
" Ayolah Lea, kita sudah terlambat loh" kata Dian,
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Lea, Dian dan Leandra tiba di hotel yang sudah dipesan pihak LL company untuk mereka, bahkan saat tiba dia bandara mereka sudah menyediakan supir untuk mengantarkan mereka ke hotel.
Setelah satu jam berada di hotel, Leandra tertidur karena merasa kelelahan.
" Tunggu Leandra masih mandi, kau tahu sendiri dia baru saja bangun" kata Lea yang sibuk di kamar mandi
" Cepat, aku tidak ingin kita terlambat" kata Dian
" Iya..." kata Lea dari dalam kamar mandi
Setelah selesai mandi, Lea pun segera memakaikan baju pada Leandra.
" Mom, aku mau pakai baju yang ada gambal flojennya"
" Ya ampun sayang, ini juga bagus kok"
" Leandla ngakk mau ma, yang ini ngakk cantik"
" Oh... baiklah kepalaku hampir meledak sekarang"
Lea kembali membuka koper dan segera mengambil baju yang diinginkan oleh Leandra.
" Sudah belum, kita sudah hampir terlambat loh" kata Dian
" Iya sudah, aku juga selesai kok, tinggal Leandra saja"
Hampir 15 menit Lea mempersiapkan Leandra dan akhirnya mereka pun turun ke lantai dasar, mereka menuju restauran yang berada di lantai dasar.
" Ayo cepat, kita sudah terlambat hampir 20 menit" kata Dian yang berjalan dengan buru buru.
" Ya ampun sabar sedikit, kasihan Leandra" kata Lea sambil terus memegang tangan putri kecilnya itu.
Akhirnya mereka pun tiba di pintu masuk restauran, begitu mereka masuk Dian begitu kaget melihat Lee dan Tom ada disana dan mereka sedang menatap ke arah mereka.
" Ada apa??" kata Lea
" I..tu" kata Dian sambil menunjuk ke arah Lee
Leapun menoleh ke arah yang dimaksud oleh Dian dan sama terkejut nya seperti Lee, Lea juga langsung terpaku melihat Lee yang ada untuk beberapa menit mereka saling menatap,
" Mas Lee" kata Lea dalam hati, ia seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat, sudah hampir 5 tahun ia tidak melihat laki laki yang adalah ayah dari putri nya ini.
" Me...mengapa mereka ada disana??" kata Lea yang tidak mengalihkan pandangannya
" A..ku tidak tahu, apa jangan jangan mereka salah LL company" kata Dian
" Dian, kau jangan bermain main" kata Lea, ia pun kembali menatap Dian dengan raut wajah yang begitu marah.
" Aku juga tidak tahu Lea, aku berani sumpah" kata Dian
" Pantas saja perusahaan ini begitu ngotot untuk bertemu dengan Lea, bahkan mereka bertanya seputar kehidupan Lea, aku benar-benar bodoh"
Saat Lea hendak melangkah kembali keluar tiba tiba saja Lee menghampiri mereka.
" Lea" kata Lee sambil menarik tangan Lea
"Maaf"kata Lea gugup, ia pun segera melangkah kan kakinya.
" Tunggu Lea" kata Lee yang tidak melepaskan tangannya sama sekali.
" Mommy, aku lapar mau makan" kata Leandra,
Seketika Lee langsung melihat Leandra, begitu melihat gadis kecil itu hati Lee langsung renyuh, dia merasa kan ada sesuatu yang aneh.
"Si...siapa dia??" kata Lee,
" Bukan urusan mu" kata Lea sambil menggendong Leandra.
" Mommy, om ini siapa??" kata Leandra lagi dan ini membuat Lea semakin bingung.
" Bukan siapa siapa nak, kita pergi sekarang ya nak nantk kamu makan di kamar saja"
" Tapi aku mau makan disini mommy, ".
" Baiklah ayo kita duduk disana saja," ajak Lee
" Ayolah Lea, Leandra pasti sudah sangat kelaparan"
Akhirnya Lee membawa mereka ke tempat yang sudah di booking oleh Tom. Melihat Sofia ada disana, dada Lea terasa sesak, ia sama sekali tidak ingin melihat wanita itu.
Tom yang melihat Leandra langsung bisa menyimpulkan bahwa gadis kecil itu adalah anak kandung dari Lee.
" Silahkan duduk" kata Lee mempersilahkan Lea dan Leandra.
Sofia yang melihat hal itu hanya diam saja, hatinya sekarang semakin tidak karuan melihat sikap baik Lee Kepada Lea.
" Kalian mau makan apa??" tanya Lee, ia masih fokus pada gadis kecil yang berada di pangkuan Lea.
" Dia mirip sekali dengan mu pak" kata Tom berbisik pada Lee
Suasana canggung masih menyelimuti pertemuan mereka, tapi justru hal lain ditunjuk kan oleh Leandra ketika ia makan, ia turun dari pangkuan Lea dan menghampiri Lee.
" Om namanya siapa??" tanya Leandra tiba tiba dan itu membuat suasana semakin tegang
" Na...nama om Lee sayang, kamu namanya siapa??"tanya Lee sambil mengelus rambut halus gadis kecil itu.
" Aku Leandra om, nama kita milip ya" kata Leandra sambil tersenyum.
" Kamu boleh om gendong??" tanya Lee dan Leandra mengangguk.
Leepun langsung memeluk dan menggendong gadis kecil yang menggemaskan itu dan rasa yang ia miliki semakin kuat dan lebih membuat Lee terkejut adalah Leandra memiliki tanda lahir yang sama yang berada di lehernya.
Jangan lupa like komen dan vote ya,....Love u para readers semuanya.....