
Lea menjadi gagal fokus dengan rapat yang dipimpin oleh suaminya sendiri, begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenak nya.
" Nona Lea apakah anda mendengar saya!!" kata Lee namun khayalan Lea sudah sampai kemana mana.
" Nona Lea" kata Lee
Kata Lee dengan kerasnya membuat Lea seketika sangat terkejut
" Ma...maaf pak" kata Lea dengan wajah yang sudah memerah karena sekarang semua pandangan para karyawan yang hadir disana tertuju padanya.
" Kalau anda tidak bisa fokus lebih baik anda keluar" kata Lee dengan tegas.
" Aku minta maaf pak" kata Lea dengan lesu,
" Sialan nih bikin malu istri sendiri" gerutuk Lea dalam hati.
"Kamu kok bisa mengkhayal sih Lea, bikin malu di depan boss saja" kata Dian dengan pelan sementara Lea hanya diam saja.
Selama rapat itu berlangsung, Lea sama sekali tidak bisa fokus, kepalanya dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya.
Akhirnya setelah hampir dua jam rapat yang dipimpin oleh Lee akhirnya selesai dan Lea bisa menarik nafas lega.
" Baiklah hari ini sekian rapat kita, lain kita kita lanjutkan dan satu hal lagi yang ingin saya sampaikan"kata Lee Sambil memandang semua yang hadir disitu
"Saya ingin mengajak kalian semua makan siang hari ini dan kita akan makan disalah satu restoran sahabat saja yang tidak jauh lokasinya dari kantor kita"
" Yeah...."
Semua karyawan yang ada disana langsung bersorak gembira termasuk Dian yang berada disamping Lea sementara Lea belum selesai dengan pikirannya.
" Yes kita akhirnya keluar untuk makan siang Lea, boss kita benar benar baik ya!!" celoteh Dian namun Lea tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh Dian.
" Kamu ini kenapa sih daritadi melamun aja, jangan jangan kamu naksir ya sama pak Lee"
Seketika Lea langsung tersentak dengan perkataan Dian , secara refleks ia langsung menyentil kening Dian.
" Apa sih kamu" kata Lea dengan kesal sementara Dian hanya bisa mengusap keningnya.
" Ya...ya kamu itukan ice princess dikantor ini, begitu banyak laki laki yang ingin mendekati mu tapi kau tidak menggubris nya sama sekali. Seandainya aku jadi dirimu pasti aku sudah memiliki 5 pacar sekaligus" kata Dian sambil mengomel
"Tapi ngomong ngomong kenapa kamu tadi melamun pas pak Lea berbicara, kamu jadi kena teguran"
" Jangan kebanyakan ngomong deh, aku jadi pusing" kata Lea sambil memijit keningnya, sungguh ia tidak bisa menjelaskan situasi yang ia harapkan saat ini.
Lea dan Dian serta yang lainnya tanpa menunggu CEO dari Yahya company dan tak lebih dari 10 menit menunggu akhirnya CEO tampan itu akhirnya tiba dengan beberapa pengawal yang mengikutinya dari belakang.
" Wah akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga" kata Dian dengan senang, ia memandang Lee dengan penuh selera
" Aduh...pek Lee tampan sekali, seandainya dia bisa jadi milikku" kata Dian sambil menatap pak Lee dengan wajah kekaguman sementara Lea hanya bisa menggelengkan kepala melihat Dian.
Semua karyawan langsung berdiri dan memberikan hormat untuk Lee.
" Baiklah kalian pesan saja makanan yang kalian suka, tidak usah sungkan hari ini semua nya free" kata Lee disambut oleh teriakan semua karyawan yang ada di sana. Lee sekilas melirik ke arah Lea yang tampak biasa aja.
Semua makanan terbaik dihidangkan di hadapan mereka mulai dari makanan pembuka, makanan utama dan dessert yang beraneka ragam dihidangkan dihadapan mereka.
" Aduh ini sungguh luar biasa, asyik aku bisa makan sepuasnya" kata Dian yang sudah siap makanan dihadapan mereka.
Tapi sebelum sendok makanan masuk kedalam mulutnya tiba tiba saja Lee datang menghampiri meja mereka. Dian yang melihat Lee datang dihadapannya langsung tersedak padahal dia belum makan apa apa.
" Maaf pak" kata Dian dengan terburu buru
" Maaf nona..." kata Lee
" Sa...saya nona Dian" kata Dian sambil mengatur senyumnya dan ia memberikan senyuman terbaik untuk Lee.
" Tak apa, bolehkah aku minta sesuatu??" kata Lee dengan sopan
" Tentu saja pak, apapun akan saya lakukan selagi saya mampu melakukannya" kata Dian dengan manis.
" Bolehkah anda duduk di meja disamping sana, saya ingin makan siang dengan nona Lea"
Dian langsung terkejut dan dengan cepat ia pindah ke meja yang ditunjuk oleh Lee.
" Ba...baiklah pak" kata Dian dengan lemas padahal ia berharap bisa makan siang dengan Lee.
" Kamu nggak usah pergi Dian" cegah Lea
" Nona Lea saya ingin bicara perihal hal yang tadi aku harap anda bersikap lebih sopan dan aku ingin membicarakannya empat mata dengan anda " kata Lee.
Akhirnya Dian pergi dari meja itu sementara Lee tersenyum penuh kemenangan. Mata semua karyawan tertuju pada Lee dan Lea, semua heran melihat Lee duduk semeja dengan Lea yang terkenal dingin dengan semua laki laki.
Mata Lea melotot marah melihat Lee duduk semeja dengannya.
Jangan lupa untuk like komen vote dan follow author ya...