Single Mother

Single Mother
Tresno Jalaran Soko Kulino



Mencari Daddy  Bag. 20


Oleh Sept


Rate 18 +


Pria itu turun dari mobil, setelah mengamati Kanina beberapa saat di balik kemudinya sesaat yang lalu.


"Anginnya kenceng, ayo masuk. Nanti masuk angin."


Kanina Hanya mendongak kemudian menggeleng.


"Di dalam gerah, Mas," kelit Kanina. Padahal, ia hanya ingin menjauh. Karena melihat bu Sadewo begitu hangat pada Gendis, ia jadi ingat bu Lastri. Ibunya, pasti ibunya itu merasa sedih sekali.


"Apa AC di kamar rusak?"


"Nggak ... Nggak, Mas." Kanina menggeleng keras.


"Ya sudah, ayo masuk. Jangan sakit-sakit lagi."


Suasana mendadak kaku, baik Kanina dan Gara malah sama-sama terdiam. Kalau Gendis tidak keluar, pasti suasana tidak mencair.


"Mas Garaaa!" teriak Gendis dari dalam. Gadis itu kemudian memeluk erat Gara. Ia mengelayut manja. Dan Gara mengusap rambutnya dengan sayang.


"Makin kurusan?"


"Mikir skripsi, Mas. Bikin botak," celetuknya.


"Ish ... Nanti Mas belikan shampo anti rontok yang banyak," canda Gara.


"Jiah ... Eh, dapat salam dari putrinya ibu kontrakan Gendis, Mas."


"Wa'alaikusalam."


"Mereka nanyain, Mas. Minggu depan, pas Gendis balik, anterin yaaaa!" Gendis mengedip-ngedipkan matanya.


Gara memutar kedua bola matanya seakan berpikir, bentrok apa tidak dengan jadwalnya.


"Ya ya ya ... pokoknya anterin ya?" paksa Gendis.


"Iya!"


"Hehehe!"


Gendis langsung memeluk erat Gara. Keduanya tidak sadar, sedang diperhatikan oleh Kanina.


"Ayo masuk! Gendis laper banget. Nunggu Mas Gara lama bener."


"Iya ... !" ucapnya pada Gendis. Pria itu kemudian menoleh.


"Nin! Ayo masuk, makan sama-sama."


"Kalau begitu masuk, jangan di luar lama-lama. Nanti sakit lagi."


Kanina pun beranjak, ia akhirnya masuk bersama mereka. Dan Gendis melirik terus ke arah Kanina. Ia merasa kurang nyaman ketika melihat sang kakak perhatian pada orang lain.


Meja makan


Bibi sudah masak makanan kesuakaan Gendis. Gadis tersebut sudah bosan menu di tempatnya menuntut ilmu. Kali ini ia request mau ikan asin sama sambal terasi. Lalapan buah mentimun dan daun kemangi, serta daun kubis.


Bau sambal terasi yang menyengat, membuat perut Kanina langsung terasa tak nyaman. Dengan buru-buru ia permisi.


"Maaf, Tante. Kanina belum lapar. Kanina masuk dulu ya."


Setelah mengatakan hal itu, Kanina langsung masuk kamarnya. Sedangkan Gendis, ia tidak peduli. Rasa ikan asin yang beradu dengan sambal terasi. Nasi hangat yang mengepul dan tempe yang baru di angkat dari wajan, membuatnya lupa segalanya. Ia lahap memakan masakan Bibi.


Sedangkan Gara, ia permisi sebentar. Bu Sadewo hanya memperhatikan sekilas, karena fokusnya kemudian beralih pada Gendis yang menyenangkan saat makan.


Kamar Kanina


Pintunya terbuka, Gara memanggil kemudian masuk.


"Nin ... Nina. Saya masuk ya."


Huek huek huek


Gara langsung menuju sumber suara. Ia melangkah dengan ragu ke kamar mandi yang ada di dalam sana.


"Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Gara di balik pintu.


Setelah membasuh muka, Kanina pun keluar. Ia membuka pintu kamar mandi. Dan sedikit terkejut karena Gara masuk ke dalam kamarnya. Sesuatu yang jarang dilakukan oleh pria tersebut.


Sadar bahwa tatapan Kanina tak seperti biasa, Gara pun mundur. Ia sadar, tidak seharusnya masuk kamar gadis tanpa permisi.


"Maaf, tadi saya cuma khawatir. Karena kamu tiba-tiba pergi begitu saja."


"Itu ... Kanina tiba-tiba mual." Gadis itu kemudian menundukkan wajahnya.


"Ya sudah, nanti saya carikan obat di apotik. Oh ya, kapan jadwal periksa?"


Kanina ragu saat akan menjawab.


"Maaf, bila ini membuatmu tidak nyaman. Baiklah ... saya akan segera keluar." Gara pun berbalik. Sepertinya Kanina masih takut pada mahluk yang namanya laki-laki.


"Senin depan!"


Seketika kaki Gara langsung berhenti melangkah, ia kemudian menoleh.


"Baik, nanti saya antar!" ucapnya. Setelah keluar dari kamar itu, tanpa sadar sudut bibirnya tertarik ke atas. Gara tidak tahu, ia sedang diperhatikan mamanya. Senyum tipis itu tertangkap oleh mata sang mama saat Gara keluar dari kamar Kanina. Bersambung.


Bagaimana Mam? Dibiarkan jadi Jones sampai umur 40an ... Perjaka karatan. Apa langsung dinikahkan? Sementara kadidat terkuat semua tumbang di putaran pertama. Tersisa seorang gadis yang tengah hamil.