Single Mother

Single Mother
TAKDIR



Mencari Daddy  Bag. 60


Oleh Sept


Rate 18 +


Di sebuah rusun yang sederhana, malam ini Elena bisa tidur dengan sedikit tenang. Untuk satu bulan ke depan ia tidak perlu memikirkan uang sewa. Besok ia juga bisa kembali ke sekolah. Dan kini, matanya tertuju pada bayi kecil yang sudah terlelap. Bayi yang belum genap berusia 30 hari.


Elena harus mencari uang yang banyak, untuk membayar orang yang merawat bayi itu setiap hari, dan juga untuk membayar beberapa hutang yang ditinggalkan sang ibu setelah melahirkan bayi itu.


Ya, bayi itu adalah adik Elena. Namun, karena sang ibu yang sering mendapat KDRT semasa kehamilan. Membuat ibunya harus melahirkan sebelum waktunya. Ditambah luka fisik dari ayah sambung, membuat kondisi sang ibu lemah dan akhirnya Elena harus merelakan sang ibu.


Gadis yang masih duduk di bangku SMK itu kini memiliki tanggung jawab berat dalam pundaknya. Ia harus menyanggah hidupnya sendiri dan juga adiknya yang masih bayi. Apalagi sang ayah sambung, ia sama sekali tidak peduli. Hanya suka minum-minum dan main wanita.


Terabai tanpa wali, Elena berusaha bisa berdiri di kakinya sendiri. Pekerjaan apapun akan ia lakukan, demi menyambung hidupnya dan hidup si bayi.


***


Esok harinya


Matahari terlihat malu-malu, bersembunyi di balik awan yang mendung. Langit pagi ini sedikit muram, semuran hati Elena.


"Mbak ... dia panas sekali? Saya gak berani jaga hari ini. Takut rewel kaya kemarin, seharian nangis terus. Sebaiknya mbak bawa ke rumah sakit."


Elena terlihat bingung ketika pengasuh sementara bayi itu angkat tangan. Padahal ia akan berangkat sekolah. Uang pun hanya tersisa lima puluh ribu, lalu mau ke rumah sakit pakai biaya apa lagi?


Elena gelisah, mencoba memeras otak. Bagaimana caranya agar bisa membawa bayi itu ke rumah sakit, sedangkan ia tidak memiliki uang yang cukup.


Dengan terpaksa ia mencari sang ayah, ia tahu biasanya ayahnya magkal di mana. Dengan pakaian seragam SMK, Elena nekat mencari sang ayah. Bagaimana pun juga, itu darah daging ayahnya yang terkenal pemarah tersebut.


Di sebuah gang sempit di kawasan yang ramai penduduk. Elena menanyai satu persatu orang yang ia temui. Apakah melihat pak Didi, ayahnya yang suka KDRT dan hobi minum-minum itu.


Terlalu banyak pikiran, Elena menyeberang sampai tidak sadar bahwa lampu hijau sudah menyala. Gadis itu terlihat sangat kacau, usianya yang belia harus menghadapi madalah yang begitu berat.


Setelah caci maki dari beberapa pengendara, Elena memejamkan mata dalam-dalam. Kemudian berjalan kembali. Bukannya pulang, Elena malah mencari seseorang. Bukan juga sang ayah sambungnya. Tapi, seseorang yang bisa membantunya menghasilkan uang dengan cepat.


Di sebuah lobby hotel bintang lima yang cukup terkenal di kota itu. Terlihat Elena memakai baju yang cukup menarik perhatian kaum Adam. Elena sepertinya sudah benar-benar putus asa. Tidak memiliki apapun, sepertinya ia menawarkan apa yang ia miliki satu-satunya. Gadis yang masih perawan itu, akan mendapat bayaran tinggi malam ini.


Ini adalah kali pertama Elena harus menjual apa yang ia miliki satu-satunya. Dari pada bayi itu mati, Elena memilih mematikan harga dirinya. Jangan tanya bahagia perasaan Elena malam ini. Hati gadis itu menjerit minta diselamatkan.


Kakinya gemetar saat akan masuk dalam lift, ia ingin mundur. Tapi, Elena sudah mendapat bayaran 30 persen di awal. Bila ia kabur, maka Tante Nana akan mengejarknya sampai ke lubang neraka.


Dilema, akhirnya kakinya tetap melangkah. Dan saat pintu lift akan tertutup, sebuah tangan mencoba menghalangi. Seorang pria bermata sipit masuk dan berdiri di sebelahnya dengan tenang dan dingin, seolah mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Bersambung.


Novel lain yang sudah Tamat ya...


Rahim Bayaran


Suamiku Pria Tulen


Menikahi Majikan


Dea I Love You


Istri Gelap Presdir


Kesetiaan Cinta


Wanita Pilihan CEO


Terima kasih sudah mau mampir, terlopeeee.