Prince For An Ice Princess

Prince For An Ice Princess
Episode 12



Lee yang sudah mulai terlelap tiba tiba terbangun karena mendengar suara televisi yang masih menyala. Ia membuka selimut dan menyalami lampu dan melihat kearah jam weker yang tepat berada dimeja samping ranjangnya.


Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, ia menoleh kesamping dan melihat ranjang Lea kosong.


" Anak itu pasti sedang menonton, ia sudah tengah malam seharusnya dia istirahat, pasti dia kesal karena pembicaraan tadi"


Lee lalu memakai sendal khusus rumah dan beranjak ke ruang tengah. Ternyata Lea sudah tertidur dengan posisi terlentang dan mulut setengah menganga. Lee tersenyum melihat Lea yang tertidur dengan posisi yang menurutnya sungguh lucu


Ia mendekati Lea dan duduk sambil memperhatikan wajah cantiknya dengan pelan Lee menutup mulut Lea. Lea sedikit bergerak namun Lea tertidur lagi


" Kamu benar benar lucu kalau sedang tidur, beda kalau sedang sadar"


Lee lalu memencet tombol off untuk mematikan televisi yang masih menyala. Dengan pelan ia mulai menyelipkan tangannya dibawah kepala Lea dan kedua lututnya dengan perlahan mulai mengangkat Lea.


Cukup hati hati Lee mengangkat Lea sambil menahan nafasnya dan dengan sangat pelan ia menurunkan tubuh yang tidak terlalu berat itu ke ranjang miliknya.


" Puh.... akhirnya berhasil dan untungnya nona galak ini tidak terbangun"kata Lee seri ngos-ngosan.


Lee memandang Lea dan melihat rambut panjangnya menutupi hidungnya, Lee lalu duduk dan dengan pelan ia merapikan rambut yang menutupi wajahnya.


" Bagaimana jika aku sampai tertarik pada wanita ini, sepertinya dia bukanlah wanita biasa tidak semua orang bisa dekatnya dengannya"


" Ah....aku tidak mungkin tertarik pada wanita cuek dan judes, aku tidak perlu khawatir akan hal itu, aku harus fokuskan pada tujuanku"


Lee kemudian mengambil ponselnya dan mengetik beberapa pesan, setelah itu ia kembali ke ranjangnya dan meneruskan tidurnya yang tertunda.


__________________________________________


Pagi harinya...


Alarm jam Lea beberapa kali berbunyi dan suara itu membuat Lea menggeliat sambil mematikan alarm tersebut.


" Hoaammm"


Lea bangun dan langsung menoleh ke arah samping ranjangnya.


" Seperti biasa pasti dia sudah pergi" kata Lea sambil beranjak turun dan merapikan ranjangnya.


Setelah mandi, seperti bias Lea beranjak kedapur untuk sarapan dan ternyata seperti biasa dimeja sudah tersedia sarapan untuk Lea beserta sepucuk surat yang berada dibawah piring.


Jangan lupa sarapan ya, kalau kamu masih merasa sakit karena benturan semalam lebih baik kau tidak usah masuk kantor.


Lea membaca tulisan itu dengan senyum mirisnya dan ia memegang keningnya yang masih sedikit lebam.


" Awww... ternyata masih sakit, tapi aku bukanlah wanita lemah, mana mungkin karena lecet sedik, aku harus bolos"


Dengan cepat Lea menghabiskan nasi goreng buatan Lee, entah kenapa nasi goreng itu persis sama dengan nasi goreng buatan mamanya.


Setelah selesai sarapan akhirnya Lea berangkat menuju kantor dengan motor matic nya, tak butuh waktu lama ia sudah sampai di parkiran Yahya grup dan ternyata Dian sudah menunggu nya disana.


" Lea .." teriak Dian sambil melambaikan tangannya


" Ya ampun wanita itu, sepertinya jarak 1 km saja berteiak begitu" sungut Lea


Lea segera menghampiri sahabatnya itu, dan begitu melihat kening Lea tiba tiba saja Dian langsung panik.


" Ya ampun kening kamu kenapa Lea??"tanya Dian


" Eh... itu..."


" Apa jangan jangan kamu dan pak Lee terlalu.."


Belum lagi Dian selesai berbicara, Lea langsung menjitak jidat Dian


" Apa sih kamu??" sungut Lea


" Ya ampun, maksudku apa pak Lee menghukummu dengan kekerasan jika iya maka kita harus lapor polisi"


" Ya ampun Di, kamu berlebihan sekali sih.." kata Lea


" Ini karena aku terjedot pintu dikamar mandi, jadinya gini deh" kata Lea sambil tersenyum, tiba tiba saja Lea ingat saat Lee mengoleskan obat ke keningnya.


" Ih...kamu ini kejedot kok malah senang sih...hayo ada apa??" tanya Dian


" Kamu apaan sih,"


" Btw gimana hukuman kamu semalam??" tanya Dian penasaran


" Eh...itu...biasa aja tidak ada yang terjadi kok" kata Lea karena tidak ingin membicarakan masalah itu semakin dalam, karena semakin banyak Dian bertanya maka semakin banyak kebohongan yang akan tercipta.


" Ya...kamu ngakk asyim Lea padahal aku begitu menanti episode selanjutnya" kata Dian sambil cemberut


" Ih...kayak sinetron aja...apa kamu bahagia jika sahabatmu ini disiksa??"


" Bukannya begitu..tapi ya sudahlah lebih baik kita segera masuk dan mudah mudahan kita bertemu dengan pak Lee"


" hah???" kata Lea


" Ya..itung itung dapat suntikan vitamin di pagi hari, lihat yang segar segar kan bikin kita semangat kerja" kata Dian dengan semangat


" Dasar Dian..."


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author