
di pagi yang indah ini sinar matahari dari jendela apartemen Shea dan angkasa
"huaaamm, nyenyak bangett duh, eh angkasa belom bangun?, Gimana kalo aku jailin aja? hha pasti seru dehh"
Shea tersenyum jahil dan mulai mendekat ke arah angkasa setelah itu..
" KA, BANGUN KA KEBAKARAN!"
" EH ANJIR MANA" ucapnya sembari melihat sekitar
shea yang melihat itu hanya bisa tertawa terbahak bahak.
" astaga, pagi pagi udh di jahilin aja" ucap angkasa dengan komuk bangun tidur
mendengar ucapan angkasa Shea makin ngakak.
"PLS AAHAHAHAHHA KOMUK KA ANGKASA"
" haha lucu ya? sini kamu aku kelitikin" ucap angkasa sembari mengelitiki Shea
"AHAHAHAHAH KA PLS STOP, AHAHAAH GELIII AHAHAHAH" ucapnya
mereka berdua tertawa bersama di pagi hari yg indah itu, semua terhenti karena Shea menyuruh angkasa untuk segera mandi.
"AHAHAH, udah deh sana mandi bauu" ucap shea
" idih apaan, kamu jga belum mandi kali" sahut angkasa
" iya sihh, tapi kan kamu dulu" ucap shea
" iya deh iya" ucap angkasa pasrah
angkasa langsung beranjak dari tempat tidur, dan pergi ke kamar mandi, setelah itu Shea menunggu angkasa mandi sembari memainkan hp nya, selang beberapa menit angkasa keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilit di pinggang nya, ia melihat Shea yg cantik sedang sibuk dengan hp nya, karena kecantikan Shea yang sangat membuat semua pria tergila gila padanya, sampai seorang angkasa pun terpikat dengan kecantikan seorang Shea, hal itu lantas membuat angkasa ingin terus menatap shea, shea yg menyadari angkasa menatapnya langsung menatap balik wajah sang pacar, lalu Shea yang menyadari angkasa hanya sedang memakai handuk yg di lilit di pinggang nya sontak langsung menutup mata
"KAA IHH PAKAI BAJU NYA DULUU"
angkasa baru menyadari bahwa ia hanya sedang memakai handuk saja, setelah shea berbicara begitu angkasa langsung bergegas pergi ke ruang ganti / tempat Shea dan angkasa menyimpan baju.
setelah angkasa masuk kamar ganti, Shea langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menutup pintunya, selang beberapa menit angkasa keluar dari ruang ganti, dan langsung duduk di kasur sembari memainkan hp, walaupun angkasa hanya memakai kaos putih dan celana hitam, aura ketampanan angkasa seakan tidak pudar, padanya yang kekar sangat memberi kesan maskulin yang sangat tampan.
angkasanya membuka hp nya dan ia melihat grup " boys" sangat ramai, semuanya typing dari mulai Rion, Gibran kemudian Sean, angkasa penasaran lalu membuka pesan nya, ternyata yang mereka bahas adalah tentang pernikahan, siapa yang memulai? tentu Gibran ia ngebet ingin nikah dengan Michel.
— Chat
" gua sm Michel otw nikah bro" - gibran
"wih, tpi kyanya gua dlu dh gua juga ngebet sma ayang zea" - rion
" jadi gmna siapa yg nikah duluan?" - sean
" udh jelas gua sama shea dluan." - angkasa
" idih paan lu nyerobot, ngantri bro" - rion
" lu brtga mau nikah barengan? buset" - sean
" kga lah yakali" - angkasa, Rion
"sapa tau kan bro" — sean
"yaudh yaudh, btw lu pd kapan ke indo? kta kumpul di cafe depan sekolah, hha kangen SMA serius" — rion
" iye, gua jga kangen tu cafe, ntar gua tanya sama ayang gua dlu" — Gibran
" iya dh bro ayang ayang" — sean
mereka saling membalas pesan satu sama lain sampai angkasa tak sadar Shea sudah ada di sebelah nya.
"lagi ngapain sih serius amat" ucap Shea
"Astaga, syang kok kamu tiba-tiba disini? bukanya di kamar mandi?" sahut angkasa kebingungan
" aku udah mandi ka, bahkan tadi skincarean dlu, makanya jangan terlalu fokus ke handphone" ucap Shea menjelaskan
" iya iya maaf" ucap angkasa
" ka, kamu laper ga?" tanya shea
" laper dikit, kamu?" balas angkasa
" laper heheh" ucap shea
" ayo makan klo gtu" sahut angkasa
" makan di rumah atau di luar, ka?" tanya shea
" luar?" tawar angkasa
" boleh aja sih, ayoo" ucap Shea
" ayo-ayo" ucap angkasa
mereka berdua jalan keluar apartemen dan mencari restoran terdekat, mereka pergi ke restoran Paris yaitu Le Taillevent, mereka makan bersama sembari menyantap mereka juga saling berbagi cerita, dan bercanda sampai Shea mengakhiri pembicaraan nya.
"ka, bentar ya ku mau ke toilet" ucap shea
"oke, jangan lama-lama" ucap angkasa
" iya" ucap Shea mengiyakan
Shea pergi ke toilet, saat masuk ke toilet ia tidak melihat siapa-siapa saat Shea masuk ke dalam salah satu toilet kosong lalu ia menjalankan bak ( buang air kecil) nya tersebut, saat Shea hendak keluar ia mendengar suara pintu toilet terbuka dan ia mendengar suara perdebatan antara sepasang kekasih
Shea kebingungan, apa yang harus ia lakukan, dan apa yang terjadi? Shea membuka sedikit pintu toilet yg ia pakai dan ia hanya bisa mengintip di balik pintu toilet
bersambung.. sorry kalau ada salah kata or ketypoan, buat yang sudah mampir and baca novel nya vizz makasii yaa Udah mampirr..💐