Single Mother

Single Mother
Masih Pengantin Baru



Mencari Daddy  Bag. 43


Oleh Sept


Rate 18 +


Tiga hari kemudian


"Nin, Gara kok belum pulang?" tanya bu Lastri pada Kanina yang terlihat sejak tadi mengintip ke luar jendela. Dua malam ini Gara memang tidur di rumah sakit. Suaminya pulang hanya untuk ganti pakaian, dan langsung balik lagi. Bicara sebentar lalu kembali menjaga Gendis yang masih terbaring lemah karena kecelakaan.


"Malam ini pulang kok, Bu. Mas Gara sudah telpon tadi. Dan Gendis sudah agak mendingan." Meski Gara bilang akan pulang, tapi hati Kanina masih gelisah.


Ia bukannya tidak tahu, Kanina malah paham betul bagaimana Gendis tidak menyukainya sejak dulu. Tatapan benci dan pandangan kurang mengenakkan sering ia dapat dari iparnya tersebut. Namun, karena kebaikan hati Gara dan bu Sadewo, Kanina tidak masalah. Mungkin wajar Gendis tidak menyukainya. Karena status mereka yang berbeda.


Gendis lahir dari keluarga terpandang dan berpendidikan, sedangkan dirinya? Kanina bukannya berkecil hati. Hanya saja, ia sadar diri. Hanya gadis sederhana, apalagi kala itu status gadis tapi sedang hamil. Pasti orang-orang menatapnya dengan hina. Dan Kanina hanya bisa pasrah.


***


Rumah Sakit Medika Persadaa


"Mumpung Gendis tidur. Sudah ... kamu pulang saja. Kanina pasti nyarii," bisik bu Sadewo saat melihat Gara yang tidak tega melihat adiknya. Bahkan tangganya masih dipegang erat oleh adiknya itu. Padahal sudah tertidur lelap.


Dengan hati-hati Gara menarik tangannya, agar gadis itu tidak kembali merajuk dan berulah. Karena ia harus pulang, sudah kangen sama Altar dan juga ibunya Altar.


"Ma, Gara pulang dulu."


Bu Sadewo mengangguk, ia juga mengibaskan tangannya. Agar Gara cepat keluar dari sana. Kini wanita paruh baya itu menyesal, karena terlalu lunak dan memanjakan Gendis. Hingga kejadian seperti ini terjadi.


Ia sempat tidak percaya, mengapa Gendis bisa bicara sekejam itu pada Gara mengenai menantunya. Bukannya mereka sama-sama wanita? Tapi, Gara tidak mungkin mengarang cerita. Mau memarahi Gendis itu tak mungkin, apalagi anaknya itu habis kecelakaan. Bu Sadewo merasa serba salah. Akhirnya, ia tidak membahasnya lagi. Penting Gendis pulih dulu. Nanti, kalau sudah baikan. Ia akan bicara baik-baik pada putrinya itu.


***


Ketika mendengar deru mobil, Kanina buru-buru keluar kamar. Ia merapikan rambut dan bajunya sebentar. Mau ketemu Gara, mendadak jadi gugup. Pengantin baru, beberapa hari ditinggal gara-gara harus menjaga sang adik di rumah sakit.


KLEK


Wajah Gara menyembul dari balik pintu saat Kanina membukannya.


"Belum tidur?" tanya Gara basa-basi.


Kanina hanya menggeleng. Kemudian menawarkan kopi pada suaminya itu.


"Mau Kanina bikinin kopi, Mas?"


"Nggak usah, mau tidur saja. Capek tidur di rumah sakit."


Untuk sesaat keduanya terdiam, sama-sama bingung mau ngomong apa.


"Altar rewel nggak waktu Mas di rumah sakit?"


Kanina tersenyum tipis, dan menggeleng pelan. Sedangkan Gara, melihat Kanina yang tersenyum seperti itu, membuatnya gemas. Reflek tangannya menarik hidung Kanina. Makin malulah Kanina.


"Iya, Mbak. Baru saja sampai."


"Bagaimana kondisinya?"


"Besok sudah boleh pulang, Mbak."


"ALHAMDULILLAH."


"Kami permisi dulu, Mbak."


Gara pun meraih tangan Kanina dan mengajak wanita itu masuk kamar.


KLEK


Suara kamar Kanina yang sudah terkunci dari dalam.


"Siapin baju ya, Nin. Mas mau mandi dulu. Gak enak gerah, bau obat juga."


"Iya."


Beberapa saat kemudian


"Nin ...!" panggil Gara dari kamar mandi.


"Iya!" Buru-buru Kanina mendekat, takut Altar bangun. Bayi itu kini sudah aman, karena box bayi sudah dipindah ke kamar mereka. Sebelumnya box bayi itu ada di ruang tengah.


"Shampoonya habis, tolong ambilin yang baru."


Kanina nampak berpikir, perasaan saat ia mandi tadi sore isinya bahkan masih separuh lebih. Apa tumpah? Pikir Kanina.


"Masih kok, Mas. Tadi Kanina pakai masih banyak."


"Habis!" jawab Gara cepat.


"Oh ... sebentar."


Kanina pun mengambil botol shampoo baru di salah satu rak, meskipun ia masih merasa aneh. Padahal jelas-jelas tadi masih ada.


Tok tok tok


KLEK


"Eh!"


Kanina kaget saat Gara langsung menarik tangannya begitu pintu kamar mandi dibuka. Bersambung.


Wkwkwkwk


Hai, jomblo. Kalian pasti merasakannya bila nanti sudah menikah. Hehehehe