dan memegang tangan anak ku ,
" sayang cepat sembuh nak , jangan buat mama sedih ,mama kangen kamu nak " ucap ku lirih , tanpa ada jawaban dari putra ku
" tolong jangan tinggalin mama nak , mama gk sanggup melihat kamu seperti ini sayang , maafin mama yg gk bisa jagain kamu nak "ucap ku lagi sambil menitikkan air mata
sejujurnya aku gk sanggup melihat darah daging ku tergeletak seperti ini dengan jarum infus di tangannya serta serta pelipis nya yg terluka bekas jahitan
hingga jam 6 pagi , dua laki laki di kamar ini masih betah tidur , aku memutuskan untuk keluar dari kamar guna mencari sarapan dan membeli minum untuk bos ku yg mungkin dari kemaren malam belum makan juga .
Ziga POV
Ziga terbangun melihat ke arah kamar hanya ada anak dari sekretaris nya saja , dia pun tidak menemukan sekretaris nya ,, dia berpikir mungkin Yola sedang keluar sebentar , dia pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka nya .
15 menit di kamar mandi , kini ia tampak segar lagi walau hanya mencuci muka saja
saat dia keluar kamar mandi , Ziga mendengar rintihan dari anak kecil tersebut , dia langsung reflek mendekati anak sekretaris nya .
" hei , kau sudah bangun " tanya ku
" huwaaaa huuu huwaaa Mamaaaa" isak tangisnya
" hei jangan nangis , mama mu ada di luar sebentar " ucap ku
" hiks hiks ,, sakit ma ,, Dennis gk mau sendiri ,, paman siapa " tanya nya sambil nangis
" jadi namannya Dennis "batin ku
" hei anak ganteng nya mama kamu ,, jangan nangis ya , uncle ada disini , kamu tidak sendiri " ucapbku menenang kan
" tapi paman siapa ?" tanya nya lagi " apa paman yg membawa Dennis disini , ini rumah sakit kan " cerocos Dennis
" uncle , eum unvle teman mama kamu , perkenalkan nama uncle Ziga "
" paman Ziga " tanya nya
" iya ,, kenapa ?"
" paman , Dennis haus , boleh Dennis minta minum " pinta nya
" oh haus ,, sebentar uncle ambil kan"
aku membantu dia duduk dan membantu anak Yola untuk minum air putih .
" terima kasih paman "
" sama sama "
" oh iya kenapa bisa kamu sampe kecelakaan begini "
" Dennis yg ceroboh paman , karena tidak hati hati saat mau pulang sekolah , pasti mama sedih dan khawatir ,"
" hmm mama mu sangat sayang sama kamu ,, " ucap ku
" iya tapi gara gara Dennis pasti mama nangis "
" sudah yg penting kamu sudah tidak apa apa kan "
" iya paman ,, dinnis gk mau lagi bikin Mama nangis "
" anak pintar ,, lain kali hati hati ,, oh iya uncle boleh tanya ?" tanya ku
" boleh , tanya apa "
" kamu umur berapa kenapa kamu pintar sekali "
" hihihi ,, tebak aja paman ,, Dennis umur berapa ?"
" uncle gtw "
" Dennis itu umur 6 tahun , barusan aja umur 6 tahun "
" 6 tahun " jawab ku kaget " gila 6 tahun cara ngomong nya sangat dewasa dan tidak ada cadel dan kayaknya cerdas "
" kenapa paman "
" ahh tidak apa apa kuq "
" mama kuq lama di luar , apa mama ku marah sama aku "
" hei boy , tidak boleh berburuk sangka , mama mu gk akan marah kuq , mungkin lagi Nebus obat kamu atau gak sedang bertemu dokter "
" gitu ya paman "
" iya ,, kalo mama mu marah kan , kamu bisa manja ke papa mu "
seketika Dennis langsung menunduk
" hei kenapa kuq menunduk "
" Dennis gk punya papa , paman !!,, papa Dennis sudah di surga nya Allah " tutur anak kecil ini
"shit , kenapa gue lupa kalo suami Yola meninggal " batin Ziga
" maaf , maafkan uncle yg tidak tahu "
" ah tidak apa apa paman ,, paman Ziga kn tidak tahu ,, hehehe " ucapanya di akhiri dengan kekehan lirih nya
" maaf ya "
" iya paman ,, oh iya , paman Ziga teman kerja nya mama ku ya "
" hmmm iya uncle teman kerjanya mama kamu "
" terima kasih ya paman sudah bawa mama kerumah sakit untuk ketemu Dennis "
" sama sama boy , sekarang kamu harus cepat sembuh ya biar bisa bermain lagi "
" pasti paman "
" eh panggil uncle saja , jangan paman terkesan formal dan kaku "
" apa boleh "
" kan uncle yg nyuruh " ucap ku kepsad anak laki laki menggemaskan ini
" hmmmm , baik lah uncle "
aku pun tersenyum melihat bocah kecil cerdas di hadapan ku ini
dan tiba tiba pintu kamar terbuka dan Yola masuk ke dalam ruangan itu dengan menenteng tas kresek di tangannya
Author POV
" Dennis " ucap Yola sedikit kaget " kamu sudah sadar nak " sambil berjalan cepat dan memeluk anak nya
" mama " jawab anaknya
" ya Allah , terima kasih engkau sudah mengembalikan anak hamba " memeluk anak nya sambil mengecup kening anak nya perlahan
" maaa , maaf Dennis sudah ceroboh , dan buat mama sedih "
" enggak sayang kamu gk salah kuq ,, yg penting kamu sudah tidak kenapa kenapa mama gk sedih lagi "
tak lama setelah acara pelukan Yola tersadar akan niat nya yaitu menyuruh bos nya untuk sarapan , karena sudah ia sudah membelikan bubur ayam untuk bos nya
" maaf hanya ada itu , anda sebaiknya makan dulu , saya tahu anda belum makan apa pun dari kemarin malam " suruh Yola ke bos nya
" hmmm ,, baik lah dan terima kasih "jawab pak Ziga
dan secara bersamaan aku pun menyuapi anak ku dan makan juga bersama anak ku secara bareng ,, alias sepiring berdua , karena itu sudah kebiasaan ku.
•••selamat membaca gaes ••••