Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 27



" Berikan aku penjelasan" kata Dian dengan tatapan yang paling serius, sambil meneguk soda dingin milik nya.


" Sebenarnya aku..."kata Lea terhenti, begitu berat rasanya mengatakan bahwa dirinya sudah menikah.


" Aku apa?? pacaran?? atau jangan-jangan aku adalah simpanannya pak Lee" kata Dian dan sejenisnya Lea langsung menjitak kening Dian


" Apa sih kamu" kata Dian mengaduh, ia lalu mengelus keningnya


" Aku ...sudah menikah" kata Lea pada akhirnya, ia sudah tidak sanggup menahan rahasia lebih lama dari Dian, karena hampir setiap hari Dian selalu bertanya tentang hubungannya dengan Lee


" Ha...ha...kamu bercanda ah" kata Dian sambil tertawa dan kali ini Lea juga menyentil kening Dian sekali lagi membuat tawa Dian langsung terhenti


" Apa aku kelihatan bercanda??" kata Lea dengan mimik wajah serius


" Menikah?? kapan?? sama siapa?? dan mengapa kau tidak mengundang ku??" Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan Dian membuat Lea kebingungan harus menjawab yang mana.


" Aku sudah menikah dengan Lee dan itu terjadi 6 bulan lalu" kata Lea,


Dian seperti disambar petir dia siang bolong saat matahari masih terik. Mulutnya menganga mendengar pengakuan sahabat nya itu.


" Kamu keterlaluan" kata Dian yang tiba-tiba saja marah


" Aku minta maaf, aku juga Masin seperti bermimpi menikah dengan Lee" kata Lea


" Kamu benar benar beruntung Leanor" kata Dian dan Lea hanya bisa diam saja dia juga tidak tahu apakah menikah dengan Lee adalah sebuah keberuntungan atau kesalahan.


" Aku juga tidak tahu apakah aku beruntung Di" kata


" Loh..kamu itu adalah orang paling beruntung bisa menikah dengan orang nomor satu di perusahaan ini"


" Dan kamu begitu jahat Kate tidak mengundangku di acara pernikahan kalian padahal kita sudah bersahabat selama bertahun-tahun dan hal sebesar ini bisa kau rahasiakan kepada diriku"


" Pernikahan kami diadakan secera diam diam dan tertutup"


" Kenapa?? Dan tunggu dulu bukankah sebelumnya kamu tidak punya pacar dan kenapa kami bisa menikah dengan Lee secara diam diam"


Akhirnya secara panjang lebat Lea menceritakan bagaimana Lee bisa menikahi dirinya. Sungguh sampai saat ini Lea masih belum pernah menyangka Lee akan menjadi suaminya.


" Wik wik??" Kening Lea berkerut mendengar pertanyaannya Dian.


" Ituloh"Kata Dian sambil memperagakan kedua tangannya saling bertemu


"Saat ini masih belum Di" kata Lea dengan lemas dan lagi lagi Dian terperangah mendengar pengakuan Lea.


" 6 bulan bersama kalian tidak pernah melakukan hal itu?? "tanya Dian tak percaya dan Lea mengangguk


" Atau jangan-jangan kalian juga tidak pernah ciuman??" tanya Dian lagi


" Itu juga tidak" kata Lea dan kali ini benar menundukkan wajahnya diatas meja dan Dian tidak bisa membayangkan pernikahan yang seperti apa yang dijalani oleh sahabat nya


" Pernikahan macam apa itu??" kata Dian begitu emosi


" Aku juga tidak tahu dan aku juga benar benar bingung setiap kali aku bertanya pada Mas Lee aku tidak pernah mendapatkan jawaban nya" kata Lea


" Wah jangan jangan suamimu itu impoten"


" Impoten?? maksudmu mati rasa??" kata Lea yang sama sekali tidak kepikiran Lee mengidap penyakit seperti itu.


" Bisa saja kan?? kau harus memastikan nya??"


" Apa??? bagaimana caranya?? kata Lea kebingungan dan ia juga tidak bisa kepikiran bagaimana cara membuktikan bahwa Lee mati rasa.


" Begini kamu goda saja Lee dengan mengikuti pakaian seksi kalau perlu kamu tidak usah pakai baju"


" Apa apaan sih kamu?? aku tidak mungkin melakukan itu" kata Lea menolak usul dari Dian


" Kalau seperti itu kamu tidak akan pernah tau Lee itu jantan atau tidak, apa kamu mau pernikahan kamu berjalan tanpa ada ikatan dan lagian aku masih bingung kenapa kalian bisa menikah"


" Sudahlah aku tidak ingin membahas hal itu," kata Lea sambil menyuruput minumannya


" Tapi kalau boleh aku kasih saran, kamu perlu mencoba ide yang kusarankan tadi, apa kamu mau hidup seperti itu terus, kalau aku mah ogah"


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.