Single Mother

Single Mother
Aku Suka Aromamu



Mencari Daddy  Bag. 38


Oleh Sept


Rate 18 +


Cocok untuk yang sudah memiliki pasangan dan menikah. KTP 18 tahun ke bawah, mohon skip. Terima kasih.


***


Ada rasa yang tidak biasa, degup jantung yang semakin cepat. Napas yang memburu dan hati yang berdebar hebat. Ini adalah kali pertamanya bagi pria seperti Anggara, merasakan sensasi yang aneh. Pertama kali begitu sangat dekat dengan seorang wanita. Sangat-sangat dekat, karena sudah tidak ada jarak lagi antara mereka berdua. Dengan mata yang saling menatap, tangan Gara terus melepas satu demi satu kancing baju miliknya.


Seettt


Ia lempar bajunya, dengan mata masih memandang ke arah Kanina. Dilihatnya tangan Kanina yang mencengkram kain seprai. Mungkin, Kanina masih memiliki rasa trauma dalam dirinya. Seolah paham betul dengan kondisi Kanina saat ini. Gara lantas menyentuh tangan itu lembut. Mengengamnya erat, mengurainya. Membuat Kanina agar lebih rileks dan nyaman saat bersama dengannya.


"Kamu takut, Nin?" suara Gara pelan. Tidak mau keras-keras, nanti keburu Altar bangun. Malah misinya tambah gagal.


Sedangkan Kanina, kelopak mata Kanina hanya bergerak-gerak, lidahnya keluh. Suaranya tengelam dalam kerongkongan. Bagaimana mungkin ia takut? Sosok di depannya itu dikenalnya sebagai pribadi yang baik. Mungkin Kanina merasa nervous. Grogi karena mereka sangat dekat. Kanina bahkan bisa merasakan hembusan napas Gara. Terasa hangat saat wajah mereka begitu dekat.


"Jangan takut, ya ... maaf. Tapi, sudah lama Mas menanti saat-saat seperti ini."


Deg


Makin dag dig dug lah hati Kanina dibuatnya.


"Kanina nggak takut, Mas. Malu."


Kanina terdiam, memang benar apa kata suaminya itu. Tapi tetap saja, ia masih merasa malu. Apalagi sang suami sudah tidak pakai baju. Cuma celana pendek selutut. Padahal, pria itu selalu berpakain rapi. Kalau melihat Gara seperti ini, kan jantung Kanina serasa uji nyali.


"Kita pindah ya, nanti Altar bangun," bisik Gara yang sudah mengambil ancang-ancang.


Dengan polosnya, Kanina menurut. Saat suaminya turun dari ranjang, ia juga ikut.


"Kita di sini saja, ya?" Gara langsung menarik tubuh Kanina. Karena di atas ranjang mereka ada Altar kecil yang sedang tidur lelap, Gara pun merebahkan tubuh Kanina di sofa kamar. Tidak besar memang, tapi cukuplah untuk aktifitas yang menguras banyak keringat tersebut.


Pelan-pelan dengan tangan yang sedikit goyang karena gemetar, mungkin juga karena sama groginya dengan Kanina, Gara membuka kancing daster Kanina yang hanya ada empat biji tersebut. Saat sudah terbuka, ia langsung menelan ludah dengan berat. Kepala Gara langsung berat. Serasa sekujur tubuhnya langsung nyut-nyutan.


Apalagi botol kecap langsung bereaksi setelah kancing Kanina terbuka sempurna. Malu, karena Gara menatapnya tak berkedip. Kanina pun memeluk tubuhnya sendiri. Sedangkan Gara, pikirannya sudah traveling ke mana-mana. Kan Kanina masih memberi ASI ekslusive, jadi bisa dibangakan, berapa ukuran BH Kanina saat ini?


Tidak tahan, Gara langsung saja merampas bibir munggil itu. Wajah sudah makin panas, seluruh aliran darahnya berdesir. Gara yang selama ini pendiam dan kalem, malam ini berubah. Gara menjadi sosok yang berani, panas dan bersemangat. Pria itu membelai Kanina tanpa ampun. Hingga tubuh Kanina tidak bisa lagi menahan hal yang sama. Jiwanya ikut bergejolak, tak kala Gara mulai membawanya terbang ke Nirwana.


Dua sejoli itu meremang bersama, mengeliat dan memekik sama-sama tak kala lava hangat itu mengalir dalam rahim Kanina. Dan menit berikutnya, Gara sudah terlihat lemas, dengan Kanina yang rebahan di atas tubuhnya. Saat Kanina mau turun, Gara malah memeluk tubuh Kanina erat.


"Sebentar! Mas suka aromamu ..."


Setelah dibawa ke Nirwana, kini pipi Kanina dibuat bersemu merah jambu. Bersambung.


Oek oek ........


Senyum Gara mengembang sempurna, untung saja sudah selesai. Wkwkwkw


Skip.